
Dari tadi siang hingga malam tak hentinya Cempaka terus bertanya kepada suaminya apa yang sebenarnya terjadi terhadap temannya itu hingga menangis.
Naskala tak mau menjawab dan mengatakan jika dirinya belum cukup umur untuk mendengarnya. Sementara itu menurut Cempaka ia sudah memiliki KTP walau 2 bulan yang lalu ia membuatnya dan dirasa bagi dirinya itu sudah cukup umur dan apa hak Naskala untuk melarangnya sementara Nanda sendiri juga masih lebih muda darinya.
"Om mah gak etis banget," ucap Cempaka menyindir suaminya tersebut.
Naskala lebih memilih diam ketimbang membalas istrinya. Meskipun ia lama-lama tidak akan tahan terhadap rundungan sang istri.
"Dari tadi kamu tanya itu terus, apa gak ada yang lain lagi buat ditanya?"
"Gak ada. Pokoknya harus jawab itu dulu."
"Tadi dia menceritakan persahabatan antara dirinya dan Reyhan. Ketika menceritakan itu dia menangis karena perbuatan keluarga Reyhan kepada Reyhan itu benar-benar kejam," ucapnya yang membuat kaget Cempaka.
Bodohnya wanita itu ia tak menyadari jika saat ini suaminya tengah membohongi dirinya. Hal itu cukup mendeskripsikan jika Cempaka benar-benar polos. Sementara Naskala itu sendiri sedang berdoa kepada Tuhan atas kebohongan yang sudah ia lakukan terhadap istrinya. Ia tak bisa membayangkan bagaimana nantinya Cempaka akan kecewa kepadanya ketika tahu bahwa Naskala telah berbohong kepada perempuan tersebut.
"Benar yah Om?"
Dengan senyum yang tak enak Naskala lantas mengangguk.
"Iya."
Cempaka tampak senang dan langsung memeluk suaminya tersebut. Ia merasa lega akhirnya Naskala menceritakan yang sebenarnya juga. Ia pun mendengar hal itu dari Nanda saja hampir saja ingin menangis.
Sebegitu polosnya Cempaka. Mungkin setelah ini ia akan membenci dirinya yang dulunya sangat polos saat ia mengetahui kebenarannya nanti.
"Oh iya kata Nanda, Reyhan kabur dari rumah. Masa iya mau ngajak Cempaka nikah."
Mata Naskala langsung melebar. Ia tak salah dengar akan hal itu? Bisa-bisanya Cempaka mengatakan hal tersebut yang bisa menguras emosinya.
"Apa kamu bilang? Kamu itu milik aku dan aku tidak akan membiarkan kamu dibawa oleh orang lain."
"Tentu dong Om."
"Terus kenapa kamu kaya senang gitu?"
"Mana ada Cempaka senang," ucap Cempaka yang hampir tertawa kencang karena melihat ekspresi Naskala yang benar-benar lucu, ini adalah pemandangan pertama yang ia lihat selama seumur hidupnya.
__ADS_1
"Kamu yah."
Naskala pun mengacak rambut Cempaka gemas. Kemudian ia pun mencubit pipi wanita itu seraya tertawa pelan.
Kemudian setelahnya mereka pun tertawa bersama. Menunjukkan betapa bahagianya pasangan suami istri itu yang benar-benar tampak seperti orang yang baru saja menjalin hubungan.
"Kamu tahu apa yang kamu lakukan itu membuat aku gemas. Dan aku tentunya tidak akan membiarkan istri cantik ku ini dibawa orang. Sekalipun itu Reyhan."
"Lagipula Cempaka juga gak mau karena Cempaka itu sayangnya sama Om."
"Nah anak pintar," ucap Naskala yang salut dengan Cempaka.
"Ciehh yang cemburu!" Ledekan itu membuat Naskala merenung beberapa saat, apakah benar dirinya tengah dilanda cemburu. Jika ia cemburu dan itu artinya dia menyukai Cempaka?
Oh tentu saja perasaan suka itu sudah dari lama meskipun selalu disangkal oleh pemiliknya. Tidak bisa dipungkiri lagi jika Naskala memang mencintai Cempaka karena di masa pertumbuhannya ia yang selalu ada di samping Cempaka terlebih lagi di mana pada saat itu Naskala juga lagi pada masa pubernya.
Naskala menarik napas panjang dan menatap Cempaka dengan wajah haru.
"Terima kasih sudah memilih aku untuk kamu."
________
Cempaka mengejar Nanda yang baru saja keluar dari mobil ayahnya. Ini kali pertamanya melihat Nanda diantarkan oleh orangtuanya. Senyum Cempaka mengembang dan ia pun melambaikan tangannya untuk sahabat karibnya tersebut.
Mereka berdua saling tatap dan Nanda sigap berlari ke arah Cempaka. Mereka pun berpelukan seolah belum pernah bertemu beberapa bulan padahal baru kemarin mereka bertemu.
"Tumben banget diantar Papa."
"Gak tahu tuh, lagi baik mungkin."
Nanda menggandeng tangan Cempaka dan mereka pun berjalan ke arah sekolah.
"Eh iya aku udah tau kenapa kamu nangis kemarin."
Nanda terkejut dan menatap Cempaka cepat. Apakah benar yang diucapkan oleh Cempaka? Apakah itu artinya Cempaka mengetahui hal itu dan Naskala tak menepati janjinya? Segala macam pikiran buruk pun wara wiri di otaknya. Bagaimana mungkin?
"Kasihan yah Reyhan makanya kamu kemarin ceritainnya sampe nangis," ucap Cempaka dengan tampang polosnya.
__ADS_1
Nanda yang mendengar itu sedikit bingung. "Hah?"
"Iya kemarin Om bilang katanya kamu nangis gara-gara ceritakan masalah itu sama Om. Aku aja yang dengarnya ingin nangis gimana kamu sahabatnya dan menceritakan hal itu yang akan menyakiti hati kamu."
Cukup terkejut dan bahkan sangat terkejut.
"What?" Senyumnya kemudian terbit. Akhirnya apa yang tak diinginkan benar-benar tak terjadi walau tak menutup kemungkinan cepat atau lambat Cempaka bakal mengetahuinya.
"Kenapa? Salah yah? Jadi Om itu bohong?" tanya Cempaka yang kini malah dirinya dibuat sangat terkejut.
Nanda cepat menggeleng, "eh bukan. Tapi Om benar kok. Aku kaget aja, karena mungkin masih kebawa suasana."
Cempaka mengusap lengan Nanda, "semangat yah. Aku tahu kamu bakal kuat. Kita do'akan saja semoga Reyhan diberikan jalan yang baik untuk dia. Kamu benar-benar sahabat yang baik, tidak untuk Reyhan tapi juga untuk aku."
Nanda tersenyum miris. Ia menatap ke langit mengalihkan suasana hatinya yang hampir saja membuatnya meneteskan air mata.
"Reyhan kuat dan seperti kamu. Tuhan pasti memberikan jalan yang terbaik. Kamu masih tidak ingin bersama Reyhan? Apa karena keluarganya?"
Cempaka menatap jengkel Nanda.
"Bisa-bisanya kamu kaya nganggep masalah hati biasa-biasa aja tanpa ada pemikiran yang matang. Padahal aku sudah bilang kalau aku suka orang lain."
"Bagus deh. Dan semoga Reyhan cepat sadar kalau yang dikejarnya kali ini adalah cewek polos yang susah melek kalau ada cogan yang kejar-kejar dia. Gak cuman Reyhan lho tapi udah banyak."
"Gak peduli yang penting Om nomor satu." Nanda tertawa mendengar jawaban Cempaka.
Dari dulu jawaban Cempaka masih sama jika Nanda adalah pilihan utamanya dan tak akan tergantikan.
"Kamu kayaknya benar-benar cewek yang kalau udah sayang itu goblok banget."
"Hehehe."
_______
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.
__ADS_1