
Cempaka menatap Naskala yang datang menghampirinya dengan napas yang ngos-ngosan. Kening wanita itu mengerut tatkala melihat kondisi sang suami yang sangat terlihat kelelahan. Ia tak mengerti kenapa Naskala begitu khawatir padahal ia baik-baik saja. Apa sesuatu telah terjadi? Segudang pertanyaan terus berputar di benak Cempaka.
Terlebih lagi Naskala seperti orang yang tengah dikejar-kejar oleh sesuatu, tidak mungkin kan Naskala tengah dikejar oleh anjing. Hal konyol seperti apa yang sudah di pikirannya ini. Pria itu berjalan pelan ke arahnya dan dengan cepat menangkap tubuh sang istri lalu melihatnya penuh ketelitian takut jika terdapat luka barang segores pun di tubuh istri cantiknya itu.
Cempaka pun menarik napas panjang dan menatap nyalang sang suami. Dari matanya Cempaka mengintrogasi Naskala.
"Ada apa sih Mas? Khawatir banget kayanya. Emang ada yang ngejar Mas? Lagian juga kenapa liatin Cempaka segitunya sih? Kaya Cempaka sedang dikejar sesuatu aja." Cempaka berdahem beberapakali dan menggelengkan kepalanya.
Naskala yang melihat itu hanya terkekeh untuk menyembunyikan rasa khawatir dan juga cemas yang masih sampai saat ini bersarang di dadanya.
"Tidak apa-apa sayang. Mas hanya terlalu rindu sama kamu. Takut kamu kenapa-napa."
Cempaka pun menyipitkan matanya. Ia ingat siapa di sini yang sebenarnya telah melakukan kesalahan. Dari tadi ia meminta Naskala untuk menjemput dirinya tapi pria itu tak juga datang dengan alasan jika ada rapat. Hingga Cempaka pun berjam-jam menunggu di tempat ini hingga Naskala pun datang.
Cempaka tahu bisa saja pulang dengan menggunakan taksi ataupun jasa lainnya, tapi ia tak melakukan itu demi menghormati suaminya. Ia menunggu Naskala yang ingin menjemputnya, tetapi ketika pria itu ditunggu malah ia yang tak muncul-muncul. Bak tengah di PHP.
"Mas juga yang salah. Siapa yang gak datang-datang. Sekarang takut sendiri, kan? Untung istrinya tidak diculik orang. Bayangkan aja aku diculik terus dijadikan simpanan Om-om. Kayaknya seru yah,' santainya sambil berangan-angan.
Cempaka tak memperhatikan bagaimana reaksi sang suami saat wanita itu dengan entengnya mengatakan hal tersebut. Diam-diam Cempaka menahan tawanya melihat wajah masam itu yang malah terlihat imut di wajahnya.
Cempaka menarik napas panjang dan tiba-tiba ia memeluk suaminya. Hari ini cukup melelahkan bagi wanita itu. Begitu banyak tugas yang harus ia kerjakan. Tak sedikit pekerjaan rumah tak bisa ia selesaikan. Ingin mengeluh tapi ia sadar bukan saatnya untuk ia mengadu karena ini memang sudah menjadi pilihannya sendiri untuk kuliah di universitas Gadjah Mada. Jika ia mendapatkan suatu kesulitan itu sebuah tantangan dan ujian bagi dirinya.
Lagipula Naskala selalu mengatakan jika Cempaka harus kuat. Mendapat dukungan penuh dari sang suami membuat dirinya merasa lega dan memiliki tujuan hidup yang lebih pasti. Suatu kesempurnaan memiliki Naskala di sampingnya.
"Cempaka!" Naskala menjeda ucapannya. Ia mengusap kepala wanita itu yang tampak sangat kelelahan. "Capek yah?" Rasanya tak tega melihat istrinya berada di titik ini. Ia memang bangga karena Cempaka dapat memasuki universitas dengan cara direkomendasikan oleh kepala sekolah akan tetapi rasa bangga itu tak sebanding dengan rasa takut yang luar biasa. Inilah alasannya di awal yang juga tak setuju jika Cempaka masuk universitas ini.
__ADS_1
Sebab Naskala lebih dulu merasakan betapa sulitnya untuk menyelesaikan kuliah di sini. Bagi murid pintar sekalipun mereka juga ingin mendapatkan waktu luang dan bebas, akan tetapi mereka tak akan bisa melakukan itu. Jika pun ada hanyalah beberapa hari saja.
"Ha'em. Tapi Cempaka harus kuat kata Mas."
Naskala tertawa mendengar jawaban Cempaka yang menurutnya sangat konyol. Akan tetapi bagi Cempaka itulah kondisi yang sebenarnya. Ia sangat bahagia berada di samping Naskala dan seumur hidupnya akan bahagia dan tak akan ada penyelesaian.
Sementara itu Cempaka tak tahu jika secara perlahan kebahagiaan itu akan sirna karena sudah tiba saatnya ia akan menghadapi cobaan yang tak akan pernah disangka-sangka oleh wanita itu.
Cempaka mengira jika selama ini kondisi mereka baik-baik saja padahal sangat berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Tapi untungnya Naskala yang sudah dapat memprediksi bagaimana reaksi Cempaka nanti berusaha untuk menutupi kenyataan pahit itu dari wanita tersebut.
"Cempaka. Jangan pernah menyerah. Ini buat kamu." Naskala memberikan sebuah gelang untuk wanita itu.
Hanya gelang biasa dan mungkin hanya sepuluh ribuan. Ia menyukai modelnya dan mengira jika Cempaka yang mengenakan gelang itu pasti akan lebih terlihat semakin cantik.
Cempaka terharu mengedar hal itu. Ia memejamkan matanya dan mengangguk penuh makna.
"Iya sayang. Mas bangga punya kamu."
"Cempaka juga."
__________
Omar menatap berkas yang ada di depannya. Berkas yang memenuhi meja kerjanya itu merupakan data pribadi milik Cempaka.
Sebuah fakta yang tak pernah ia sangka-sangka seumur hidupnya. Menyadari kebenaran itu, Omar hanya tertawa pelan tapi sangat misterius.
__ADS_1
Ia menarik napas panjang dan menatap foto cantik Cempaka yang ada di salah satu tumpukan berkas tersebut. Ternyata inilah anak gadis yang berhasil membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Padahal pada saat itu Cempaka hanyalah anak yang berusia lima tahun. Tapi, karena kecantikannya dan kelucuannya berhasil menarik perhatian Omar pada saat itu.
Setelah itu ia tak lagi melihat Cempaka. Padahal ia sering melihat Cempaka yang pulang sekolah dan akan melewati rumahnya.
Dan tak ada kabar sama sekali yang menginformasikan keberadaan Cempaka. Hingga ia sadar jika keluarganya yang mengetahui tindak kejahatan yang ia lakukan bahkan di usia mudanya lantas menyembunyikan Cempaka.
Dan baru kali ini ia melihat wanita itu lagi setelah sekian lama. Omar merasakan dadanya berdesir tak karuan. Mengapa semua orang menganggap salah perasannya? Dulu ia melihat Cempaka kecil dan ia langsung menyukainya dan tanpa mengetahui identitas wanita itu yang sekarang dan ia bertemu dengan wanita tersebut lagi ia pun lagi-lagi harus jatuh cinta.
Omar menarik napas panjang dan tersenyum kecut membaca sebuah fakta yang ia dapat. Ternyata Cempaka adalah anak dari mending Malik ajudan dari Jenderal Toha. Ialah yang telah membunuh dua orang itu dan targetnya sekarang adalah Naskala dan keluarganya.
Tapi kenyataannya membangunkan jika Cempaka adalah salah satu keluarga Naskala hingga dengan penuh pikiran penuh ia memutuskan untuk mengurungkan niatnya membunuh Cempaka tapi ia akan menjadikan wanita itu istrinya.
Satu fakta lagi yang paling membuat Omar bernafsu ingin membunuh Naskala, yaitu fakta bahwa Naskala akan menikah dengan Cempaka.
Kenyataan itu membuat ia tak bisa bernafas dengan tenang. Tangannya di bawah sana mengepal menunjukkan amarah yang tak bisa dibendung saking telah membara.
Omar mengambil pistol yang tergeletak di atas mejanya. Ia adalah psikopat berdarah dingin yang tak akan pernah disangka-sangka oleh orang-orang. Sudah banyak nyawa yang melayang karena ulah dirinya yang haus akan darah dan juga kekuasaan. Tak menutup kemungkinan jika ia juga haus akan Cempaka.
"Wanita yang cantik seperti mu hanya oantas untuk menjadi pengantin ku." Senyum jahat pun terukir penuh kengerian di wajahnya. Bak seorang iblis.
__________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.
__ADS_1