Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 53


__ADS_3

Cempaka menatap orang yang ada di depannya. Ia baru saja mendapatkan tamu yang tak diundang. Di mana orang yang datang berkunjung adalah sosok yang sangat ia benci dan tengah menyeringai ke arahnya.Setelah itu Cempaka tak mengingat apapun hingga ia akhirnya bangun dengan tangan terikat serta ruangan yang sangat gelap.


Cempaka yang tak tahu menahu salahnya apa hanya bisa menangis dengan mulut yang tersumpal.


"Kamu tahu kenapa kamu bisa ada di sini?" Cempaka menggeleng lemah. Memang ia tak tahu kenapa dirinya bisa berada di tempat ini dan diperlakukan dengan sangat buruk.


Ia rasa dirinya tak pernah mencari masalah dengan Omar. Apa ada yang memberitahukan Omar jika dirinya sering memaki pria itu saat ia tengah kesal kepada pria tersebut yang telah membuat sahabatnya berada di fase yang sangat sulit.


"Kau berada di sini karena semua ini salah mu." Cempaka mengerutkan keningnya, benar dugaannya. Pasti ada yang memberitahukan Omar jika ia sering memaki pria ini. Maka habislah dirinya saat ini. "Ini semua karena kecantikan mu."


Mata Cempaka mengedip beberapa kali. Tampak kebingungan di wajahnya makin terlihat jelas.


Cempaka ingin membalas ucapan Omar tapi mulutnya yang tersumpal membuatnya mengambil tindakan lebih baik diam.


Omar yang mengerti kesusahan Cempaka lantas tersenyum lebar dan berjalan ke arah wanita itu. Cempaka sangat ketakutan dan berusaha menghindar meski tak ada hasilnya.


Omar hanya menarik napas panjang dan menyapu tangannya di atas surai Cempaka hingga membuat perempuan tersebut tersentak dan beristighfar karena sudah disentuh oleh orang yang bukan mahramnya.


Omar menyadari reaksi ketakutan yang ditunjukkan Cempaka. Ia pun hanya mengukir senyum tipis karena menurutnya Cempaka sangat lucu dengan ekspresi itu.


"Kau rupanya anak yang Soleha. Sepertinya jika anak ku nanti memiliki ibu seperti mu tampaknya cukup menarik."


Cempaka merasa ngeri mendengar Kalimat yang terlontar dari mulut Omar. Dalam hati dirinya menyumpahi Omar dan bertahap jika ia tak akan pernah menikah dengan pria itu. Jika hal tersebut terjadi maka akan menjadi mimpi buruk baginya.


Omar menarik kain yang mengganjal di mulut Cempaka hingga wanita tersebut pun bisa bernapas bebas dan juga memaki dirinya sesuka Cempaka dengan mulutnya yang indah itu.


"Apa maksud mu Om dengan semua ini? Kita hanya bertemu sekali dan Om sudah membuat saya seperti ini. Om tau kalau suami saya adalah seorang tentara? Jika dia tahu istrinya diperlakukan hina seperti ini maka dia tidak akan mengampuni diri mu," ucap Cempaka dengan nada yang terlihat sangat marah.

__ADS_1


Omar hanya tertawa mendengar ocehan Cempaka. Ia pun kemudian tersenyum tanpa beban dan tampak meragukan ucapan Cempaka.


Cempaka hanya terdiam dengan mulut yang membisu. Kemudian ia pun menarik napas panjang dan berusaha untuk terlihat tenang walau jantungnya berdetak sangat kencang dan amat ketakutan.


"Kau pikir aku akan takut? Bahkan seorang jenderal ku bunuh. Tidak hanya itu banyak orang yang ditakuti oleh masyarakat dan penjahat seperti ku yang ku bunuh. Bahkan Naskala bukanlah tandingan ku. Dia sebentar lagi akan mati di tangan ku."


Cempaka membelalak. Ia tak percaya dengan ucapan Omar. Naskala tak akan mati, pria itu sudah berjanji tak akan meninggalkan dirinya dan menjadi ajudannya seumur hidup. Omar hanya berkhayal bisa membunuh Naskala.


"AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBIARKAN OM MELAKUKAN ITU! AKU AKAN MELINDUNGI SUAMI KU!!!"


Omar menghela napas kesal dan menarik dagu Cempaka ke atas. Ia pun mengusap bibir wanita itu hingga membuat Cempaka kalang kabut ketakutan.


"Apa yang perlu aku takutkan? Kau hanyalah gadis kecil ku yang sebentar lagi akan menjadi istri ku."


"Kamu pikir bisa? Aku tidak Sudi menikah dengan Om om seperti kamu!!"


Cempaka diam tak bisa menjawab pertanyaan itu. Ia tak percaya dengan ucapan Omar yang bisa melumpuhkan dirinya. Jika Naskala yang menjadi pilihan Cempaka tak bisa lagi untuk membalas.


"Om tidak akan bisa membunuh suami ku."


"Kenapa tidak? Bahkan Toha dan Adhila juga mati di tangan ku. Sama seperti ayah mu yang berusaha untuk melindungi Toha sialan itu dan juga menyembunyikan kamu dari aku, dan kamu tahu sendiri dia mati. Mati di tangan ku."


Cempaka syok. Air matanya pun jatuh. Tubuhnya bergetar mendengar pernyataan yang mengejutkan dirinya. Ia tak pernah menyangka jika Omar lah dalang dari semua ini.


Cempaka ketakutan menatap Omar ia berharap saat ini bisa melawan pria itu. Tapi dia hanyalah anak yang lemah dan tak bisa melakukan apapun selain pasrah.


"Tuhan tolong selamatkan aku. Om selamatkan Cempaka!"

__ADS_1


Cempaka menangis tanpa suara meratapi nasibnya yang sangat menggenaskan. Adakah yang akan menolong dirinya? Selain rasa sakit karena sudah diculik dan diperlakukan dengan sangat hina, Cempaka juga merasakan sakit yang amat dalam karena tahu suatu fakta yang membuatnya benar-benar merasa di kondisi yang sangat buruk.


"Kau benar-benar sangat kejam Om. Apakah salah keluarganya ku? Kau membunuhnya dan kau menyulik anaknya yang tidak tahu apapun. Aku hanyalah anak biasa yang membutuhkan kasih sayang yang sudah kau hancurkan Om."


"Salah ayah mu karena dia sudah menghalangi rencana ku yang ingin membunuh Toha. Dia sudah mengetahui perbuatan ku dan ingin membongkarnya kepada publik. Dia pikir bisa melawan ku. Bahkan bertahun-tahun aku tetap mengejar nyawanya hingga aku berhasil membunuhnya dengan tanganku sendiri. Dan satu lagi, dia telah menyembunyikan kamu dari ku. Kamu masih ingat siapa orang yang selalu memberikan mu uang jajan ketika kamu masih kecil?"


Cempaka ingat ada satu pemuda yang sangat baik dulu kepadanya. Setelah ia sadar dengan wajahnya yang mirip dengan Omar langsung membuatnya panik.


"Kenapa kamu melakukan ini kepadaku? Apa salah ku ketika aku kecil. Kamu sendiri yang memberikan uang kepadaku. Kamu dulu yang mengajak ku dan ingin menculik ku meminta aku mengembalikan semua yang Om berikan. Om yang memberiku tapi kenapa Om ingin mengambilnya. Jika Om menculik ku karena itu, aku akan mengembalikan semua uang yang kamu berikan."


"Tidak semudah itu. Aku memberikan uang kepada mu dan sengaja menjebak mu agar aku bisa memiliki mu. Tapi sialnya ayah mu tahu dan menyembunyikan kamu dari ku. Itu adalah kesalahan ayah mu. Aku sudah jatuh cinta saat kau masih kecil."


"Dasar pedofil!!" teriak Cempaka di depan Omar.


"Aku memang pedofil dan tidak ada bedanya dengan Naskala."


"Suamiku bukan pedofil. Dia hanya beda beberapa tahun dengan ku. Tidak seperti mu!!"


"Aku juga hanya beda beberapa tahun dari mu."


Cempaka hanya diam sambil menangis tanpa suara. Saat ini ia ketakutan dan bahkan jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya.


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

__ADS_1


__ADS_2