Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 21


__ADS_3

Beberapa Minggu Kemudian


Pernikahan pun semakin dekat. Cempaka menarik napas sebanyak mungkin untuk menenangkan dirinya yang tak berhenti gugup tatkala di luar sana Naskala sudah bersiap untuk mengucapakan ijab kabul.


Sebentar lagi mungkin hanya menghitung menit dirinya sudah sah menjadi istri dari orang lain. Membayangkannya saja Cempaka sudah menangis deras yang membuat repot tukang rias.


Cempaka belum siap tapi mengingat jika Naskala yang akan tetap memperlakukan Cempaka layaknya anak remaja yang masih sekolah dan memberikan hak untuk dirinya bersama teman-temannya membuat Cempaka yakin mengambil langkah tersebut, ia harap ini juga yang terbaik untuk dirinya.


Cempaka mengibaskan tangannya ke matanya untuk menghalau air mata yang tak berhenti bercucuran.


"Maaf," cicit Cempaka kepada tukang rias tanpa ada rasa bersalah sama sekali ketika mengucapkan kata tersebut.


Tukang rias harus tetap sabar dan mengangguk pasrah walau hatinya tetap terdapat ketidak ikhlaskan. Ia pun membersihkan kembali beberapa make up yang sedikit berlepotan.


Cempaka mengedipkan matanya menghalau air mata. Kali ini dia sudah memiliki hati. Cempaka tak tega melihat tukang rias yang kembali berjuang meriasnya.


"Kira-kira Om udah ijab qobul gak?" tanya Cempaka sambil berusaha untuk menjenguk keluar.


"Sebentar lagi katanya dapat info dari luar. Naskala masih baca beberapa doa."


Cempaka menyentuh dadanya yang berdetak sangat kencang. Oh Tuhan tolong selamatkan dirinya kali ini. Jangan biarkan ia pingsan di tempat ketika kata sah menggema.


"Cempaka masih kecil tapi sudah punya suami! Dan suami Cempaka adalah orang yang selalu ada di setiap pertumbuhan Cempaka," ucap Cempaka yang masih terheran-heran. Secara tak langsung tukang rias yang menemani Cempaka di dalam kamar pun mengikuti drama wnaita itu.


"Apa kamu terpaksa menikah?" tanya si tukang rias saat ia tak bisa menghentikan mulutnya untuk tidak bertanya sesuatu yang sangat menjanggal. "Maafkan saya jangan dijawab."


"Engga. Cempaka enggak terpaksa kok. Ditambah Cempaka itu cinta banget sama Om."


"Alhamdulillah kalau gitu saya bisa tenang."


Cempaka mengangguk mantap. Mereka mengobrol hingga tak menyadari jika di luar sana Naskala baru saja mengucapkan ijab qobul dengan sekali tarikan napas.


Kata sah juga sudah lepas dari para saksi. Dan datanglah seorang wanita yang merupakan masih saudara dari Adhila.


"Ayo Cempaka keluar temui suami kamu!"

__ADS_1


"Hah emang udah selesai nikahannya?" tanya Cempaka dengan polosnya.


"Iya pernikahan sudah selesai."


"Demi apa?" Cempaka menutup mulutnya seakan tak percaya jika dia sudah menjadi istri Naskala. Oh Tuhan seluruh persediaan tubuh dirinya saat ini benar-benar bergetar hebat.


Cempaka pun keluar dari kamar dan menghampiri Naskala yang ada di luar baru saja selesai mengucapkan ijab kabul. Cempaka bak orang tang tak mengerti apa-apa saat ia keluar dan melihat para undangan yang tak seberapa namun tak mengurangi kesan mewah tengah menatap dirinya.


Cempaka juga melihat Naskala yang meneteskan air mata menatap dirinya. Cempaka tersenyum lebar kepada suaminya itu dan Naskala membalasnya tak kalah lebar.


Cempaka pun dituntun untuk mendekati suaminya. Ia menatap Naskala dengan jarak yang begitu dekat. Cempaka terpana melihat ketampanan Naskala yang berkali-kali lipat dari sebelumnya. Naskala juga sama merasakan bahwa ia terpana melihat istrinya yang sangat cantik. Dandanan Cempaka membuatnya bisa melihat kedewasaan dari wajah wanita itu.


Tak ada lagi kesan anak-anak di dalam pandangan Naskala. Mungkin itu akan bertahan sesaat sebelum riasan itu luntur setelahnya. Tapi Naskala tak bisa membohongi naluri prianya yang tak bisa mengontrol dirinya sendiri saat melihat Cempaka yang begitu sangat cantik.


"Kamu cantik," puji Naskala mengalir begitu saja. Sementara matanya masih menatap sang istri tanpa mau mengalihkan pandangannya.


"Om juga Tampan." Naskala meletakkan jari telunjuknya di bibir perempuan tersebut.


"Jangan panggil Om lagi. Panggil Mas atau sayang."


Cempaka tertawa pelan dan memukul tangan Naskala. Hal itu dilihat oleh para tamu undangan dan menegur Cempaka agar tak melakukan KDRT padahal baru saja selesai menikah.


Cempaka merasa malu menjadi pusat perhatian. Ia pun meraih tangan Naskala dan mengecup tangan pria itu. Naskala juga melakukan hal yang serupa dan mengecup kening Cempaka dengan cukup lama.


Kemudian ia melepaskannya dan meletakkan tangannya di atas kepala Cempaka dan membaca beberapa doa untuk wanita yang sudah sah menjadi istrinya.


Para tamu undangan merasa baper dengan pengantin tersebut. Nasuha yang hadir pada acara itu menghapus air matanya karena tak menyangka jika sahabatnya sudah menemukan tambatan hati yang sah.


"Dia benar-benar sudah menikah," gumam Nasuha yang tak bisa melepaskan pandangan dari Naskala dan Cempaka. "Dan aku kapan?"


__________


Acara pernikahan tadi hanyalah bentuk formalitas bagi Cempaka. Mungkin hanya ada beberapa yang berubah dan setelahnya tampak biasa saja.


Cempaka juga sudah pindah ke kamar utama. Malam ini dia sudah tidur dengan Naskala hanya berdua. Tidak ada yang canggung karena dari ia kecil sudah sering tidur berdua bersama Naskala. Mungkin hanya Naskala yang merasakan itu karena dia yang sudah dewasa dan dia akan lebih merasa canggung.

__ADS_1


Naskala keluar dari kamar dan terkejut melihat Cempaka yang berbaring di tempat tidurnya dengan pakaikan tidur dan tak mengenakan hijab.


Hampir saja ia ingin menegur Cempaka tapi ia baru ingat jika wanita itu adalah istrinya.


Ia mengusap dadanya dan menertawakan kekonyolan dirinya. Bisa-bisanya ia lupa jika Cempaka sekarang sudah menjadi istrinya.


"Om!" panggil Cempaka.


Lamunan Naskala pun buyar. Ia menggelengkan kepalanya menyadarkan dirinya yang sudah jauh berhalu yang tidak karuan.


Naskala pun mendekati Cempaka dan menaikkan satu alisnya.


"Ada apa?"


"Besok Cempaka malas sekolah karena Cempaka capek!" keluh Cempaka dan Naskala pun setuju.


"Iya terserah kamu. Memang kamu butuh istirahat yang cukup."


"Nah tuh benar."


Cempaka pun bangkit dan rambutnya yang digerai tampak berantakan. Naskala yang melihat itu langsung berinisiatif untuk membenarkannya.


Naskala menyelipkan anak rambut ke telinga Cempaka. Ia kemudian menatap dari dekat wajah wanita itu yang sangat cantik apalagi dengan mata yang memandang bingung dirinya.


"Om mau apa?" tanya Cempaka ketakutan.


"Saya cuman melihat istri saya. Memangnya tidak boleh?"


"Eh boleh. Tapi gak gitu juga. Kan Cempaka takut."


Naskala tersenyum simpul dan menyentil kening Cempaka. "Cepat ambil wudhu kita sholat isya dan sekalian sholat sunah. Saya tau kamu pasti jarang sholat sunah, kan? Dan ketika kamu tidur sekamar dengan saya, saya akan mengawasi kegiatan beribadah kamu. Saya tau kamu sering bohong dulu ke Bunda." Cempaka menutup mukanya malu karena ketahuan telah melakukan hal tersebut diam-diam di belakang Adhila dan Toha.


_________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.


__ADS_2