Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 43


__ADS_3

Cempaka mendesah panjang. Tak ada kegiatan yang seru di rumahnya jika tak ada Naskala. Ia hanya sendirian tanpa ada yang menemani. Semenjak lulus kehidupan Cempaka dipenuhi dengan kebosanan yang tiada tara.


Ia ingin sekali mengumpat kepada dirinya namun ia sadar tak ada gunanya melakukan itu. Semua temannya berlibur dan hanya Cempaka yang tak ada melakukan kegiatan apapun bak orang bodoh dan pengangguran.


Memang ia mendapatkan rekomendasi dan bea siswa untuk kuliah di universitas Gajah Mada yang merupakan universitas terbaik selama ini.


Tapi belum saatnya untuk masuk sebab ia baru saja liburan. Cempaka ingin sekali ke kantor suaminya tersebut namum ia tak bisa melakukan itu karena dirinya sangat takut dengan orang-orang yang berbadan kekar.


Sebab terakhir kalinya Cempaka ke sana teman-temannya Naskala menakut-nakuti dirinya hingga Cempaka merasa traumatis untuk ke sana lagi. Wanita itu berjanji tak akan datang namun entahlah apakah janjinya itu akan goyah seiring waktu.


Sebab bagaimanapun Cempaka adalah anak yang mudah merindu. Baru saja ditinggalkan beberapa menit oleh orang yang bersarang di hatinya tersebut Cempaka sudah kalang kabut dan sibuk memikirkan Naskala.


"Ish Om kenapa lama banget sih." Cempaka mendumel seperti anak kecil.


Ia langsung menepuk mulutnya yang sudah berbicara yang tidak-tidak. Tanpa sadar Cempaka menyebut Naskala dengan sebutan Om yang manakala jika pria itu mendengarnya maka tamatlah riwayat Cempaka.


"Huh untung gak ada Om."


Cempaka bisa bernapas lega sebentar. Kemudian wanita itu pun pergi dari ruang tamu dan memutuskan untuk ke kamar.


Di dalam kamar Cempaka berganti baju dengan baju yang cukup fashionable. Ia menggunakan celana kulot Jenas lalu mengunakan baju kemeja putih. Kemudian dilapisi dengan cardigan rajut berwarna crem. Setelah itu ia mengenakan pashmina berwarna moka.


Merasa cantik dengan tampilannya, Cempaka tersenyum lebar di depan kaca. Ia belum bisa berpakaian yang lebih syar'i tapi ini sudah cukup bagi Naskala.


Ia pun mengambil sneakers berwarna putih dan berhak cukup tinggi agar bisa menambah tinggi badan Cempaka yang pendek ini.


Ia pun kemudian mengambil tas berwarna hitam dan keluar dari dalam kamar.


Bibi yang melihat penampilan rapi Cempaka mengerutkan kening bingung.


"Mau ke mana Non?"


"Oh iya Bi nanti kalau ada yang cariin Cempaka bilang aja kalau Cempaka lagi ke Gramedia."


"Oh baiklah Non."


Cempaka pun keluar dengan menggunakan supir pribadi. Tanpa sepengetahuan Cempaka sebelum mereka pergi sang supir lebih dulu menelpon Naskala dan mengatakan kepergian Cempaka.

__ADS_1


Cempaka pun akhirnya menaiki mobil Alphard tersebut dan tak lama ia pun sampai ke tempat tujuan.


Cempaka paling senang membaca novel bergenre romance. Ia pun mencari beberapa novel dari beberapa genre. Di mana ia memilih novel dengan judul Dear Nathan dan juga Apartemen 127, dan Teluk Alaska. Di mana Novel itu adalah novel kesukaannya. Ia sudah pernah membaca novel tersebut di sebuah paltform sebelum akhirnya diterbitkan dan bab di paltform itu dihapus hingga membuatnya penasaran apa kelanjutan dari novel itu.


"Wish kayaknya mantap banget novel ini," gumam Cempaka sembari menatap cover novel itu yang benar-benar menggugah selera.


Cempaka menarik napas panjang dan mengambil novel itu. Ia pun membawanya ke kasir untuk membayar novel tersebut. Tak lama ia pun memutuskan untuk membaca di tempat itu.


Karena ia juga kalau pulang merasa bosan sendiri karena tak ada kegiatan yang benar-benar menyenangkan di rumah.


____________


Cempaka tak bisa berlama-lama di tempat buku itu. Ia pun memutuskan untuk menghabiskan waktunya di mall.


Cempaka yang notabennya masih berpikir seperti anak-anak lantas memutuskan untuk bermain game yang masih diperuntukkan untuk anak-anak.


Ragam permainan ia mainkan sendirian dan tak ada teman. Ia tak peduli yang penting dirinya bisa happy menikmati waktu.


Cempaka menarik napas panjang. Ia pun berhenti bermain tatkala merasa bosan. Cempaka pun berjalan gontai dan tak ada minat lagi karena ia melihat semua orang membawa temannya sementara dirinyalah tak memiliki siapapun untuk ia ajak.


Wanita itu kemudian berjalan tak nyaman. Ia menarik napas panjang dan mengepalkan tangannya.


Cempaka yang tak begitu fokus berjalan hingga membuatnya tak sadar tengah menabraknya dada bidang seseorang. Cempaka mengasuh kesakitan dan kemudian mengangkat kepalanya. Ia mengerutkan kening merasa kenal. Otaknya ngelag untuk beberapa saat hingga sentilan keras di keningnya membuat wanita itu tersadar.


Ia menutup mulutnya dan kemudian langsung memeluk pria itu.


"Mas!"


"Hm." Naskala kemudian mengecup puncak kepala Cempaka.


"Mas ngapain di sini?"


"Kenapa? Tidak boleh?"


"Bukan seperti itu."


"Karena Mas tau pasti kamu kesepian."

__ADS_1


Cempaka benar-benar bangga kepada Naskala yang tahu dengan isi hatinya. Mereka pun lantas memutuskan untuk menikmati permainan yang ada di mall itu bersama-sama.


Baik Cempaka maupun Naskala merasa sangat bahagia dengan moment tersebut.


Mereka pun memutuskan untuk bermain trampoloin. Lonjakan serat lonjakan yang membuat mereka melayang.


Naskala menangkap tubuh Cempaka lalu memutarkan tubuh mereka hingga sama-sama terjatuh. Mereka pun menatap ke atas dengan napas yang tersengal-sengal.


Naskala memandang Cempaka yang sedang kelelahan. Tampak peluh menghiasi keningnya.


"Lelah ya?" tanya Naskala kepada wanita itu.


Cempaka menatap ke arah Naskala lalu menggelengkan kepalanya.


"Gak kok. Cempaka capek aja."


Naskala merasa gemas kepada istrinya itu. Ia bertanya-tanya apakah bedanya dengan pertanyaannya.


"Kamu ini dasar yah. Buat mas gemas aja."


Cempaka tertawa dan kemudian memeluk tubuh Naskala dengan sangat erat dan tak ingat jika mereka sedang berada di tempat umum.


Naskala terkejut dan menyambut pelukan itu.


"Kamu tidak malu? Semua orang tengah memperhatikan kita." Cempaka menatap ke arah sekitar dan baru tersadar hingga ia pun langsung menjauh dengan wajah memerah.


Bagaimana tidak semua pasang mata yang ada di sana tengah memperhatikan mereka apalagi di sana juga ada anak-anak.


"Kenapa Mas gak bilang?"


"Lah tadi kan Mas bilang.". Naskala hanya bisa mendesah pasrah.


_________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

__ADS_1


__ADS_2