
Kebahagiaan tak bisa disembunyikan dari raut wajah Cempaka. Rasa cinta sesungguhnya ternyata cepat ia dapatkan dalam kehidupan. Tak menyangka jika jodohnya berada di dalam satu rumah dengannya bertahun-tahun lamanya.
Cempaka tak bisa melepaskan tatapannya dari dua orang wanita yang ada di dalam foto. Itu adalah foto Adhila dan juga ibunya. Orangtua yang sangat Cempaka sayangi.
Ia ingin sekali mereka ada di sini menyaksikan kebahagiaan Cempaka yang tiada tara ini. Cempaka benar-benar tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Mungkin hanya dari isyarat saja orang sudah tahu jika ia adalah wanita paling bahagia di dunia.
Senyumnya pudar tatkala air mata jatuh ke pipinya. Antara pilu dan juga sedih yang bercampur menjadi satu. Sebuah perasaan yang terselip namun tak bisa dijabarkan oleh dirinya sendiri.
Naskala yang baru saja selesai mandi melihat istrinya itu tengah memperhatikan foto kedua orang tuanya membuatnya juga ikut terdiam. Ia mengerti dengan prasarana Cempaka.
"Bunda! Mama! Asal kalian tahu, Cempaka adalah wanita yang paling bahagia saat ini. Kalian pasti melihat dari tas jika Cempaka sangat bahagia dan Cempaka ingin kalian juga ada di sini aja ikut merasakan kebahagiaan Cempaka." Monolog yang sangat menyakitkan selama ini.
Naskala tak bisa menahan air matanya. Tampak mata indah itu berkaca-kaca dan dirinya berusaha untuk menghalau air mata tersebut agar tak keluar. Sekali saja dia berkedip maka cairan tersebut akan tumpah.
Naskala menarik napas panjang dan kemudian menghampiri Cempaka. Ia pun memeluk wanita itu dengan sangat erat lalu mengecup kening Cempaka.
Cempaka tersentak namun beberapa menit kemudian ia pun mulai beradaptasi dengan pelukan hangat yang diberikan oleh Naskala.
"Jangan sedih." Naskala mengusap air mata Cempaka dan mengecup pipi tersebut yang meninggalkan bekas jejak air mata.
"Cempaka gak sedih."
"Anak cantik dan baik." Naskala bangga memiliki Cempaka.
Cempaka tersenyum lebar. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Naskala dari bawah. Mereka pun saling melemparkan senyum sebelum akhirnya Naskala lantas memutuskan untuk mendekatkan wajahnya.
Naskala menyatukan bibir mereka dan memperdalam ciuman tersebut hingga ciuman tersebut berakhir dengan penuh liar dan juga nafsu.
Sementara itu Nakslaa mati-matian mengendalikan dirinya agar tak terlalu jauh menjamah Cempaka.
Hal tersebut berlaku begitu saja sebelum akhirnya keudanya pun sama-sama terdiam dan saling memandang. Mereka merasa canggung dan lantas sama-sama mundur dan terkejut.
Naskala menyentuh bibirnya dan demikian Cempaka juga seperti itu. Cempaka benar-benar mati kutu dan kebingungan. Ia tak bisa menatap Naskala saking malunya.
Naskala tersenyum-senyum salting. Sementara itu tak jauh beda dengan Cempaka yang juga tersenyum malu-malu kucing.
__ADS_1
"Om!"
"Mas aja."
"Mas," ucap Cempaka.
Naskala yang mendengar panggilan itu tak bisa mendeskripsikan keadaan jantungnya sekarang. Benar-benar berdetak kencang dan tak bisa dikendalikan.
Panggilan mas yang sangat lembut di telinganya mampu meningkatkan sesuatu yang ada di dalam tubuhnya. Seperti ada desiran hangat yang menjalar di perutnya hingga ia hanya terdiam memandangi Cempaka penuh dengan pujaan.
"Kamu jangan buat mas seperti ini." Naskala menarik perut Cempaka dan kembali meraup bibir Cempaka penuh dengan kebrutalan hingga Cempaka terjatuh ke kasur.
Sementara itu pasangan tersebut menikmati peran mereka bak suami istri yang sudah dihalalkan. Tidak tahu akan sampai mana mereka melayang. Mungkin kah akan kembali jatuh ke dasaran?
_________
Cempaka terbangun dan ia terkejut menatap dirinya yang setengah telanjang. Pikirannya sudah kemana-mana dan tak tahu harus bagaimana untuk bersikap. Kemungkinan-kemungkinan yang menakutkan terus menghantui pikirannya dan membisikkan yang membuat tubuh Cempaka merinding dan lekas menjauh.
Naskala pun terbangun. Ia menatap jam dan sangat terkejut tatkala melihat jam yang sudah menunjukkan jika hari sangat siang.
"Om."
"Cempaka maaf."
"Om kita ngapain aja?" tanya Cempaka dengan tubuh yang bergetar.
Naskala pun lantas berpikir kembali dan memutar waktu yang sudah terjadi. Helaan napas lega pun dihembuskan oleh pria itu saat mengingat memori yang sudah mereka lakukan.
"Ternyata kita tidak melakukan apapun. Mas minta maaf atas malam tadi. Untung Mas bisa nahan."
Yah sangat beruntung hingga Cempaka lega. Karena seingatnya ia ketiduran tadi malam dan setelah itu ia pun tak mengingat apapun.
Cempaka lantas mendekati Naskala dan memberikan tatapan peringatan saat mata Naskala yang tak bisa dikondisikan oleh pria itu.
Naskah tertawa sembari beristighfar.
__ADS_1
"Ternyata kita sama-sama tidak sholat tadi Subuh."
Tampak ada raut kurang bahagia di wajah Naskala setelah menyadari akan hal itu. Ia pun hanya bisa menarik napas panjang dan kemudian turun dari ranjang.
"Siapa yang mandi duluan?"
"Mas aja."
"Oh iya kamu tadi masih manggil Mas Om, kan? Awas aja sekali lagi manggil gitu Mas bakal hukum."
Cempaka rada geli memanggil Naskala dengan sebutan Mas. Sungguh tak biasa apalagi selama ini Naskala adalah rival nya dan tak pernah terpikirkan sedikitpun oleh perempuan tersebut untuk bermesraan dan juga memanggil Naskala dengan sebutan yang romantis. Namun apa daya saat ini status mereka sudah berbeda bukan lagi rival tapi pasutri yang sedang dimabuk cinta.
"Iya Mas. Mas aja yang duluan mandi." Cempaka memasang wajah yang ingin muntah, Naskala yang melihat itu lantas mendekati Cempaka dan menarik telinga perempuan tersebut.
"Ekspresi apa yang kamu pasang, hm? Istri ku yang cantik tidak boleh seperti itu kepada suami mu yang tampan ini."
Cempaka kembali hendak muntah tapi ia langsung berhenti saat melihat wajah Naskala yang penuh peringatan menatap dirinya.
Cempaka sangat ketakutan dengan tatapan tajam itu hingga pada akhirnya ia pun menyerah dan tersenyum lebar.
"Maaf Mas."
"Kita mandi sama-sama aja."
Cempaka panik bukan main saat mendengar ajakan tersebut. Sampai kapanpun ia tak akan mau mandi bersama.
"Mas gila? Gak mau!! Cempaka aja yang mandi dulu."
Karena saking takutnya, Cempaka lari terbirit-birit dan mengunci pintu kamar mandi dengan sangat kuat hingga Naskala tak bisa masuk.
______
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.
__ADS_1