Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 11


__ADS_3

Akhir-akhir ini Naskala sangat jarang menegur dirinya. Setelah pengakuan Cempaka yang benar-benar mengejutkan Naskala, Naskala pun berusaha untuk menjauhi Cempaka.


Ia menjadi sosok yang sangat asing bagi Cempaka. Pengakuan kedua kalinya ini benar-benar sangat berdampak buruk. Cempaka benar-benar didiamkan dan Naskala juga tidak seperti yang dulu ia kenal.


Pria itu dingin namun tetap sangat peduli padanya. Namun sekarang tidak lagi sama seperti itu.


Naskala selalu pergi sangat pagi dan pulang juga malam. Terkadang ia juga tak akan pulang hingga membuat Cempaka tak bisa bertemu dengan Naskala.


Jika pun Naskala pulang dan ia sempat bertemu dengan pria itu tetap saja Naskala menganggapnya sebagai patung dan selalu mengabaikan dirinya.


Padahal sudah sangat jelas resikonya dan begonya lagi Cempaka tetap menyatakan perasaan tersebut. Sebab hal itu tak bisa ia tahan.


"Bunda! Kak Naskala belum pulang?"


Adhila mengerutkan keningnya. Sudah dari kemarin ia sangat heran kenapa Naskala dan Cempaka tak bertegur sapa. Ia mengira mungkin sesuatu telah terjadi pada hubungan mereka.


"Ada apa dengan kalian? Kenapa Bunda meras kalian semakin menjauh?"


"Tanyakan saja pada anak Bunda. Dia selalu aja kaya ngehindar dari Cempaka."


Adhila pun mengernyitkan keningnya. Ia berusaha untuk menerawang ke dalam hubungan mereka.


"Mungkin kamu sudah melakukan sesuatu kepada Kak Naskala? Bunda sangat tahu jika Kaka itu mudah perasa dan dia akan merajuk."


Cempaka mengigit bibirnya. Ia harap hubungan tak bernyawa ini tak selamanya seperti itu. Ia bingung memikirkan cara untuk meminta maaf. Terlebih lagi Naskala pasti tidak mudah untuk memaafkannya.


Mungkin saja pengakuannya kemarin menyinggung perasaan Naskala. Oh Allah tidak maksud Cempaka seperti itu.


"Aduh gimana kalau misalnya Om marah sama aku? Tapi... Aku gak bisa kalau gak sama Om. Tapi aku juga gak bisa maksain Om buat suka sama aku," keluh Cempaka dalam hati.


Adhila tersenyum lebar dan mengusap kepala Cempaka.

__ADS_1


"Sudah atuh neng, jangan dipikirkan. Mungkin emang Kaka Naskala itu gak punya waktu untuk ngurus kamu dan juga bertemu kamu. Apalagi dia tuh akhir-akhir ini sangat sibuk. Ditambah ada pembunuhan yang terjadi di markasnya. Kemarin aja Kaka mu itu sampai dicurigai dia pembunuhnya," jelas Adhila yang membuat kaget Cempaka.


"Hah serius? Yaampun! Tante! Om gak bersalah kan? Gak mungkin lah Om Kala yang ngelakuin. Secara kan Om itu baik dan juga alim."


"Bunda juga berharap seperti itu. Kaka mu tidak bersalah dan tidak terjadi sesuatu padanya. Kita do'akan saja semoga dia baik-baik saja. Bunda sangat khawatir dan gak bisa tidur."


"Cempaka rasa Cempaka juga bakal kaya gitu."


Adhilla menarik napas panjang dan menatap Cempaka dengan tatapan yang cukup dalam.


"Ini alasan bunda itu untuk tidak menceritakan ke kamu kemarin. Kamu itu masih kecil apalagi bunda tau kalau kamu sayang banget sama om dan takut om kenapa-kenapa. Dan benar dugaan bunda kalau kamu akan khawatir seperti ini. Apalagi ayah juga terjadi masalah di Papua. Padahal hari ini harus pulang."


Cempaka berpikir sejenak. Kenapa banyak sekali maslah berat yang Cempaka rasa ia tak sanggup untuk mengatasinya dan sangat di luar otak kecilnya. Sepertinya betul apa yang dikatakan oleh Naskala dan Tante Adhila bahwa ia masih kecil.


Sejatinya kedewasaan tidak diukur dari umur tapi cara berpikir dan Cempaka rasa ia belum dewasa.


"Bunda Cempaka takut."


Cempaka mengangguk. Ia pun masuk ke dalam kamar dengan banyak beban pikiran seolah dia adalah seorang detektif yang tengah menyelesaikan banyak tugas.


"Kapan Om bisa pulang ya?"


__________


Naskala baru saja selesai dari pemeriksaan. Ia adalah salah satu tentara yang diduga terlibat dalam pembunuhan salah seorang letnan Adi.


Meskipun tidak ada bukti yang mengarah kepadanya namun karena ia salah satu orang yang bekerja bersama Letnan Adi makanya dia tetap diperiksa.


"Tenanglah. Kau tidak mungkin bersalah."


"Tidak apa. Kebenaran pasti akan terungkap. Aku masih tenang."

__ADS_1


"Lagipula gila kalau kamu terlibat. Kamu saja yang berusaha untuk menyelamatkan letnan Adi dan bisa-bisanya difitnah kamu terlibat," ucap Letda Nasuha yang merupakan salah satu sahabat Naskala.


Naskala adalah seorang letnan satu di tentara. Pangkat itu ia raih dengan susah payah dan bukan hasil dari menggandeng nama besar ayahnya.


Ia benar-benar salah satu tentara yang sangat berprestasi. Banyak juga dari anggota tentara yang tak percaya dan beranggapan jika orang yang menuduh Naskala adalah salah satu penjahatnya.


"Brigadir Mahmud benar-benar tidak punya hati menuduh orang sembarangan," kesal Nasuha.


Hal itu lantas saja membuat marah Naskala. Ia menegur sahabatnya yang sudah berbicara sembarangan. Tentu saja hal tersebut nantinya bisa menimbulkan masalah yang lebih serius.


"Kamu kok ngomong nya kaya gitu. Tidak baik. Jika kamu asal ngomong kaya gitu ntar kamu ikutan diperiksa."


Nasuha menarik napas panjang dan menepuk punggung Naskala beberapa kali. Naskala teringat dengan bocah kecil di rumahnya. Wanita yang sangat menggemaskan dan selalu saja mengganggunya setiap hari. Atau tidak dia akan berteriak di telinga Naskala hingga membuat Naskala hampir saja akan kehilangan pendengarannya.


Cempaka, wanita yang sudah hidup dengannya cukup lama. Orang yang sangat ia sayangi.


Saat mendengar pengakuan Cempaka kemarin membuat Naskala sangat syok dan tak menyangka jika Cempaka memiliki perasaan yang sangat ia takuti. Ia mulai sadar jika Cempaka bisa jatuh cinta kepadanya tatkala saat itu Cempaka berusia 16 tahun. Dan dari umur tersebut Naskala sudah berusaha untuk menghindari Cempaka.


Semua itu ia lakukan untuk kebaikan Cempaka. Sebagai mana mungkin Cempaka tak boleh mencintai dirinya. Mulai dari umur yang sangat terpaut jauh dam juga Naskala ingin Cempaka memiliki seorang pendamping yang bukan seorang abdi negara. Ia tak ingin Cempaka merasakan sakit dua kali setelah ayahnya yang seorang abdi negara meninggal dengan cara yang sangat menggenaskan. Ia sedang berusaha membuat Cempaka bahagia.


Cempaka sudah ia anggap sebagai seorang adik dan seorang kakak tidak boleh menyukai adiknya. Naskala berusaha untuk mengindari perasaan itu dan ia seorang pria yang lemah dengan wanita. Apalagi Cempaka sangat cantik dan juga mampu membuatnya tersenyum, dan Naskala takut jatuh cinta dengan Cempaka.


Ia tak akan pernah bersama Cempaka yang hanyalah seorang adik bagi Naskala.


"Ah iya bro siapa nama adik kamu yang cantik dan menggemaskan itu? Itu anaknya Letnan Malik?"


"Cempaka? Iya dia adalah salah satu anak dari ajudan Papa yang benar-benar sangat setia. Makanya kami mengangkat dia sebagai keluarga untuk membalas semua jasa ayahnya." Sikap Naskala hanyalah sebagai bentuk tebusan yang berubah menjadi sayang sebagai seorang kakak kepada adiknya.


_________


Tbc

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.


__ADS_2