Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 45


__ADS_3

Cempaka menatap kepergian Naskala yang akan ke kantor dengan beberapa barang yang dibawanya. Mereka pun mulai berpisah dan Cempaka akan naik mobil pribadi ke Jogja.


Padahal mereka akan kembali bertemu beberapa jam kemudian ketika sudah sampai di Jogja tapi reaksi Cempaka tampak berlebihan dan tak ingin melepaskan Naskala dan terus memeluknya dengan erat seakan takut jika pria itu tak akan bersamanya lagi.


"Cempaka takut."


"Kamu ini seperti Mas akan pergi jauh dan tak akan kembali lagi. Padahal kan kamu juga ikut ke sana. Nanti kita juga akan ketemu pas sampai di Jogjakarta."


"Ya tahu."


"Terus kenapa gak mau lepas kaya gini? Mas juga harus berangkat sayang."


"Eumm!"


Naskala pun bersikap lebih sabar lagi terhadap istrinya ini. Ia pun mengusap kepala Cempaka penuh dengan rasa haru dan juga rasa kasih sayang yang telah menyatu dengan dirinya. Begitu besar perasaan Naskala yang ia berikan kepada istrinya itu.


"Udah yah sayang. Kamu tenang saja. Mas pasti akan bersama kamu dan ketemu kamu. Jangan berlebihan reaksinya. Nanti Mas akan langsung ke rumah kita."


Cempaka pun menganggukkan kepala lemah dan terpaksa melepaskan pelukannya dari Naskala. Naskala menghampiri wanita itu dan kemudian mengecup puncak kepala Cempaka penuh dengan hikmat.


"Kamu jangan buat Mas kangen dan tidak bisa meninggalkan Mas seperti ini. Kamu tahu rasanya ketika kamu mengatakan rindu dan tak ingin berpisah dengan Mas? jantung Mas itu berdebar kencang tidak karuan. Mas tahu mas tak akan bisa mengelak perasaan ini. Intinya Mas ingin kamu tahu kalau Mas tidak bisa pisah dari kamu. Istriku, cantikku."


Cempaka rasanya sangat terharu mendengar penuturan yang keluar dari mulut Naskala. Ada kebahagiaan yang melingkupi dirinya saat Naskala menyebutkan itu. Apalagi semua kata-kata yang dikeluarkan oleh Naskala terdengar sangat romantis dan tak bisa jika tak dipikirkan terus menerus.


"Mas! Makasih ya udah milih Cempaka sebagai istri Mas. Cempaka kira tidak akan pernah bisa bersama. Cempaka emang sayang Mas dari kecil tapi Cempaka sendiri terkejut kalau Cempaka akan menjadi istri Mas."


"Dan mas juga begitu." Mereka tak menyangka jika jodoh mereka sangatlah dekat dan selama ini ada di sisi mereka.


Ternyata hanyalah orang satu rumah mereka. Kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Jika orang-orang tahu pasti akan membuat kisah mereka ini seperti di novel-novel romansa.


"Mas kira-kira gimana yah rekasi teman Mas dan Cempaka kalau dia tahu kalau kita ini udah nikah."

__ADS_1


"Paling terkejut."


Mereka pun tertawa dan sebelum akhirnya mobil pribadi yang sempat mengisi bensin di perempatan pun datang untuk menjemput Cempaka. Cempaka akan pergi menggunakan mobil pribadi sedangkan Naskala akan pergi bersama para anggota lainnya.


Cempaka mengercutkan bibirnya karena sudah saatnya untuk dirinya berpisah dengan Naskala.


"Mas! Cempaka naik duluan yah."


"Iya sayang."


Cempaka pun masuk ke dalam mobil dan kemudian Naskala membantu sang supir untuk memasukkan semua barang-barang Cempaka ke dalam mobil.


Cempaka menarik napas panjang dan melambaikan tangannya kepada sang suami sebagai bentuk perpisahan mereka. Naskala yang melihat kepala istrinya itu menyembul di kaca mobil hanya tersenyum samar.


Ia pun membalas lambaian sang istri itu. Kemudian mobil yang membawa Cempaka perlahan hilang dipandangan Naskala.


Dan pun tak lama mobil yang akan membawa Naskala ke kantor juga sudah datang. Cempaka masuk ke dalam dan membawa beberapa barang yang akan ia bawa bersamanya.


Ia rasa juga bisa melakukan sendiri untuk melakukan pindahan ke rumah baru dan kebetulan semuanya sudah disiapkan dan hanya perlu tinggal ditempati saja.


__________


Cempaka menyipitkan matanya ketika melihat rumah besar di depannya. Ia tak menyangka jika rumah itulah yang akan ditempatinya di Depok ini.


Ini sangat megah dan tak kalah besar dari rumah utama mereka di Bandung. Cempaka menggelengkan kepala. Dari mana Naskala mendapatkan uang sebanyak ini untuk menyewa rumah besar seperti ini.


Cempaka hanya menggelengkan kepala takjub. Tapi mengingat warisan yang ditinggalkan oleh Adhila dan Toha sangat banyak seketika menutup ketidak mungkinan yang sempat bersarang di otak Cempaka.


Ia pun mendapatkan sedekah dari harta warisan tersebut. Adhila dan Toha sangat baik, dan meninggalkan beberapa harta mereka untuk diberikan kepada Cempaka. Terlebih lagi ia bukanlah anak kandung dan tak akan mendapatkan harta warisan jika tidak berkat kebaikan Adhila dan Toha.


Mereka pun membagi hartanya sepadan dengan Naskala. Seperti ia juga mendapatkan warisan dari mereka. Tapi sayangnya Cempaka tak tahu bagaimana warisannya yang berbentuk beberapa aset itu karena semuanya diurus dan dipegang oleh Naskala.

__ADS_1


"Huh Mas mah kalau banyak uang dihambur-hamburkan. CK ck ck." Cempaka juga tak tahu atas dasar apa ia bisa berpikir demikian.


Ia hanya iseng dan menepis otaknya yang memang rada-rada singklek akhir-akhir ini.


Ia pun masuk ke dalam rumah dan menyambut kedatangannya dengan penuh semangat padahal hanya ada dia sendiri di dalam rumah semegah ini yang penuh dengan hiasan yang membuat Cempaka ternganga menyaksikan kemegahan rumah yang akan ia tempati.


Sang supir juga membantu mengangkat beberapa barang Cempaka dan Naskala ke dalam. Sementara itu sang majikan berkeliling untuk beradaptasi dengan alam sekitar.


Cempaka masih sangat syok saat mendapati beberapa ornamen indah di bangunan ini. Bangunan yang bercampur dengan keindahan klasik yang sangat luar biasa hingga mampu membuat mulutnya berdecak kagum.


Selain itu rumah ini berhadapan langsung dengan kebun teh yang sangat indah. Cempaka bahkan terkejut betapa pintarnya Naskala kali ini memilih rumah.


"Selain jago matematika, jago Fisika, Kimia, ternyata Om juga jago milih rumah."


Cempaka tak habis pikir dengan suaminya ini. Ia pun beralih untuk melihat-lihat ke kamar pribadinya dengan Naskala.


Baru saja membuka pintu dan Cempaka langsung memerah karena kamar mereka didominasi putih dan ada kelopak mawar di atas ranjang yang membuat Cempaka bingung apa fungsi dari kelopak mawar merah..


"Nyerakin aja."


Cempaka hendak membuang kelopak merah itu ke lantai namun kebetulan supir mereka masuk dan cepat mencegah keinginan dari wanita itu.


"Nona jangan dibuang! Kata Tuan tadi sengaja untuk malam pertama." Cempaka hendak menyemburkan liurnya ketika mendengar pengakuan dari supir itu.


Apa yang sudah dikatakan oleh sang supir membuatnya sangat malu terlebih lagi supirnya adalah seorang pria. Cempaka saja tahu jika telinganya memerah saat menyebutkan itu. Tak jauh beda kondisinya dengan Cempaka.


_________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

__ADS_1


__ADS_2