Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 27


__ADS_3

Cempaka berlari kencang seakan tengah mengindari Reyhan yang berusaha untuk menjelaskan yang sebenarnya kepada Cempaka.


Sementara itu Cempaka merasa kecewa kepada Reyhan yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya sendiri yang begitu sangat ia sayangi. Cempaka menganggap Reyhan orang baik yang tidak mungkin melakukan kejahatan kepada seorang wanita.


Namun bukti yang ditunjukkan kepadanya hari ini benar-benar mengguncang Cempaka.


Nanda yang melihat hal itu langsung menghampiri Cempaka dan memeluk wanita itu dengan sangat erat.


"Yang sabar mungkin semua ini adalah ujian buat kita."


"Tapi aku masih gak nyangka kalau dia melakukan itu kepada seorang wanita. Reyhan benar-benar bejat."


Nanda menarik napas panjang dan mengusap punggung Cempaka penuh dengan kelembutan.


"Cempaka! Ada sesuatu yang kita tidak diketahui oleh orang lain! Apa yang kamu lihat belum tentu itu adalah kebenarannya. Bisa jadi itu hanyalah sesuatu kebohongan yang tampak nyata."


Cempaka terisak-isak dan menghapus air matanya. Ia melepaskan pelukannya dari Nanda. Ia menatap kagum Nanda yang memiliki pikiran yang positif serta dipenuhi dengan auranya yang cantik.


"Cempaka!" Nanda menarik napas panjang, "jangan nangis! Dan kamu akan mendapatkan jawaban yang sesungguhnya." Ada makna dari ucapan yang dilontarkan oleh Nanda.


"Maksud kamu apa?"


"Apa yang dikatakan oleh Reyhan tadi memang faktanya. Dia adalah orang yang menjadi korban dari semua ini. Dia rapuh Cempaka. Tidak ada yang tahu akan hal itu bukan?" tanya Nanda dengan senyum pahit.


"Cepat katakan ada apa?" Kali ini malah dirinya yang panik bukan main. Seperti ada yang tengah sengaja mereka sembunyikan dari dirinya.


"Seperti yang kau tahu jika kami sangat dekat dari kecil. Orangtua kami bersahabat dan ada beberapa masalah yang ia sembunyikan mengenai keluarganya yang aku tahu selama berteman dengannya. Aku tak begitu sangat mengenali dia namun aku cukup tahu tentang dirinya. Bahkan gelagat ketika ia pertama kali jatuh cinta kepada mu sudah sangat dapat ditebak oleh ku. Mungkin ini adalah perbuatan dari sepupunya yang tidak senang dengan Reyhan dan menjebak Reyhan. Oh iya sepupunya itu tinggal serumah dengan dia. Mereka hidup penuh dengan aura permusuhan. Aku tahu Reyhan tak pernah nyaman dengan hidupnya sendiri."


Cempaka malah tertarik dengan drama itu. "Ish kasihan banget Reyhan kalau itu beneran."


"Ini semua real gak rekayasa. Kamu diam dan jaga mulut jangan sampai Reyhan tau kalau aku ceritakan ini ke kamu."


Cempaka mengangguk. Ia pun mulai sedikit tenang dan menatap ke arah lapangan. Di sana Reyhan tampak frustasi dan dua orang korban dari kezaliman tersebut begitu memprihatikan dan mengiris hati Cempaka.


"Kasihan banget mereka. Bukan keinginan mereka untuk mendapatkan takdir seperti itu."


"Mereka berdua benar-benar hancur. Tidak pendidikan tapi masa depan mereka juga."

__ADS_1


Entah kenapa saat ini Cempaka ingin memeluk Reyhan dan menguatkan pria itu. Ia juga merasa bersalah karena sudah membentak Reyhan dan menyalahkan pria itu.


"Cempaka! Mungkin setelah ini Reyhan akan menikah dengan wanita itu. Apa kamu tidak sedih?"


"Sebenarnya aku sedih, tapi ini untuk kebaikan mereka juga. Sebagai sahabatnya aku akan berusaha baik-baik saja dan menganggap pernikahan mereka adalah sebuah ikatan yang suci dan bukan karena sebuah kesalahan."


Nanda menatap Cempaka tak percaya. "Kenapa kamu belum bisa mengerti juga Cempaka?"


"Maksudnya apa?" tanya Cempaka bingung.


"Cempaka dia suka sama kamu."


"Tapi aku tidak bisa menerimanya. Cempaka sudah mencintai orang lain. Lagipula hati tidak bisa dipaksakan, bukan?"


Nanda mengangguk membenarkan. Mungkin ini adalah jawaban yang paling diinginkan Reyhan. Dia membutuhkan jawaban Cempaka yang akan menentukan jalannya Reyhan.


"Mungkin saat ini Reyhan sangat hancur. Kamu jangan temui dia dulu agar hatinya tidak makin terpuruk kepadamu. Dan berharap lebih."


Cempaka mengangguk.


Reyhan menatap Cempaka dengan raut yang sangat sedih. Mengetahui perbuatan Reyhan pihak sekolah langsung memberikan hukuman kepada siswanya tersebut agar tidak sekolah beberapa Minggu.


Sementara orangtuanya Reyhan juga sudah dipanggil. Tampak orangtua dari Reyhan sangat marah kepada anaknya yang sudah melakukan hal itu.


Tanpa rasa malu mereka berteriak memarahi Reyhan selaku anaknya sendiri di depan umum dengan suara yang sangat kencang. Cempaka meringis mendengar mereka terus memberikan omelan kepada Reyhan.


Pasti saat ini hati Reyhan benar-benar hancur. Saat melewati dirinya, Cemapaka memberikan senyum semangat untuk Reyhan.


Sedikit hal itu mampu mengembalikan keceriaan Reyhan. Reyhan merasa yakin saat ini mendapatkan dukungan dari orang yang paling dicintainya.


Sementara itu bertepatan juga para murid sedang pulang sekolah. Naskala yang baru datang menjemput Cempaka heran melihat Reyhan yang dimarahi orangtuanya.


"Ada apa?"


"Reyhan melakukan kesalahan." Naskala menaikkan alisnya saat melihat ayah dari Reyhan yang sangat tidak asing di matanya.


Ia pun mengingat kembali di mana dirinya pernah melihat pria itu? Seketika mata Naskala langsung melebar saat ia ingat jika ia pernah bertemu dengan pria itu di TKP saat ajudan sang ayah, Malik, mati ditembak dan juga di pemakamannya. Selain itu ia juga pernah melihatnya jika ayah dari Reyhan itu juga hadir saat pemakaman sang ayah dan ibu. Tapi ia tak pernah menyangka jika dia adalah ayah dari Reyhan.

__ADS_1


Tapi Naskala tak tahu identitas ayah Reyhan. Apakah dia dari institut tentara atau bukan.


"Om kenapa melamun?"


"Saya merasa tidak asing dengan ayah teman mu itu."


"Lah gimana sih? Kok kaya tidak asing. Mungkin pernah ketemu di beberapa event?"


Naskala menatap istrinya yang masih sangat polos. Ia belum bisa menceritakan kepada Cempaka yang sebenarnya.


"Ayo kita pulang saja."


Cempaka mengangguk dan mengikuti Naskala masuk ke dalam mobil. Setelah itu Naskala meninggalkan sekolah Cempaka.


Cempaka masih mengintip dari kaca. Ia melihat Reyhan ditampar dan Cempaka langsung memegang wajahnya.


"Kenapa?"


"Kasihan banget Reyhan dia dipukul sama ayahnya!" Naskala melirik dari kaca spion.


"Oh iya siapa sebenarnya ayah dari teman mu itu? Maksud saya pekerjannya."


Cempaka pun berusaha mengingatnya apakah pernah Reyhan bercerita.


"Kurang tau. Tapi Cempaka ingat kalau tidak salah Reyhan bilang ayahnya pengusaha. Tapi tidak tau benar atau tidak karena Cempaka lupa-lupa ingat. Hehehe!"


Naskala menggelengkan kepalanya melihat istrinya yang amat menggemaskan.


"Dasar!"


"Hehehe ya maaf Om. Kan orang lupa kaya gitu."


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

__ADS_1


__ADS_2