Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 29


__ADS_3

Teror semakin hari semakin jadi. Cempaka yang tak begitu mengetahui apa yang sebenernya terjadi hingga ia hanya bisa bingung ketika Naskala yang selalu membuka tirai dan ia ada melihat cahaya yang masuk ke dalam kamar mereka seakan ada yang tengah memantau rumah mereka.


Hal itu sering kali membuat Naskala dan Cempaka tak bisa tenang. Naskala yang paling utama, ia khawatir jika Cempaka akan mendapatkan masalah ketika ia tak ada di rumah.


Naskala bahkan jarang bertugas akhir-akhir ini. Bukan hanya karena ingin menjaga Cempaka tapi ia juga tengah melakukan penyelidikan yang dibantu oleh beberapa temannya.


Untungnya mereka sangat baik kepada Naskala. Selian ia dan temannya ingin mengungkap kejahatan itu tapi itu juga sebagai bentuk pengabdian mereka kepada negara.


Dan alasan mereka tidak ingin melaporkan hal ini ke atasan karena Naskala merasa jika ini ada hubungannya dengan ketua mereka.


"Apa mungkin ini berhubungan dengan Pak Mario?"


"Tidak ada bukti yang kongkrit dan benar-benar bisa dinyatakan itu fakta. Tapi ini masih dugaan. Sering kali beberapa kali ia mendapatkan tamu yang bukan dari pihak anggota tentara. Kemarin aku juga memergoki dia menyerahkan beberapa peti senjata yang akan dikirimkan ke Palembang untuk tentara di sana kepada orang yang tidak dikenal. Tapi aku belum bisa memastikan apakah dia bagian dari anggota yang akan mengirim senjata ke Palembang atau orang lain?"


Nasuha dan Aiden menatap Naskala seraya berpikir. Memang ada kejanggalan. Mereka juga sering melihat beberapa kali atasan mereka bertemu dengan salah satu pengusaha yang kontroversial.


"Kamu tahu siapa orang yang datang kemarin?"


"Ah itu jika tidak salah pengusaha yang kontoversial yang katanya memiliki masalah dan katanya juga merupakan pengedar narkoba kelas kakap, dan polisi masih menyelidikinya. Selain itu dia didakwa memiliki bisnis ilegal, tapi belum ada bukti hingga ia belum ditetapkan menjadi tersangka. Aku rasa ada orang dalam," jelas Aiden yang sedikit mengetahui mengenai informasi orang tersebut.


"Kau tahu siapa namanya?" tanya Naskala dengan nada yang mulai tajam. Kecurigaannya semakin besar.


"Erik!"


Nasuha yang menatap sahabatnya itu yang mencurigai Erik yang baru saja mereka bicarakan. "Kau berpikir dia ada sangkut pautnya."


"Mungkin?"


"Kita tidak bisa sembarangan menuduhnya."


"Tidak ada yang menuduh tapi hanya dugaan," ucap Naskala menyangkal temannya tersebut. Selain itu ia juga telah merasa ada kejanggalan yang cukup kontras dari hubungan mereka. "Dia adalah ayah dari teman pria yang ingin menggebet Cempaka!"


"Wadaw!" ucap Nasuha spontan. Ia hendak menyemburkan tawanya saat Naskala menyebutkan hal itu sambil memasang wajahnya masam.


"Sudahlah!" Naskala menarik napasnya panjang.


Derrttt

__ADS_1


Tak lama panggilan pun masuk ke ponselnya. Ia merogoh saku celananya dan mengambil benda pipih itu yang terus berdering tanpa henti.


Wajah Naskala yang semula tidak enak langsung berubah ceria saat ia melihat siapa yang telah menelponnya. Melihat perubahan yang sangat jelas dari raut wajah Naskala membuat Nasuha langsung berdahem dan pura-pura batuk.


"Cieh! Ada yang ditelepon sama ayang? kapan kita kapan kaya gitu Aiden?"


Aiden hanya tertawa kecil. Selain Nasuha yang mengetahui pernikahan Cempaka dan Naskala adalah Aiden. Meksipun ia kemarin tak bisa datang karena harus berjaga di Makassar dan sekarang ia telah selesai bertugas dan pulang.


Naskala pun menggelengkan kepala melihat tingkah teman-temannya.


"Assalamualaikum! Ada apa?" tanya Naskala dengan suara yang cukup lembut dan berbeda saat ia berbicara dengan temannya di mana Naskala cukup tegas dan juga sangat profesional.


"Om kenapa belum pulang? Cempaka takut! Takut ada orang yang kemarin."


"Kamu jangan kemana-mana yah, tetap sama Bibi. Aku akan ke sana secepatnya."


"Yaudah buruan Om. Assalamualaikum."


"Wa'alaikumussalam."


Naskala menarik napas panjang. Kemudian ia menatap sahabatnya. "Aku pulang dulu. Kalian nanti jangan lupa sholat. Assalamualaikum!" Jika tidak seperti itu mereka tak akan melaksanakan sholat.


Cempaka memeluk tubuhnya dengan sangat erat. Saat ini ia bersama sang bibi sambil ketakutan karena Cempaka mendapatkan sesuatu yang aneh di depan rumah mereka.


Hal itu membuat Cempaka ketakutan. Ia menunggu Naskala dengan harap-harap cemas agar pria itu secepatnya sampai. Ia ingin memeluk pria itu karena bersama Naskala ia merasa sangat aman.


Tak lama terdengarlah langkah kaki seseorang. Cempaka menata pembantunya itu dengan yang cukup senang.


"Bi! Om sudah datang?" tanya Cempaka dan keluar dari persembunyiannya.


Kemudian wanita itu memberanikan mengintip keluar dan ia sedikit bernapas lega saat melihat Naskala yang sedang masuk ke dalam rumah.


Cempaka langsung menarik dan berhambur ke dalam pelukan Naskala. Wanita itu menangis terisak-isak. Naskala yang mendengar tangisan ketakutan wanita itu merasa sangat bersalah karena telah meninggalkan Cempaka sendirian.


"Hey tenang! Jangan nangis lagi ya cantik! Maafkan aku karena meninggalkanmu sendiri. Tenang saja semuanya pasti akan baik-baik saja."


"Om sebenarnya itu siapa? Kenapa seakan keadaan kita ini diteror?"

__ADS_1


"Astaghfirullah! Kamu jangan ngomong kayak gitu," ucap Naskala menasehati sang istri.


Walaupun apa yang dikatakan oleh Cempaka merupakan sebuah kebenaran. Akan tetapi Naskala tak ingin jika Cempaka terus kepikiran dan merasakan ketakutan.


"Om! Cempaka takut."


"Sudah aku bilang kamu jangan takut!" Cempaka pun mengangguk sedikit dirinya merasa tenang ketika sudah berada di dalam pelukan Naskala.


"Makasih Om udah ada buat Cempaka."


"Sudah sepantasnya aku melakukan hal itu untuk istriku."


Cempaka pun tersenyum mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut suaminya.


"Om bisa aja."


Naskala sedikit tertawa. "Cempaka! Apa kamu bisa membantu aku?"


"Bantu apaan Om?"


"Apa kamu tahu tentang keluarganya Reyhan?"


Tentunya Cempaka sedikit terkejut saat Naskala menanyakan tentang Reyhan. Ia merasa jika ada yang aneh.


"Buat apa Om nannya itu?"


"Untuk memastikan sesuatu."


"Cempaka kurang tahu Om. Tapi, setahu saya jika Reyhan anak yang broken home. Dia tak mendapatkan kasih sayang dan sering diadu domba oleh sepupunya. Selain itu dia juga dijebak sama sepupunya membuat Reyhan memperkosa wanita yang tak dikenalnya dan kemudian cewek itu hamil. Cempaka kurang tau juga karena semua ini Nanda yang menceritakan. Katanya Nanda, orangtua mereka bersahabat. Mungkin Nanda banyak tahu."


Mendengar cerita itu ia pun sedikit mendapatkan beberapa saksi.


"Bilang ke Nanda aku mau ketemu sama dia."


________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.


__ADS_2