Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 56


__ADS_3

Acara pun berlangsung. Cempaka tak bisa menutupi rasa gugupnya. Bukan gugup karena bahagia akan tetapi ini jauh berbeda. Gugup karena rasa takut yang bercampur amarah.


"Kenapa kamu menekuk wajah mu? Bukankah hari ini adalah hari pernikahan kita dan kamu tidak boleh memasang wajah sedih begitu." Nada Omar yang awalnya sangat bersahabat berubah menjadi sebuah peringatan tajam di kalimat terakhirnya.


Cempaka memandang pria itu dengan remeh. Ia hendak tertawa karena keknoyolan pria ini. Apa kurang jelas sikap yang ia tunjukkan selama ini. Ia tak pernah meberima pernikahan yang diselenggarakan oleh Omar.


Omar adalah orang gila yang hendak menikahi wanita yang sudah menjadi istri orang lain. Selain itu Cempaka tak mengenalnya. Benar-benar setres.


"Aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini."


"Aku tahu tapi aku tak peduli. Suatu hari nanti ketika kau melihat jasad Naskala di depan mu kamu akhirnya akan melupakan dia," ucap Omar yang membuat jantung Cempaka berdetak sangat cemas.


Ia memandang Omar dengan sengit. Di depan orang banyak Cempaka tak peduli lagi apa statusnya saat ini. Ia pun hendak mengamuk tapi untungnya Omar menangkap tangan Cempaka dan membekap mulut perempuan tersebut.


Napas Omar memburu. Tampak dia sangat marah dengan pemberontakan yang dilakukan oleh Cempaka.


"Cempaka hari ini adalah hari bahagia kita. Apakah kamu ingin merusaknya dengan teriakan tak berguna mu itu? Sebanyak apapun kau meminta tolong di sini, tidak akan ada yang peduli karena mereka semua adalah kali tangan ku. Jadi hentikan harapan konyol mu itu. Apalagi memikirkan Naskala? Dia akan mati sebentar lagi."


Cempaka menangis dan mengepalkan tangannya. Ia tak bisa menerimanya fakta jika saat ini dirinya benar-benar berada di sudut yang sangat melelahkan dan tak bisa berbuat apa-apa.


"Aku tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi. Iblis gila seperti mu lah yang harusnya mati dan merasakan siksa kubur biar kamu tahu perbuatan mu benar-benar merugikan banyak orang. Kamu tak pernah sholat dan tak membiarkan aku menjalankan kewajiban agama ku. Apakah kamu pantas ingin menjadi imam ku?"


Omar tertawa sekilas sembari mengusap pipi Cempaka. Cempaka menggeram dan menepis tangan Omar dari wajahnya.


"Kamu pikir aku akan peduli? Jangan sok suci. Aku tidak takut dengan semua itu."


Ia pun membawa Cempaka melewati para undangan yang menyambut mereka. Terlihat sangat jelas jika tak ada raut bahagia sama sekali di wajah itu. Yang ada hanyalah sebuah kemarahan yang sangat dalam dan diliputi dengan dendam.


Omar tersenyum lebar karena ia berpikir telah berhasil mendapatkan wanita yang sangat dia idam-idamkan dari kecil.


"Akhirnya kamu akan menjadi istri ku. Hanya tinggal dunia yang belum aku miliki."


Mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Omar sudah dapat dipastikan jika pria itu benar-benar gila.


Brak


Pintu ruangan dibuka. Omar yang baru saja hendak melangsungkan pernikahan pun menoleh ke belakang.

__ADS_1


Ia menggeram marah melihat anak buahnya yang telah merusak acaranya.


"Lapor Tuan!"


"APA YANG KAU LAK..."


DORR


Tembakan yang sangat mengejutkan bagi orang yang berada di dalam ruangan itu. Bawahan Omar seketika terjatuh di tempat dengan darah yang bersimbah.


Omar terkejut melihat bawahnya yang ditembak oleh orang yang di belakangnya.


Ia mengambil pistolnya dan ingin membalaskan dendam bawahannya itu yang ditembak oleh sosok yang berbaju hitam dan lengkap dengan seragam serta berjalan dengan langkah yang yakin.


Saat melihat wajahnya Omar terkejut. Tapi hanya untuk beberapa detik karena setelahnya pria itu tampak biasa saja.


"Naskala!"


Cempaka yang bersembunyi karena takut dengan suara tembakan pun segera keluar saat mendengar nama Naskala keluar dari mulut Omar.


Ia bahagia melihat Naskala datang bersama para anggota lainnya yang hendak menyelamatkan dirinya.


Meskipun berhadapan dengan aparat Omar tak gentar sama sekali. Ia pun memerintahkan agar pasukannya tak menyerah dan melawan para aparat tersebut.


Suara tembakan begitu memekakkan. Bentrokan pun terjadi dan tak bisa dihentikan.


Naskala menangis tanpa suara karena ia tak pernah berada di posisi saat ini. Ia ketakutan dan tak berani untuk membuka matanya walau hanya sebentar. Selain itu ia terus menutup telinganya berharap jika ia tak lagi mendengar suara-suara mengerikan itu.


Beberapa orang datang menyelamatkan Cempaka dan membawa wanita itu keluar dari sana.


"Nona kita harus pergi dari sini."


"Hiks aku takut."


"Nona tenanglah. Tidak apa-apa. Kita semua di sini pasti akan baik-baik saja."


Cempaka menatap orang yang menyelamatkannya itu dengan harapan penuh.

__ADS_1


"Apakah benar? Suami ku akan selamat?"


"Tentu saja. Dia memiliki peringkat yang tinggi di kemeliteran. Kemampuan menembak serta bela dirinya tak perlu diragukan lagi."


Mendengar hal itu Cempaka sedikit tenang.


"Katakan kepadanya. Dia harus selamat karena istrinya dan anaknya akan terus menunggu."


Polisi yang membawa Cempaka pun terkejut mendengar hal itu. Ia menatap ke perut Cempaka lalu kembali menatap wajahnya dengan penuh haru.


"Naskala pasti akan senang mendengar berita itu."


Cempaka mengangguk.


"Mas pasti senang. Terima kasih sudah menolong ku."


Cempaka pun dibawa oleh tim medis ke rumah sakit segera. Sementara itu polisi tersebut lantas menghampiri Naskala yang sedang menghadapi beberapa musuh yang tetap juga tak mau mengalah.


"Cempaka berpesan jika kamu harus selamat karena dia dan calon anak kalian akan menunggu."


Naskala berhenti menembak dan menatap orang yang sudah memberikan berita itu. Ia terkejut dan sedikit tersenyum.


"Apakah benar? Dia hamil? Ya Allah Alhamdulillah."


"Selamat."


"Terima kasih." Setidaknya itu adalah kekutan yang diberikan oleh Cempaka agar Naskala bisa menambah semangatnya dan mengalahkan musuh-musuh mereka.


"Aku pasti akan selamat dan pulang ke dalam pelukan mu."


Naskala pun melakukan tugasnya. Ia membantu polisi untuk menangkap anak buah dan tentunya Omar. Jika bisa ia sendiri yang akan menangkap Omar.


_________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

__ADS_1


__ADS_2