Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 40


__ADS_3

Beberapa Bulan kemudian


Waktu terasa cepat berlalu. Rasanya 1 Minggu bak baru saja melewati satu hari. Dan satu bulan seperti baru saja dua Minggu. Hal itu jelas sangat terasa. Mungkin efek dari akhir zaman yang mana salah satu tandanya adalah waktu terasa sangat cepat.


Sedangkan di waktu yang seperti saat ini Cempaka malah hidupnya dipenuhi dengan soal-soal yang membuat wanita itu rasanya ingin mabuk dan berhenti sekolah. Namun apa daya ia harus bisa menghadapi soal-soal tersebut agar bisa lulus dari sekolah. Ini adalah ujian terakhirnya.


Cempaka berharap semua yang ia pelajari tidak akan menjadi sia-sia. Cempaka kali ini benar-benar dengan sungguh-sungguh belajar agar bisa masuk universitas yang sama dengan Naskala dulu. Universitas Gadjah Mada.


Kebetulan Naskala juga bertugas di sana. Ketika itu ia mendapatkan tugas keluar negeri, namun Naskala mengajukan keberatan, tapi berkat kontribusinya menangkap salah satu dalang perusakan ekosistem laut dan bandar narkoba membuat dirinya diberikan kesempatan untuk memilih.


Sejujurnya jika bisa Naskala tak ingin berpindah tugas. Tapi apa daya, dia bukan seorang jenderal besar seperti ayahnya. Ia hanyalah Letnan satu. Tapi meskipun begitu jabatannya sudah tergolong cukup tinggi.


Naskala dipercayai dengan tugasnya kali ini. Walau pria itu sangat tahu jika hal ini ada unsur kesengajaan. Sementara Cempaka berjuang terhadap nilainya. Ia berusaha mendapatkan yang terbaik dan rekomendasi dari sekolah untuk masuk universitas Gadjah Mada.


Wanita itu menarik napas panjang. Dia memang anak yang pintar, tapi dibanding dengan murid pintar lainnya yang bersekolah di sekolahnya Cempaka kalah jauh.


Sedangkan rekomendasi masuk universitas Gadjah Mada hanya bisa didapatkan oleh satu orang dengan nilai terbaik di sekolahnya.


Dan Cempaka rasa peluang itu sedikit, tapi wanita itu tak mengenal namanya menyerah sehingga ia yakin bisa melakukan itu.


Bel berbunyi dan itu artinya ujian juga berakhir. Cempaka kalang kabut tatkala dirinya belum selesai mengerjakan soal Matematika.  Rasanya wanita itu ingin menangis namun tetap berusaha untuk mengerjakan sebisanya.


"Aileen!"


Cempaka tahu jika namannya sudah dipanggil oleh guru. Ia pun menghela napas panjang dan terpaksa mengantar lembar jawaban.


"Kamu ini selalu yang terakhir Aileen. Apa kamu tidak belajar?" tanya guru itu membuat mata Cempaka terbelalak.


"Belajar. Cempaka belajar Buk, Cempaka telat karena Cempaka pengen jawaban yang teliti supaya bisa direkomendasikan masuk universitas Gadjah Mada."


Buk guru itu menggelengkan kepalanya setelah mendengar ambisi dari Cempaka. Memang sedikit konyol tapi ia berusaha untuk berpikir positif bahwa muridnya itu bisa lolos.


"Aileen Candramaya Putri Cempaka! Kamu pasti lolos, ibu hanya bisa menyemangati sebab saingan mu juga banyak dan bukan hanya satu. Jika kamu ingin mendapatkannya belajar dengan giat dan menjadi anak yang ambis jangan suka melamun. Tapi sayang ini adalah ujian terakhir, dan semoga apa yang kamu inginkan ini benar-benar tercapai."

__ADS_1


Ia menepuk pundak Cempaka beberapakali lalu pergi dari kelas hingga Cempaka sendiri yang tersisa di dalam ruangan itu. Cempaka menarik napas gusar, entah kenapa keyakinannya itu pun pupus.


Tak ada lagi semangat di wajahnya. Gurunya saja mengatakan hal tersebut mana mungkin ia bisa masuk ke universitas Gadjah Mada dengan cara direkomendasikan oleh sekolah.


Cempaka pun pasrah. Ia berbalik dan memasukkan semua barang-barangnya ke dalam tas lalu keluar dari ruangan itu.


Di parkiran ia pun menatap Nanda yang sudah menunggunya di sana. Tampak wajah Nanda sangat bahagia karena ia sudah menyelesaikan ujian yang menjadi beban terbesar di hidup mereka.


"Gimana? Akhh senang banget aku. Akhirnya bisa lolos juga dari ujian terberat ini." Cempaka hanya tersenyum tipis dan berusaha untuk tetap semangat.


Nanda yang menyadari ada raut tak bahagia di wajah Cempaka lantas menggelengkan kepala.


"Duhai Cempaka ada apa lagi sih?"


"Aku capek banget. Aku mau pulang."


"Om kamu belum jemput."


Cempaka mendesah kasar. Ia pun terpaksa menunggu Naskala yang entah kapan akan menjemput dirinya. Kenapa pria itu sangat lama datang untuk menjemput.


"Kenapa wjahanya ditekuk? Bukannya ini adalah ujian terkahir kamu?" tanya Naskala heran.


"Iya tau. Tapi Cempaka sedih takut gak bisa masuk universitas Gadjah Mada dengan cara direkomendasikan. Nanti kita berpisah."


"Ada SNMPTN, kan?"


Cempaka menggelengkan kepalanya. Memang ada jalur itu dan jalur lainnya tapi yang paling ingin ia lakukan adalah masuk dengan cara direkomendasikan. Sebut saja ia ingin menandingi Naskala yang masuk ke universitas Gadjah Mada dengan cara direkomendasikan.


"Cempaka pengen kaya Om!"


Naskala tertawa gelak dan kemudian menyentil kening Cempaka.


"Gimana mau direkomendasikan kalau ibadah malas, belajar malas. Kamu beda sama aku. Tapi aku penasaran emang kamu bisa tidak yah masuk nanti." Bahkan Naskala orang yang sangat mendukungnya pun meremehkan dirinya.

__ADS_1


Lantas ingin jalur mana lagi Cempaka masuk? Semuanya benar-benar tampak sempit.


"Om!! Awas aja yah kalau Cempaka berhasil. Om tidur di luar." Ancaman itu cukup mengerikan bagi Naskala.


_________


Sesampainya di rumah Cempaka langsung keluar dari mobil dan membanting pintu mobil tersebut cukup keras.


Naskala hampir kaget mendengarnya. Kemudian pria itu hanya menggelengkan kepala melihat sifat sang istri.


Cempaka masuk ke dalam rumah, sangat cuek bahkan tak menyapa Naskala. Itu artinya Cempaka sedang mengambek.


Naskala memilki pekerja lagi. Ia pun harus menangkan sang tuan putri dari marahnya.


Naskala lantas mengambil makanan kesukaan Cempaka yang untungnya sudah ia beli.


Ia pun menggunakan itu untuk senjata andalannya. Naskala menarik napas panjang dan mengejar Cempaka masuk ke dalam.


Tampak di dalam kamar Cempaka tenang menangis karena merasa tak percaya diri.


Naskala benar-benar merasa bersalah saat mendengar suara tangisan Cempaka yang memilukan. Sebegitu berusahanya Cempaka agar bisa masuk ke universitas Gadjah Mada dengan cara direkomendasikan.


Naskala mendekati wanita itu dan mengusap kepalanya penuh dengan perasaan sayang. Akan tetapi tangan Naskala langsung ditepis oleh sang empu.


"Sayang maaf. Aku hanya bercanda."


"Tapi candaan Om emang benar. Mana mungkin Cempaka bisa."


"Cempaka! Kamu pasti bisa. Jika tidak bisa masih banyak caranya."


"Tapi Cempaka pengennya masuk dengan cara direkomendasikan!!!!!"


_______

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.


__ADS_2