
Seminggu berlalu
Arka baru saja turun dari kamar atas sedangkan Hana dibawah dia ingin membuatkan Arka bekal lagi walaupun Arka sudah melarangnya tapi keras kepala dan tetap ingin melakukan nya
Arka tersenyum melihat Hana yang masih berperang didapur dan Arka pun mendekati Hana dia memeluk Hana dari belakang
"Libur aja yah sekolah hari ini pengen nya kaya gini terus"Ucap Arka ditelinga Hana
"Enak aja mau libur!kamu itu sebentar lagi bakal ulang honey,kalau kamu libur terus nanti kamu ketinggalan pelajaran"Ucap Hana
Arka mengelus perut Hana
"Sayang?nanti kalau aku libur sekolah kita periksa baby yuk"Ajak Arka
"Siap honey"Ucap Hana
"Sayang aku gak sabar ih punya anak"Ucap Arka
Sambil memeluk Hana erat
"Perut aku aja belum kelihatan banget kalau udah isi kamu udah mau jadi Papah aja"Ucap Hana
"Kaya lucu ya sayang"Ucap Arka
"Lucu apa?"Ucap Hana
"Iyah lucu,kalau anak aku umurnya 17 tahun aku belum 40 tahun kan masih mudah banget gak sih?"Ucap Arka
Hana tersenyum tipis
"Tapi aku udah 50 tahun lebih"Ucap Hana pelan
"Tapi istri ku ini tetap awet muda,diumur segini aja banyak anak remaja pangling sama kamu termasuk aku"Ucap Arka dan mencium tengkuk Hana
"Hm bekal aku udah jadi belum?"Ucap Arka
"Gak tau ini udah matang apa belum yah"Ucap Hana
Arka mengerucutkan alisnya dan menatap masakan Hana dan dia langsung mengambil alih pekerjaan Hana
__ADS_1
Hana hanya bisa memasak nasi goreng dan itu pun dia selalu belajar pada Bi Nah
Arka juga mencicipi masakan Hana dan lagi masakan Hana sedikit asin tapi masih bisa dimakan
"Sebentar lagi ini"Ucap Arka
Dan Arka memasukan kecap manis agar asin nya tak terasa
Arka mengaduknya sebentar dan nasi goreng nya pun matang
"Kamu tunggu di meja makan yah biar aku siapin"Ucap Arka
"Loh kok kamu yang nyiapin seharusnya aku?udh kamu tunggu dimeja makan nanti baju kamu kotor honey"Ucap Hana
"Dari pada berebut kita suruh pelayan aja yang nyiapin"Ucap Arka
Hana diam sambil menatap Arka dan Arka tertawa kecil melihat tingkah istri hamilnya ini
"Kebanyakan mikir sayang,udah sekarang kita kemeja makan"Ucap Arka dan menarik tangan Hana menuju ruang makan
Arka menyuruh pelayan nya untuk menyiapkan masakan Hana tadi
Hana menatap Arka dari atas sampai bawah seperti memeriksa pakai Arka
"Kenapa sayang?bajuku salah atau gimana?"Ucap Arka
"Dasi kamu miring!"Ucap Hana dan dia mendekati Arka dan membenarkan dasi Arka
"Gimana sih?pakai dasi gini doang aja bisa miring gini?"Ucap Hana
"Aku tadi dicermin gak miring kok?"Ucap Arka
"Gak miring apanya ini miring"Ucap Hana
Hana mengelus perutnya
"Anak Mamah nanti jangan kaya Papah yah?soalnya gak rapi"Ucap Hana
"Sayang kok gitu bilangnya ke anak aku sih?"Ucap Arka
__ADS_1
"Kan bener?kamu itu gak rapi!"Ucap Hana
Arka menampilkan wajah manyunnya dan Hana tertawa kecil melihat ekspresi wajah Arka dan dia bersandar didada Arka
"Bercanda honey"Ucap Hana
Arka memeluk Hana dengan gemas
Sarapan pun sudah terjadi didepan mereka Hana dan Arka memakan nasi goreng hasil mereka berdua
Hana juga menyiapkan Arka bekal makan siang setelah siap semuanya Arka berangkat ke sekolah sedangkan Hana hanya dirumah tidak berkerja dikarena kan dokter melarang untuk berkerja
Arka melajukan motor besarnya dijalan raya dengan kecepatan sedang karena jam segini jalanan memang macet
Arka pun sampai disekolah dan disana ada Willy juga seperti menunggu seseorang
Willy berjalan mendekati Arka tapi Arka malah cuek dan melatakkan helmnya dengan santai
Tapi tak disangka Willy langsung menarik kerah baju Arka
"Lu kan dalang dibalik hilangnya Kaka sepupu gua!"Ucap Willy
Arka mendorong Willy dengan kuat dan membuatnya melepaskan cengkraman nya
"Sepupu lu siapa?"Ucap Arka
"Leo!"Ucap Willy
Arka hanya bersikap santai sambil merapikan bajunya
"Kenapa lu nuduh gua?"Ucap Arka
"Karena sepupu gua pernah bilang kalau dia menghilang atau meninggal itu karena lu!"Ical Willy
"Pede amat?pengen banget ya gua bunuh atua gua hilangin?"Ucap Arka
"Gua serius!"Ucap Willy
Arka berjalan mendekati Willy
__ADS_1
"Cari tau sendiri sebelum menuduh gua jika lu tau siapa tersangka nya lu cari alasan nya kenapa sepupu lu bisa menghilang!"Ucap Arka dengan serius
Arka menepuk pundak Willy dan pergi