
Hana berdiri didepan ruangan Arka karena dia belum diperbolehkan masuk oleh dokter sebelum mereka mengizinkan Hana masuk
"Aku gak nyangka honey baru tadi pagi aku bisa sedekat apapun yang aku mau tapi sekarang bertemu dengan mu harus menunggu diizinkan dulu"Ucap Hana pelan
"Aku benar-benar tidak sanggup jika kamu lama-lama tanpa kamu honey,aku gak mampu"Ucap Hana
"Honey aku mohon sebelum aku melahirkan anak kita kamu bangun yah"Ucap Hana
"Kita doa aja ka semoga tuhan mendengar doa Kaka"Ucap Indah tiba-tiba muncul dari belakang bersama Nissa dan teman-temannya
Hana tersenyum tipis
"Ka Hana jangan sedih kaya gini dong kan masih ada kami"Ucap Indah
"Arka pasti bakal berjuang buat sembuh ka dan kita berjuang juga buat doain dia bukan malah sedih buat dia kan?"Ucap Nissa
"Ummi selalu bilang kalau aku punya masalah jangan pernah sedihi masalah itu tapi berdoa selagi kamu mampu berjuang buat pecahin masalah itu karena waktu gak bakal diam kan?dia selalu berputar dan masalah itu juga bakal hilang seiring dengan waktu"Ucap Nissa
"Jadi Kaka jangan bersedih kalau Arka gak bisa ada dipersalinan kaka nanti karena kita gak tau masa depan kan?rencana Tuhan lebih indah ka"Ucap Indah
"Benar tuh!"Ucap Dila
"Kaya perannya cuma figuran jadi iya aja"Ucap Qia pada Dira lalu dia memukul tangan Qia
"Iyain aja Napa,ka Hana lagi berkabung kamu malah ngelawak"Ucap Dira
"Aku kan benar"Ucap Qia
"Ssttttttt!"Ucap Dira
Para suster dan dokter keluar dari ruangan Arka
"Nona anda boleh masuk tapi hanya 15 menit yah"Ucap Suster
Hana menganggukan kepalanya dan langsung masuk
Hana masuk menggunakan baju steril khusus ruang ICU dan dia melihat Arka terbaring diatas brangkar dengan penuh alat ditubuhnya bahkan alat-alat itu seakan-akan bersahutan membuat hati Hana sakit jika suaminya bergantung hidup pada alat-alat itu
Hana berdiri disamping Arka dan air matanya jatuh melihat Arka
"Hay honey aku datang"Ucap Hana dan dia tersenyum
"Enak banget yah tidurnya?aku disini loh?"Ucap Hana
"Honey"Ucap Hana dan dia menangis diwajahnya Arka
"Aku mohon bangun honey jangan tidur seperti ini,kamu mau aku ngelahirin anak kita tanpa kamu?"Ucap Hana
"Honey aku mohon kamu bangun"Ucap Hana
Mata Arka mengeluarkan air mata membuat Hana terkejut
__ADS_1
"Honey kamu dengerin aku?"Ucap Hana
"Honey kamu harus bangun,kamu harus berjuang"Ucap Hana
Hana mendekatkan wajahnya ketelinga nya Arka
"Honey aku sangat mencintaimu"Bisik Hana
Hana lalu tersenyum dan dia memeluk Arka dengan erat seakan-akan tak mau lepas
"Honey aku takut kehilangan kamu,jangan pernah pergi dari aku,aku gak mau sendirian lagi"Ucap Hana
Mata Arka mengeluarkan air mata lagi membuat Hana menangis
"Jangan menangis honey aku mau kamu bangun,kamu dengar aku kan?aku bakal sendirian kalau kamu lama-lama disini"Ucap Hana
"Aku bakal kangen kamu peluk aku honey,maafin aku akhir-akhir ini sering nendang kamu"Ucap Hana
Arka hanya diam tak respon dan Hana menatap wajah pucat suami yang amat dia cintai itu
"Kenapa diam aja honey?bangun!perlu aku teriak biar kamu bangun kaya biasanya"Ucap Hana
"Kalau kamu lama-lama disini aku bakal kesepian dirumah honey,aku mau sembuh dan pulang kerumah kita lagi"Ucap Hana
15 menit yang diberikan dokter berlalu dan suster masuk untuk menyuruh Hana keluar dengan berat hati Hana pun keluar tapi sebelum keluar Hana mencium seluruh wajah Arka tanpa terkecuali
"Honey kamu harus bangun,aku sangat mencintaimu kamu"Ucap Hana lirih bahkan air matanya terus membasahi wajahnya
Hana menganggukan kepalanya dan dia keluar sambil berjalan dia terus menatap Arka
Semuanya berkumpul didepan ruangan Arka Tante Lala yang melihat Hana pun langsung mendekati Hana dan memeluknya
"Dia tidurnya nyenyak banget Tante"Ucap Hana
"Aku gak mau dia tidur dia harus bangun"Ucap Hana
Tante Lala tak menjawab Hana dia hanya mengelus rambut Hana dengan lembut
"Ka Riko!Kaka harus bawa dokter terbaik dari luar negeri buat suami aku"Ucap Hana
"Aku gak mau jalani hari tanpa dia Tante"Ucap Hana kembali menangis
Semuanya menatap sedih Hana
"Ah.....sakit...."Ucap Hana sambil memegang perutnya bahkan dia sampai terduduk
"Kamu kenapa Hana?"Ucap Tante Lala dengan panik
"Raihana kamu kenapa?"Ucap Riko
"Aku gak...papa cuma sakit biasa"Ucap Hana dengan terbata-bata
__ADS_1
Willy menyuruh Hana duduk dikursi Roda dan Hana mau
"Kamu mau keruangan kamu lagi?"Ucap Willy
"Gak!"Ucap Hana
Willy berjongkok didepan Hana
"Gimana masih sakit?"Ucap Willy
"Udah mendingan"Ucap Hana
Tante Lala menjadi tidak suka dengan pemandangan didepannya
"Willy apa kamu berusaha mendekati Hana?kamu mengambil kesempatan?"Ucap Tante Lala
Willy tersenyum
"Gak kok Tante,aku cuma jalanin amanah Arka kalau aku bakal jagain istri sama calon anaknya"Ucap Willy
"Aku sahabat nya Tante,Iyah emang dulu aku jahat sama dia tapi aku udah menyesalinya"Ucap Willy
Riko dan Tante Lala saling tatap dan Riko menganggukan kepalanya tanda jika Willy memang berubah
"Tapi emang jamu harus kaya gitu?jangan berlebihan kalau Arka bangun dia bakal salah arti"Ucap Tante Lala
Willy berdiri dia paham jika Tante Lala tak mau jika Arka kecewa karena dia tau jika Arka sangat cemburuan dengan apapun
"Hana perut kamu masih sakit?"Ucap Tante Lala
"Masih nyeri sedih tapi masih bisa ditahan Tante"Ucap Hana
"Kamu mau pulang buat istirahat atau keruangan kamu tadi?"Ucap Willy
"Aku gak mau pulang aku mau disini,kalau aku pulang tanpa suami aku bakal buat aku semakin stres"Ucap Hana
"Kalau gitu kamu keruangan kamu tadi ya de"Ucap Riko
Hana menganggukan kepalanya
"Aku bakal rasain honey hari-hari aku bakal tanpa kamu"Batin Hana
Disisi Ela
Dia mengemasi semua barang-barang miliknya bahkan dia juga mengambil barang-barang berharga dirumah Arka seperti perhiasan Alm Mamah Kinan dan juga perhiasan Hana bahkan cincin pemberian Arka untuk Hana pun dia ambil
Dia juga mengambil beberapa surat-surat penting hak milik
"Aku harus cepat sebelum mereka tau kalau aku pelakunya"Ucapnya
"Tapi kenapa sih harus ka Arka yang kena?bukan malah Tante sok kalem itu"Ucap Ela
__ADS_1
Dia pun bergegas pergi dia tak banyak membawa barang hanya baju beberapa lembar agar para bodyguard tidak mencurigakan dia