
Hari sudah malam
Kamar Arka terbuka ada beberapa orang yang datang mereka ada penata rias
Mereka saling tatap melihat Arka yang terikat diatas kasur
"Saya mohon lepaskan saya"Pinta Arka dengan wajah yang begitu memelas
"Tugas kami untuk merias kamu bukan untuk melakukan hal lain"Ucanya
"saya akan beri berapa pun asal kalian mau melepaskan saya"Ucap Arka
Ela masuk dengan senyum manis diwajah nya bahkan dia sudah sangat cantik tapi dia masih belum mengenakan gaun cantiknya
"Loh kok belum di dandanin calon tunangan aku"Ucap Ela sambil duduk disampingnya Arka
Mereka diam sambil menundukkan kepalanya membuat Arka mengerucutkan alisnya
"Seperti nya sangat takut kepada Ela?"Batin Arka
"Kalian keluar dulu saya ingin berbicara dengan calon tunangan saya"Ucap Ela dengan wajah sinisnya
Mereka pun keluar dan meninggalkan Arka dan Ela dikamar itu
Ela tersenyum menatap Arka sedangkan Arka hanya diam dengan tatapan santainya
"Kaka menolak yah bertunangan dengan ku?"Tanya Ela sambil menampilkan wajah sok imut nya
"Ya jelaslah! gua udah punya istri dan sekarang dia sedang hamil"Ucap Arka
"Kalau Kaka menolak aku punya hukuman buat istri kamu"Ucap Ela dan tersenyum
"Lu jangan-jangan macam!"Ucap Arka
"Aku gak macam-macam kok!cuma semacam aja tapi yaitu Kaka jadi tunangan aku terus menikah dan kita bahagia dengan anak-anak kita"Ucap Ela
"Lu udah gila hah!"Ucap Arka
Ela hanya mengangkat kedua alisnya
"Lebih baik Kaka menuruti permintaan ku jika tidak Kaka akan mendapat kabar jika istri dan calon anak kaka itu akan kenapa-napa"Ancam Ela
Arka bukannya takut malah mendekat wajahnya ke wajah Ela dengan tatapan elang yang begitu tajam
"Sedikit saja mereka terluka kau akan mendapatkan yang lebih dari itu bahkan seluruh keluargamu juga akan merasakannya"Ancam Arka
"Kaka itu sudah ada di tanganku tapi masih bisa mengancam aku"Ucap Ela seakan-akan meremehkan Arka
Ela berdiri dan tersenyum menatap Arka sedangkan Arka menatap sinis kearah Ela
"Ingat benar-benar ucapan ku ka!aku tidak bohong bahkan aku bisa menyuruh salah satu dokter yang ada disana untuk mengaborsi anak mu sekarang juga"Ucap Ela
"Jangan pernah kau lakukan itu Ela!"Ucap Arka
"Makanya turuti permintaanku maka anak dan calon mantan istrimu itu tenang"Ucap Ela
__ADS_1
"Ikuti semua permintaanku maka dia akan selamat"Ucap Ela
"Dibalik kepolosanmu kau sangat kejam Ela"Ucap Arka
"Apa yang aku mau itu harus terwujud termasuk membuat Kaka menjadi milikku"Ucap Ela
"Gua bukan barang"Ucap Arka
"Aku gak perduli!ini Kaka harus jadi milik aku kalau Kaka gak nurut liat aja apa yang bakal aku lakukan ke anak Kaka dan istri Kaka itu"Ucap Ela dan dia keluar begitu saja,dan para perias tadi masuk kembali untuk menandani Arka
Selama didandani Arka hanya diam tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulut tangan dan kakinya masih terikat layaknya binatang
Arka sudah siap dengan stelan serba hitam Arka menggunakan baju turtleneck dan juga jas membuatnya sangat gagah tapi wajahnya hanya murung sedangkan Ela terus memeluk tangan Arka dengan manjanya tapi Arka hanya diam tak mau berbicara atau melaranganya
Ela dan Arka pun berjalan sambil bergandengan ke ruangan pesta disana sudah ramai keluarga besar Ela dan juga orang tua Ela menyambut Arka dengan senyuman
Tapi Arka hanya bersikap dingin tak mau menggubris
"*Sayang maafkan aku"Batin Arka
" maafin Arka Papah Arka setelah ini gak bisa tepatin janji Arka ke papah"Batin Arka*
"Wah tampan sekali calon tunangan kamu Ela?"Ucap Salah satu keluarga Ela
"Iya dong Tante,maka Ela suka banget mana dia ,juga pintar dan berbakat dalam segala hal"Ucap Ela
Arka hanya bersikap dingin
"Namanya siapa?"Tanya sepupu Ela
"Kamu ditanya tuh"Ucap Ella kepada Arka,tapi Arka malah cuek
Bahkan Arka pergi begitu saja tanpa permisi pada keluarga Ela membuatnya sangat malu dengan tingkah Arka
Ella pun mengerjar Arka
"Kamu mau kemana?"Ucap Ella sambil menarik tangan Arka
"Gua makan hampir seharian gua gak lu kasih makan"Ucap Arka
Ella langsung menyiapkan makanan untuk Arka dan Arka pun makan karena dia benar-benar sangat lapar
Acara puncak pun sampai dimana Ela akan meniup lilin ulang tahunnya dan Arka berdiri disamping Ela
Ela hanya mengundang Para keluarga besarnya saja
Semuanya bersorak ketika Ela meniup lilin ulang tahunnya
Suapan pertama dia berikan kepada sang mamah dan kedua untuk Papahnya
Yang ketika dia ingin memberikan suapan ketika pada Arka tapi Arka terus saja menatap kearah lain seakan-akan menunggu seseorang menolongnya
"Ka!"Panggil Ela dan dia ingin menyuapi Arka
"Apa?"Ucap Arka dengan nada dingin
__ADS_1
"Kue yang ketiga untuk Kaka"Ucap Ela
"Gua gak suka makan kue kayagitu"Ucap Arka
"Masih ingat yang dikamar tadi?"Ucap Ella pelan Arka diam dan membuka mulutnya dan Ela menyuapi Arka
Arka juga mengeluarkan cincin yang sudah disiapkan Ela untuk Arka melamarnya
"Didepan semua orang disini!"Ucap Arka tanpa ekspresi
"Saya ingin melamar dia Reyla Erina dan mau kah kamu menjadi tunangaku"Ucap Arka
Semua tamu undangan bertepuk tangan dan Ela menjadi terharu dan dia langsung mengenggukan kepalanya
Arka tanpa tersenyum langsung memasang cincin pada tangan Ela dan Ela langsung memeluk Arka
"Sayang aku benar-benar laki-laki brengsek"Ical Arka
Arka mengepalkan tangannya
"MENUNDUK SEMUA!"Teriak seseorang entah dari mana
Semaunya menunduk terkecuali Arka dia malah tersenyum
Ela juga berjongkok tepat kaki Arka
Anak buah Arka lah yang datang jumlah bahkan sangat banyak
5 orang mendekati Arka dan menyerahkan pistol pada Arka
Arka mengambil pistol itu sambil menarik nafasnya
Ela membuka matanya dan menatap Arka,Ela ingin berdiri tapi Arka langsung melepaskan pelatuk pistol nya membuat ruangan itu seketika tegang
"Saya bisa saja menghabisi kalian sekarang karena perlakuan kalian kepada saya hari ini tapi karena saya teringat istri saya hamil saya urungkan"Teriak Arka
Semua benar-benar takut apalagi Arka memegang pistol
Arka berjalan kearah papahnya Ela bahkan membawa papah Ela agar berdiri sambil mengacungkan pistol didagunya
"Urus anak anda dengan benar,jangan terlalu memanjankannya,sekali lagi dia berbuat seperti ini lihat saja saya akan benar-benar membuat kalian terkubur diliang lahat yang sama!"Ucap Arka serius
"Paham!"Ucap Arka papah Ela menganggukan kepalanya
DOR! sekali lagi Arka melepaskan pelatuknya keatas dan dia pergi begitu saja
Flashback on
Arka sudah selesai didandani dan dia pun disuruh menganti bajunya kekamar mandi
Arka mengeluarkan pemantik api pemberian sang papah namun pamantik api itu bukan untuk menyala api melainkan seperti remote yang terhubung pada markas sang Papahnya
Arka selalu membawanya kemanapun dia juga menjadikan itu zimat baginya
"Pah maafin Arka ,papah nyuruh Arka hanya boleh memakai alat ini kalau Arka sudah berumur 18 tahun"Ucap Arka
__ADS_1
Arka pun memantik korek itu sebanyak 3 tiga alat itu juga bisa melacak Arka bisa dimana saja oleh anak buahnya
Flashback off