
Lampu operasi mati menandakan operasi Arka sudah selesai
Gio, Bagus dan Hero yang menjaga Arka pun langsung tersenyum,Hero langsung berlari ke ruangan Hana dirawat untuk mengakabari jika operasi telah selesai tanpa mengetahui kondisi Arka
Dokter keluar dia mencari keluarga Arka
"Istri Tuan Arka mana?"Ucap Dokter
"Saya disini dok"Ucap Hana,dia tidak berjalan sendiri melainkan dikursi Roda yang mendorong adalah Willy
"Bagaimana keadaan nya dokter?dia selamat kan?saya bisa menjenguknya kan?"Ucap Hana bertubi-tubi
"Operasi berhasil nona tapi kondisi pasien benar-benar lemah bahkan dia harus masuk ruang ICU"Ucap dokter
"Karena peluru yang mengenai hampir ke jantungnya ini tidak bisa dipungkiri bisa mengakibatkan koma dalam Jaka lama pada pasien"Ucap dokter
"Apa koma dalam jangka panjang?gak mungkin dokter?"Ucap Hana
"Suami aku koma?"Ucap Hana lirih sambil mengelus perut nya
"Aku bakal lahiran tanpa kamu honey?"Ucap Hana
"Gak mungkin!lakukan apapun dokter agar suamiku tidak koma!"Ucap Hana
"Kami sudah berusaha nona tapi luka yang dialami pasien memang parah bahkan itu bisa membawa kematian padanya"Ucap dokter
"Tapi dalam proses operasi tuan Arka sempat sadar sebentar dan dia menyebutkan kata sayang beberapa kali sampai dia tak sadarkan diri kembali"Ucap Dokter
"Berarti suamiku gak koma kan dokter?"Ucap Hana
Dokter menggelengkan kepalanya tanda Arka memang koma
Hana memeluk Willy tanpa sadar dan menangis dengan hebat setelah mengetahui kondisi Arka
"Tapi boleh kami melihat pasien kan dokter?"Ucap Riko
"Maaf belum Bisa Tuan karena kondisi pasien yang belum bisa"Ucap Dokter
Willy menatap Hana yang menangis dibawahnya
"Apaan ini maksudnya hah?kami keluarganya kenapa tidak dibolehkan dipertemukan?"Ucap Willy dengan nada tinggi
"Itu karena kondisi pasien tuan,ini demi pasien"Ucap dokter
"Izinikan satu orang dari kami untuk menemui dia dokter yaitu istrinya dia sedang hamil"Ucap Willy
__ADS_1
Dokter diam dan dia menatap Hana yang menangis hebat
Dokter menganggukan kepalanya
"Tapi setelah tuan Arka dipindahkan ke ruangannya"Ucap Dokter
"Aku boleh melihat suamiku?"Ucap Hana
"Ya Nona boleh"Ucap Dokter
"Terima kasih dokter"Ucap Hana
Dokter tersenyum dan mengangguk kepalanya
"Baik saya permisi dulu karena saya perlu mempersiapkan keperluan pasien dulu"Ucapnya
"Baik!"Ucap Riko sedangkan yang lain hanya mengangguk kepalanya
Hana tak berhenti menangis harapannya melahirkan didampingi oleh Arka sudah pupus karena Arka dipastikan koma
"Honey kenapa malah gini?aku gak mau ngelahirin anak kita tanpa kamu"Batin Hana
"Honey aku pengen liat kamu orang pertama yang gendong anak kita"Batin Hana
"Aku mohon bangun honey"Batin Hana
"Hana jangan tunjukkin kesedihan kamu sekarang yah! sebentar lagi kan kamu bakal ketemu Arka?"Ucap Tante Lala
"Tapi dia gak bangun Tante,dia cuma diam gak bakal bisa bercandain aku,gak bakal bisa peluk aku"Ucap Hana
"Tapi dia bisa dengar kamu dari tidurnya"Ucap Tante Lala
"Aku ngelahirin kami bakal tanpa dia Tante"Ucap Hana
"Aku gak sanggup jalanin hidup tanpa suamiku Tante"Ucap Hana
"Jangan ngomong gitu Hana!nanti anak kamu tersinggung loh,didalam perut kamu ada anak Arka loh"Ucap Tante Lala mencoba menghibur Hana walaupun dia juga sedih mendengar keponakan kesayangan mengalami koma
"Tante suami ku koma"Ucap Hana menangis
Semuanya diam melihat Hana seperti sangat terpukul dengan kejadian ini
"Kemarin Bila sekarang Arka,tuhan kenapa kamu seperti nya suka sekali menguji kami"Batin Indah
"Arka koma?dan Ka Hana sehancur itu?padahal dari mana pun dilihat kalau yang paling mencintai diantara mereka adalah Arka tapi aku salah ternyata cinta mereka sama-sama besar"Batin Nissa
__ADS_1
"Arka lu beruntung banget,lu di tangisin sama wanita yang lu cintai sedangkan gua dia udah pergi"Batin Hero
"Arka lu harus bangun sebelum anak lu lahir"Batin Willy
Arka dia bawa semua nya melihat Arka dengan pakaian rumah sakit dengan tubuh banyak menggunakan alat bahkan dengan wajah pucat
Hana langsung berdiri dari kursi rodanya memeluk Arka dan menangis didada bidang suaminya
"Honey bangun!aku disini tadi kamu panggil aku kan?ayo bangun sekarang"Ucap Hana sambil menangis
Arka tak merespon Hana membuat Hana semakin histeris Willy memegangi Hana karena tak tega melihat wanita yang dia cintai sebegitunya
"Maaf Nona pasien harus dibawa segera ke ruang ICU"Ucap Suster
"Ka lakukan sesuatu agar suamiku tak koma dan berada diruang ICU"Ucap Hana pada Riko
"De tenangkan diri mu"Ucap Riko
"Gimana aku bisa tenang jika suamiku terbaring lemah seperti ini?"Ucap Hana
"Maaf Nona kami harus membawa pasien"Ucap Suster Riko dan Willy memegangi menjauhkan Hana dari brangkar Arka karena Hana menghalangi jalan
Arka pun di bawa membuat Hana semakin menangis dengan kencang
"Lepasin aku ka!aku gak mau suami aku dibawa keruang ICU dia harus pulang sama aku"Ucap Hana
"Raihana Fika Cantika!"Ucap Riko sambil memegangi bahu Hana dan menatap mata adiknya itu
"Dia hanya koma bukan mati!kamu gak seharusnya begini kan?"Ucap Riko
"Hanya koma Kaka bilang?hanya Koma ka?"Ucap Hana dengan mata tajamnya
"Bagaimana rasanya kalau Kaka diposisi aku hah?apa Kaka bakal setenang sekarang?apa Kaka gak pernah rasain?"Ucap Hana
"Aku kecewa sama ka Riko!"Ucap Hana dan dia pergi menuju ruangan ICU Arka
Riko hanya menatap adiknya yang semakin menjauh sedangkan Indah dan Nissa the gengs mengejar Hana
Tante Lala mendekati Riko
"Kamu seharusnya gak perlu bilang kaya gitu ke Hana sayang"Ucap Tante Lala
"Bahkan ucapan kamu juga membuat ku tersinggung bagaimana pun dia juga keponakan ku"Ucap Tante Lala
"Apa kamu mau liat Arka meninggal?Aku gak habis pikir dengan kamu"Ucap Tante Lala dan dia juga pergi meninggalkan Riko
__ADS_1
Riko mengacak-acak rambutnya, gara-gara ucapannya 2 wanita yang dia cintai sakit hati
"Arka maafin Om,tapi om bakal cari siapa pelaku dari semua ini!"Ucap Riko dengan tegas