
Willy masih terus saja mengikuti langkah Arka sambil memanggil Arka tapi Arka malah cuek seakan-akan tak perduli membuat Willy geram dan langsung menyikut belakang Arka dengan kuat sampai Arka tersungkur kelantai
Arka dan Willy seketika menjadi bahan tontonan sekolah
Arka masih kesakitan dilantai
"Gua tanya sama lu Kaka gua dimana?"Ucap Willy
"Gua benar-benar gak mengenal lu lagi Wil!"Ucap Arka
"Gua emang bukan Willy yang dulu!yang ada didepan lu sekarang ada lah orang yang sangat ingin lu hancur Arka!"Ucap Willy
Arka berdiri dan dia tersenyum
"Baiklah,jika kau ingin aku hancur maka kau akan melihat siapa Arka Bryan Dhekson!"Ucap Arka dan dia tersenyum miring
"Kau bukan lain hanya seorang anak yatim piatu yang tak memiliki orang tua Arka!"Ucap Willy
"Kau anak yang tak berguna!bahkan semasa Mamah Kinan hidup kau selalu membuatnya kecewa bahkan menangis dengan tingkah lakumu!"Ucap Willy lagi
"Dan apakah sekarang kau juga ingin membuat Ana menderita sama seperti Mamah Kinan"Ucap Willy
"Kau bukan orang yang pantas untuk seorang Ana!"Ucap Willy
Arka bukannya marah malah di tertawa kecil
"Benarkah aku tidak pantas untuk Hana?bukankah kau?yang rela melakukan apapun demi mengambil Hana dari ku?"Ucap Arka
"Bukannya itu sifat seorang pengecut?"Ucap Arka dan tersenyum mengejek
Willy mengepalkan tangannya
"Dia sekarang milik ku dan akan tetap begitu jika kau ingin merebutnya akan ku pastikan kua akan melihat apa yang belum kau ketahui sekarang Willy!"Ucap Arka dan dia pergi
Arka berpapasan dengan Ela tapi dia acuh seakan-akan tak melihat siapa-siapa berbeda jika bertemu dengan indah dia akan menjadi ramah dan juga asik
Arka duduk di kursinya dan disamping Arka ada indah
"Ndah kok nomor lu gak aktif?"Ucap Arka
"Hp gua Ar!mau minta ke papah lagi takut soalnya dibulan ini gua udah ganti hp 2 kali"Ucap Indah
"Gua gak salah dengar nih?lu takut minta sama papah lu?kan biasanya lu selalu minta"Ucap Arka
"Kalau gua minta pasti di beliin sih tapi kata Mamah saham perusahaan Papah lagi turun makanya gua gak tega"Ucap Indah
Arka tersenyum
"Lu sekarang benar-benar berubah yah?gak nyangka gua lu yang dulunya anak yang super manja dan egois sekarang bisa berpikir kaya gini"Ucap Arka
"Terpaksa deh gua pakai uang tabungan gua yang seberapa itu,niat gua buat beli sepatu ya dari pada gak punya hp gak seru"Ucap Indah
"Sepatu Mulu dah lu?"Ucap Arka
"Lu juga sama kaya gua Arka!"Ucap Indah
"Ya juga ya?"Ucap Arka
Mereka tertawa bersama
__ADS_1
"Oh ya Arka? gimana kondisinya Kaka Hana?udah baikan?"Ucap Indah
"Dia baik tapi gak boleh cape bahkan masih dilarang buat kerja"Ucap Arka
"Jadi dirumah aja?wah lu jahat Arka,lu udah buat dia hamil dan sekarang buat dia gak bisa kerja"Ucap Indah
"Gua sebenarnya kasian juga sih kalau gua tinggal sekolah gini dia kesepian katanya gak teman,kalau dia kerjakan dia ada kesibukan"Ucap Arka
"Oh yah si Bila kan sekarang udah jadi babu nya ka Hana kan?"Ucap Indah
"Iyah"Ucap Arka
"Lu kok mau masukin dia kedalam rumah lu?kalau seandainya dia berbuat yang macem-macem gimana?"Ucap Indah
"Gua gak yakin sih kalau dia buat kaya gitu soalnya dia udah gua ancam"Ucap Arka
"Tapi kan lu juga harus waspada Arka!"Ucap Indah
"Iyah indah gua juga bakal waspada kok!"Ucap Arka
"Oh ya Arka?gua nanti mampir kerumah lu yah?buat pinjam buku algoritma soalnya buku gua hilang gak tau kemana"Ucap Indah
"Oke siap!"Ucap Arka
Bel masuk pun berdering dan perlajaran sekolah dimulai
Disisi Hana
Hana sedang duduk dikasur besarnya sambil memainkan laptopnya karena dia juga sesambilan berkerja agar tidak bosan
"Kaka gimana sih?masa pekerjaan gini aja gak bisa hendle?"Ucap Hana
Hana pun mengerjakan pekerjaan nya sebentar setelahnya dia beristirahat
"Udah jam berapa sih?"Ucap Hana sambil menatap dinding
Dia tersenyum karena Arka sebentar lagi akan datang
Pintu kamar Hana terbuka dan yang masuk adalah Nissa dan teman-teman nya
Hana tersenyum melihat kedatangan para anak SMA itu
"Kaka Hana aku datang!"Ucap Nisa
"Kaka juga udah tunggu kalian"Ucap Hana
"Kamu beneran mau kerja disini?"Ucap Hana
"Iyah soalnya kerja sama Kaka pasti gajihnya gede"Ucap Nissa
Hana tertawa kecil
Arka baru saja tiba dirumah dan memarkirkan motornya tapi dia mengerucutkan alisnya karena ada matic dihalaman rumahnya yang membuat nya kesal adalah motor itu parkir sembarangan
"Motor siapa ini?"Tanya Arka pada satpam
"Oh motor temen-temen tuan katanya"Ucap Satpam
"Teman-teman ku? ciri-ciri nya bagaimana?"Ucap Arka
__ADS_1
"Mereka semua berhijab"Ucap Satpam
"Oh tukang sembur?tapi ngapain kesini"Ucap Arka
"Yasudah aku masuk dulu ya pak!"Ucap Arka
"Iyah!"Ucap satpam
Arka menatap semua ruangan tapi tak menemukan Nissa dan teman-teman nya
Tapi ketika dia masuk kamar dia kaget dan berdiri didepan pintu
Semuanya menatap Arka yang berdiri didepan pintu
"Ngapain berdiri disitu?"Ucap Hana sambil berjalan mendekati Arka
"Ngapain mereka disini?mau rusuh yah?"Ucap Arka
"Ngomong apa sih?"Ucap Hana
"Iyah mereka itu kan biang rusuh!"Ucap Arka
"Woy enak aja ngakatain kami biang rusuh!seharusnya itu kamu,soalnya kami tadi gak ada rusuh-rusuhnya sebelum kau datang!"Ucap Nissa
"Wah nih orang minta diusir yah!"Ucap Arka
"Honey!"Ucap Hana
"Jangan bela dia sayang"Ucap Arka
"Mereka bakal kerja disini buat temanin aku honey soalnya mereka katanya udah libur"Ucap Hana
"Gak boleh aku gak terima!kalau kamu yang terima,aku yang pecat mereka"Ucap Arka
"Enak aja bos kami itu ka Hana bukan kamu!"Ucap Nissa
"Nissa udah jangan dilayanin"Ucap Temannya Nissa
"Gak bisa kalau di biarin nanti ngelujak"Ucap Nissa
"Honey kalau kamu masih ngoceh kaya cewe dan berusaha ngusir mereka,aku bakal marah nih"Ucap Hana
"Kok kamu bela mereka sih sayang?"Ucap Arka
"Mereka kerja disini!dan itu aku yang nyuruh biar aku gak kesepian"Ucap Hana
"Tapi bisa kan sayang jangan mereka"Ucap Arka
"Gak bisa ka Hana langsung yang udah milih kami"Ucap Nissa
"Terima mereka yah honey"Ucap Hana
Arka menjadi lesu dan mengangguk pasrah
"Aku mau ganti baju suruh mereka keluar"Ucap Arka
"Iyah"Ucap Hana dan mencium pipi Arka
"Kita keluar yuk,soalnya dia mau ganti baju"Ucap Hana
__ADS_1
Nissa dan teman-teman nya pun berdiri dan berjalan melewati Arka sambil mengejek Arka
Arka menarik nafasnya menahan kesalnya