Bocil Manjakan Aku

Bocil Manjakan Aku
Imbalan


__ADS_3

Arka melajukan motornya dengan kecepatan tinggi tapi para sahabatnya juga mengikuti dibelakang karena mereka tadi datang kerumah Arka untuk membantu Arka


Arka melajukan motornya kearah rumah Willy


Ketika sudah sampai Arka langsung memarkirkan motornya sembarangan dan menghampiri Willy yang sedang bermain dengan anjing kesayangan nya


Para sahabatnya sangat tahu apa yang akan terjadi mereka pun langsung berjalan cepat mengejar Arka


"Willy dimana Istri gua hah?"Ucap Arka sambil menarik baju Willy


"Apaan sih hah?lu datang-datang malah nuduh gua?"Ucap Willy


"Alah gak usah banyak omong lu kan pasti yang nyembunyiin Istri gua?"Ucap Arka setengah berteriak


"Kan lu suaminya kok tanya ke gua?"Ucap Willy


"Biasakan selesaikan masalah itu pakai otak dingin gak kaya gini?"Ucap Gio


"Gak usah ikut campur!"Ucap Arka


"Lu suaminya kok malah nuduh gua?kalau lu gak bisa jaga dia ngapain lu jadi suaminya hah?"Ucap Willy dan mendorong Arka


"Gak usah akting lu Will! lu kan yang nyembunyiin Istri gua"Ucap Arka


"Gua yang nyembunyiin ana?lu gak salah tuduh hah?kemarin aja gua di jaga penuh sama ka Riko kapan gua nyembunyiin Ana hah?"Ucap Willy


Arka diam tapi tatapan masih tajam


"Yakin lu Wil?gua dengar semua rencana lu ditelpon ketika lua lagi ditoilet"Ucap Gio


"Lu gak usah melebihkan Gio!"Ucap Willy


"Gua gak melebihkan melainkan itu benar!"Ucap Gio


"Oh jadi kalian kesini mau kroyok gua ceritanya?mau nuduh hal gak gua lakuin?"Ucap Willy


"Dan lu Arka kalau lu gak bisa jadi suami yang baik lebih baik lu lepas dia"Ucap Willy


"Gua bakal cari dia sampai ketemu kalau gua yang ketemuin dia jangan harap lu bisa ketemuin dia lagi karena dia bakal jadi milik gua,paham lu"Ucap Willy


Arka geram dan langsung memukul tepat diwajahnya Willy


Arka berjalan mendekati Willy bahkan sangat dekat membuat para sahabatnya mengakhawatirkan keduanya


"Gua sampai sekarang masih anggap lu sahabat gua tapi kalau lu lakuin semua ini liat aja gua bakal benar-benar buat lu kaya Kaka sepupu lu bahkan lebih Willy!"Ucap Arka dengan nada serius bahkan tatapan sangat tajam, Willy menelan ludahnya bahkan dia merasa hawa Arka sangat berbeda


"Kaka sepupu lu yang bunuh Mamah gua kalau lu mau ambil orang yang gua sayang lu bakal benar-benar tau gua sebenarnya Willy!"Ucap Arka diwajahnya Willy

__ADS_1


"Lu harus ingat sekarang Raihana sedang mengandung anak gua?"Ucap Arka


"Gua udah peringatan kan elu Willy!"Ucap Arka dan memukul-mukul kepala Willy sambil tersenyum sinis dan dia pergi


Willy diam memalingkan wajahnya


Disisi Nissa


Nissa tengah merayu sang Abi untuk meminta bantuannya


"Abi tolongin yah"Ucap Nissa


"Para santri dan santriwati kan lagi gak ada kerjaan kan Abi?tolongin dong suruh bagiin ini ke jalanan buat cari teman aku"Ucap Nissa


Indah dan para sahabat Nissa juga menyaksikan Nissa yang sedang merayu Abi nya


"Gak bisa Nissa mereka itu harus belajar bukan buat hal begituan"Ucap Abi


"Begituan apa sih Abi?ini bantu orang loh,Abi tau dia lagi hamil sekarang kami semua gak tau keberadaan dia dimana"Ucap Nissa


"Lapor polisi kan bisa masa nyuruh para santri Abi yang bagiin selembaran ini kejalan?"Ucap Abi


"Abi ih kalau lapor polisi itu gak efektif"Ucap Nissa


"Abi kan selalu bilang ke Nissa kalau kita masih bisa bantu seseorang dengan kemampuan kita kenapa gak kan?"Ucap Nissa


Abi Nissa tersenyum dan mencium kepala anaknya itu


"Bantuin Abi yah pleas"Ucap Nissa


"Sebagai imbalannya nanti Nissa bakal rajin ngehapal lagi deh"Ucap Nissa


"Dia siapa sih Nissa?sampai kamu bisa merengek seperti ini ke Abi"Ucap Abi


"Aku udah anggap dia seperti kakak aku Abi karena dia baik makanya aku gak mau dia kenapa-napa"Ucap Nissa


"Tapi bukan masalah dia siapanya Abi,tapi kan kita sesama manusia harus saling membantu selagi kita mampu"Ucap Nissa


"Aku gak mau bantu dia cuma sekedar doa aku mau pakai usaha aku Abi"Ucap Nissa


"Jika Abi mau bantu tapi imbalan kamu harus mondok disini gimana?"Ucap Abi


Nissa diam menatap sang Abi sedangkan Abi tersenyum tipis karena dia tau Nissa sangat tidak mau mondok karena dia merasa kebebasan terasa hilang menurutnya


"Bagaimana?Abi bakal bantu kamu tapi itu imbalan nya"Ucap Abi


Nissa menundukkan kepalanya sangat berat bagi nya dulu saat dia mau masuk SMP dia sangat menolak masuk ke pesantren milik sang Abi bahkan dia sampai mengurung dirinya di kamar beberapa hari sampai sang Abi mengiyakan jika dia tidak masuk pesantren

__ADS_1


"Ini berat Abi"Ucap Nissa pelan


"Kalau kamu mondok aku juga akan ikut!"Ucap Dira


"Aku juga"Ucap Dila


"Why not?aku juga dong"Ucap Qia


Nissa menatap ketiga sahabatnya dan dia tersenyum


Sedangkan indah hanya bisa diam


"Kamu gak ikut mondok?"Ucap Abi pada Indah


Semuanya menatap indah bahkan para sahabatnya Nissa tertawa kecil


"Kalau aku mondok aku ngapain?aku kan Kristen"Ucap Indah yang canggung


"Ah maafin Abi yah"Ucap Abi


Indah mengangguk kepalanya


"Gimana?"Ucap Abi kepada Nissa


"Jika Abi mengiyakan permintaan kamu ini sama saja Abi melanggar kewajiban para santri Abi yang mengharuskan mereka belajar bukan melakukan hal yang kamu minta dan ini akan Abi pertanggung jawaban nanti disana"Ucap Abi


Nissa menatap Abi nya dan menggelengkan kepalanya dengan pelan


"Aku gak mau masuk pesantren Abi"Ucap Nissa dengan suara gementar seperti menahan tangis


"Berarti Abi gak bisa bantu"Ucap Abi


Nissa menatap Sang Abi dan memeluknya


"Bantuin Abi Nissa bakal lakuin apa aja tapi jangan masuk pesantren"Ucap Nissa


"Tapi Abi mau nya itu dari Nissa"Ucap Nissa


"Yang lain Abi Nissa mohon"Ucap Nissa


"Abi mau nya itu gak bisa ditawar"Ucap Abi


Nissa melongak menatap Abi nya dan dia mengangguk kepalanya pelan


Dan abi nya tersenyum dan mencium kepala Nissa


"Ya sudah Abi izinkan,sana kamu serahkan selembaran itu ke kak Faisal nanti dia yang bakal bagikan ke para santri disini"Ucap Abi

__ADS_1


Nissa sangat girang dan mencium-cium perut buncit abinya dengan gemas


"Makasih Abi"Ucap Nissa


__ADS_2