
Lama menunggu Arka membuat nya sangat kesal pada Arka dan dia ikut merebahkan dengan putrinya sampai mereka berdua tertidur tak lama kemudian Arka datang
"Hay para wanitaku"Ucap Arka sambil membuka pintu tapi dia tersenyum melihat 2 wanitanya sama-sama tertidur sambil berpelukan
Arka berdiri disisi Ranjang sambil menatap Hana dan Gabriel
"Maafin aku ya sayang karena telat pulang,soalnya aku tadi harus kekantor"Ucap Arka
Arka mencium pipi keduanya dan dia pergi kekamar mandi untuk membersihkan dirinya
15 menit kemudian Arka selesai ketika dia membuka pintu,Arka langsung kaget bukan main karena Hana berdiri didepan pintu dengan raut wajahnya seperti sangat marah sambil menggendong Gabriel
"Sayang?"Ucap Arka
"Kemana aja?kok baru pulang?gak ngabarin lagi?"Ucap Hana
"Aku tadi ke....."Ucap Arka terpotong
"Kemana?oh jangan-jangan ngedate sama mahasiswa lain yah?"Ucap Hana
"Engga kok sayang?"Ucap Arka
"Bohong!sementang aku cuma dirumah jagain anak terus kamu enak banget yah jalan-jalan"Ucap Hana
"Dengerin aku dulu sayang"Ucap Arka
Hana tak menghiraukan ucapan Arka dan malah pergi tapi Arka mengikuti langkah Hana
"Sayang aku tadi kekantor gak kemana-mana"Ucap Arka
"Kekantor?ngapain?kan ada Ka Riko?"Ucap Hana
"Kamu bohong kan?kata Indah dan yang lain aja kamu gak ada bilang mau kekantor"Ucap Hana
"Aku gak pernah bohong sama kamu sayang"Ucap Arka
"Mana aku tau,kan aku cuma dirumah! jagain anak"Ucap Hana
Arka diam sambil menatap Hana dengan tatapan hangatnya,Hana yang ditatap Arka seperti itu menjadi salah tingkah dan Arka mendekatkan dirinya dan memeluk Hana
"Iyah aku salah sayang,aku tadi gak kabarin kamu kalau aku mau kekantor, soalnya om nyuruh aku kesitu katanya dia mau kekantor kamu"Ucap Arka
"Aku gak pernah tutupin apapun dari kamu sayang"Ucap Arka
"Tapi kamu buat aku khawatir hari ini,aku tunggu kabar kamu tapi kamu gak kabarin aku sama sekali"Ucap Hana
"Iyah maafin aku yah"Ucap Arka
"Ya udah sebagai permintaan maaf aku gimana kalau kita jalan-jalan sekaligus kita dinner yuk"Ucap Arka
"Mumpung belum malam kan?"Ucap Arka
"Oke!"Ucap Hana dengan semangat
"Ya sudah kamu siap-siap aja biar aku yang jagain Riel yah"Ucap Arka
__ADS_1
Hana langsung melepaskan pelukannya dan menyerahkan Gabriel pada Arka
Gabriel langsung tertawa ketika digendongan oleh Arka
"Hm princes Papah langsung ketawa aja?kangen juga emang yah sama Papahnya?"Ucap Arka dan mencium-cium pipi Gabriel
"Mamah kamu kenapa sih?setelah Papah masuk kuliah jadi galak banget?suka ngambekan?perasaan dulu gak gini?"Ucap Arka
Gabriel hanya diam sambil menatap wajah Arka dengan raut wajah menggemaskan
"Astaga kenapa wajahmu sih semegemaskan ini?jadi pengen Papah gigit"Ucap Arka
Gabriel memukul wajah Arka membuat Arka tertawa
"Aduh..duh kok dipukul sih?Papah nakal yah?"Ucap Arka
"Kenapa?Papah ganteng kan?makanya dipukul muka Papah"Ucap Arka
Gabriel tertawa sambil menepuk-nepuk tangannya
Arka ikut tertawa karena putri kecilnya ini
1 jam berlalu mereka bertiga sudah siap dan mereka pun pergi
Mereka sama-sama memakai style senada yaitu hitam karena itu warna kesukaan Arka
Arka memakai baju kaos oversize hitam dan celana hitam pendek sepatu snikers dan juga topi hitam sedangkan Hana memakai baju yang sama dengan Arka tapi dia memakai rok panjang diatas mata kaki dan sepatu snikers yang juga dengan Arka,Gabriel juga sama dengan Hana bahkan sama persis
Tujuan pertama mereka adalah mall karena Hana ingin membeli perlengkapan bayi untuk Gabriel
"Riel kalau nanti kamu besar jangan cantik-cantik yah,soalnya Papah takut kamu dikejar-kejar cowo lain sama kaya Mamah kamu"Ucap Arka
Riel hanya mengoceh dengan bahasa bayi sambil sesekali memukul wajah Arka
"Ngapain kamu khawatir masalah yang gak penting sih honey?"Ucap Hana
"Takut pusing aku sayang"Ucap Arka
Hana geleng-geleng kepala
Tak sengaja Arka bertemu dengan teman kuliahnya dia langsung menyapa Arka
"Hay Arka kan?"Ucap nya dia bernama Sasa
"Ya gua Arka kenapa?gak usah sok akrab"Ucap Arka ketus
Sasa tersenyum kecut karena ucapan Arka sedangkan Hana hanya diam sambil berpura-pura masih fokus memilih barang padahal dia mendengarkan pembicaraan Arka
"Ngapain kamu diperlengkapan bayi gini?ini adek kamu?"Ucap Sasa dan dia mencubit pipi Gabriel yang chubby
"Adek gua?Ini anak gua!"Ucap Arka tegas
"Anak?"Ucap Sasa tak percaya
"Sayang sini!kamu jangan pura-pura diam deh aku tau kamu dengarin aku kan?"Ucap Arka
__ADS_1
Hana berbalik dengan senyum terpaksa
"Itu istri gua!"Ucap Arka
Sasa tersenyum kecut tapi Sasa segera mengubah ekspresi nya dan tersenyum manis pada Hana
"Siapa nama anak kamu Arka?"Ucap Sasa
"Gabriel"Ucap Hana bukan Arka
"Sayang udah belanja nya?"Ucap Arka
"Masih banyak sih sebenarnya honey"Ucap Hana
"Emang apa yang belum?"Ucap Arka
"Ah kalau begitu aku permisi yah"Ucap Sasa karena dia merasa tak dihiraukan oleh Arka
Sasa sudah pergi dan Hana langsung menarik kerah baju Arka
"Siapa tadi?"Ucap Hana dengan mata tajamnya
"Kalau pacar kamu emang kamu percaya?"Ucap Arka
"Honey!"Ucap Hana
"Liat Riel Mamah kamu marah ngeri banget kan?"Ucap Arka
"Aku juga gak tau sayang,kayanya dia temen sekelas aku deh"Ucap Arka,karena Arka memang kurang perduli dengan teman-teman kuliah nya pada lagi teman-teman perempuan
"Kok kayanya sih?"Ucap Hana
"Sayang lebih baik cepat belanja yah biar kita cepat makan aku udah laper"Ucap Arka
Hana melotot dia baru ingat jika Arka belum makan sama sekali sejak dia pulang tadi
"Yaudah aku cepat belanjanya"Ucap Hana dan melanjutkan aktivitasnya
"Riel nanti kamu jangan galak-galak yah sama suami kamu kasian dia"Bisik Arka ditelinga Gabriel tapi Gabriel malah mengecup hidung mancung Arka
"Hey kenapa hidung Papah yang kamu sedot?"Ucap Arka sambil mengelap hidungnya yang basah karena air liur Gabriel
Gabriel terus ingin menyedot hidung mancung Arka
"No..no..no.."Ucap Arka pada Gabriel
Gabriel jadi cemberut dan menangis dia jadi panik sedangkan Hana sudah tak tau kemana perginya
"Gak...gak princess Papah, Papah bercanda kok"Ucap Arka
Gabriel jadi diam dengan wajah penuh air matanya sambil menatap wajah Arka
Arka menjadi gemas dengan putri kecilnya dan mengelus-elus kepalanya
"Maafin Papah yah princess"Ucap Arka sambil terus mengelus kepala Gabriel dengan lembut
__ADS_1