
Hari sudah malam
Hana pun pulang bersama teman-teman perempuan bahkan mereka pun memutuskan untuk menginap dirumah Hana dan Hana mengizinkan
Mereka sampai dan Hana menyuruh mereka semua untuk tidur dikamar nya mereka semua saling tatap karena Hana biasanya tak mau ditemani tidur sampai kekamarnya
"Ka Hana harus semangat yah kan sebentar lagi baby junior bakal lahir didunia ini"Ucap Nissa
"Tapi nanti saat dia lahir bukan Papahnya orang yang pertama gendong dia"Ucap Hana
"Kenapa Kaka seyakin itu?rencana Tuhan siapa tahu ka"Ucap Indah
"Aku bukan orang yang sok tau tapi Kaka tau gak?tuhan itu rencana gak bisa ditebak"Ucap Indah
"Indah benar ka,kalau Kaka selalu berprinsip ke prinsip Kaka pasti Kaka bakal kecewa sih kaya Sekarang"Ucap Nissa
"Nissa sama Indah benar ka,aku waktu pernah divonis dokter bakal gak bisa jalan selamanya tapi Mamah dan Papah aku selalu bilang jangan percaya apa kata manusia karena mereka juga hanya menduga"Ucap Dila
"Dan 2 tahun kemudian karena aku rajin ikut therapi aku sembuh dan bisa jalan lagi kaya sekarang"Ucap Dila
"Karena apa Dila kamu bisa divonis gitu?"Ucap Indah
"Kaki aku ketiban guci Keramik antik yang gede Banget yang saat itu ukuran hampir sama aku"Ucap Dila
"Diumur aku 10 atau 8 tahun aku lupa waktu itu"Ucap Dila
"Kaka harus hibur diri Kaka dengan pikiran menyenangkan kaya dirumah sakit tadi ka,bahkan Kaka senyum kan tadi padahal cuma ingat kelakuan Arka"Ucap Dira
"Semangat ka Hana!"Ucap Qia
"Semangat ka Hana!"Ucap Nissa dan indah bersamaan
Hana tersenyum dan mereka memeluk Hana
"Kaka Hana udah kami anggap Kaka kami jadi kalau Kaka sedih kami sebagai adik Kaka juga ikutan sedih"Ucap Nissa
"Iyah Ka yang dibilang Nissa betul"Ucap Indah
"Makasih ya semuanya,kalian benar-benar baik dan selalu ada buat ngehibur aku"Ucap Hana
"Tentu dong ka!"Ucap Qia
"Tapi tunggu guys!kalau kita semua tidur dikasur ini gak bakal muat"Ucap Qia lagi
"Tenang aja aku sama Dira bisa tidur disofa kok"Ucap Dila
"Yoi Besti!"Ucap Dira
"Emang kalian berdua gak papa tidur disofa?"Ucap Hana
"Tenang aja ka gak papa kok"Ucap Dila
"Aku panggilin pelayan ada deh buat siapin kasur satu lagi buat kalian biar kita semua bisa nyaman kan?'Ucap Hana
Hana meraih ponselnya dan menelpon para pelayan agar menyiapkan kasur untuk dibawa kekamarnya
Setelah selesai mereka semua pun tertidur tapi Hana belum tertidur dia masih menatap langit-langit rumahnya
__ADS_1
"Semoga apa yang aku takutan gak terjadi yah honey,aku gak mau anak kita lahir tanpa kamu"Batin Hana
Setelah nya kantuknya pun datang dan dia tertidur
Sebulan berlalu
Tinggal hitungan hari lagi Hana sudah akan melahirkan bahkan kontraksinya Hana sering sekali terjadi diminggu-minggu terakhir
Kekhawatiran Hana semakin menjadi karena Arka tak kunjung bangun dari komanya
Hana sedang diruangan Arka,dia hanya diam sambil menatap Arka tanpa sepatah kata dia baru saja selesai membersihkan Arka
Hana mengelus wajah Arka sambil tersenyum tipis
"Gak pernah ada bayangan honey kalau kamu bakal seperti ini"Ucap Hana
"Sudah satu bulan lamanya kamu disini,apa kamu gak mau pulang bahkan badan kamu sangat kurus honey"Ucap Hana
"Kamu tau honey kamu lulus dengan perdikat murid berprestasi sekaligus dengan nilai tertinggi"Ucap Hana
"Honey!aku benar-benar merindukan kamu,satu bulan bukan waktu yang sebentar kamu disini"Ucap Hana
"Yasudah aku keluar yah,kamu juga gak bakal bangun yang ada malah buat aku nangis aja"Ucap Hana dan dia pergi
Didepan pintu sudah Willy yang menunggu Hana dengan senyumnya
"Duduk lah"Ucap Willy dan Hana pun duduk
"Bagiamana keadaan mu hari ini ana?"Ucap Willy
Selama Arka dirawat Willy yang selalu ada buat Hana
"Baguslah!kalau baby junior bagaimana? apakah dia sudah benar-benar ingin melihat dunia ini?"Ucap Willy
Hana tertawa kecil
"Kenapa tertawa?ada yang lucu?coba lihat kah perutmu itu sangat besar, seperti balon yang ingin meletus"Ucap Willy
"Memang dia ingin meletus kan?hanya tinggal hitungan hari lagi aku akan menjadi Seorang ibu"Ucap Hana dan wajahnya kembali murung
"Hey seharusnya kau bahagia kenapa malah wajah mu murung Ana?"Ucap Willy
"Sudahlah jangan dibahas Wil"Ucap Hana
"Ka Riko dan juga Tante mana?"Ucap Hana
"Oh sedang keluar sebentar katanya Tante Lala ada yang ingin dia beli"Ucap Willy
"Oh gitu"Ucap Hana
"Teman-teman yang lain mana?"Kok cuma kalian aja"Ucap Hana karena hanya Willy,Bagus,Dan Hero yang lainnya tidak ada
"Semuanya ikut Tante Lala karena Tante yang suruh tadi,Tante kaya ngerek tadi persis anak kecil aku juga heran"Ucap Bagus
"merengek?"Ucap Hana
Hana tersenyum
__ADS_1
"Kayanya aku bakal punya ponakan"Ucap Hana
"Benarkah?"Ucap Willy
"Iyah mungkin aja,dan semoga aja benar"Ucap Hana
"AMIN"Ucap mereka bertiga bersama
2 jam berlalu
Riko berserta rombongan nya datang
"Dari mana aja ka?"Ucap Hana
"Aku cape banget"Ucap Qia
"Iyah aku juga"Ucap Dila
"Kalian kenapa sih?"Ucap Willy
"Tante ajak kami makan banyak banget makanya cape"Ucap Nissa
"Gak nyambung kalian semua"Ucap Bagus
"Perut penuh itu emang gak enak dibawa jalan apalagi kami tadi gak pakai lift malah pakai tangga darurat soalnya penuh beda sama om dan Tante"Ucap Indah
"Pantesan"Ucap Hana
"Kalian berempat makan juga yah,nih Tante dah bawain"Ucap Tante Lala
"Iyah Tante"Ucap Hana
Hana ingin berdiri tiba-tiba perutnya sakit membuat nya a terduduk kembali
"Kenapa Ana!"Ucap Willy dengan panik
Hana meremas bahu Willy dengan kuat
"Sakit......"Ucap Hana dengan ekspresi wajah yang menahan sakit
Semuanya panik Riko langsung bergegas memanggil dokter
"Sakit nya melebihi dari biasanya Tante"Ucap Hana
Dari bawah Hana juga ada cairan yang jatuh mengalir
"Kaka seperti nya ingin melahirkan"Ucap Nissa
"Honey...."Ucap Hana lirih
"Sayang..."suara yang sangat Hana kenal nama samar-samar dan Hana menoleh mencari keberadaan nya tapi tak ada
"Tunggu sebentar lagi"Ucap Willy
"Sakit sekali"Ucap Hana
Semua sangat khawatir dengan Hana apalagi Hana yang selalu meringis kesakitan
__ADS_1
"Hari yang aku takutan datang honey dan kamu masih belum sadar dan itu ketakutan terbesar ku"Batin Hana
Riko datang dengan para suster dan juga dokter Hana langsung diangkat kebrangkar dan dibawa Keruangan persalinan