
Arka sangat senang dia ingin menggendong anak nya tapi dia masih tidak mampu karena dia baru saja bangun dari koma
Arka hanya bisa menatap anaknya sambil memainkan tangan mungilnya
"Hatiku benar-benar bangga sayang"Ucap Arka
"Harus lah honey,ini kan anak kita buah dari cinta kita"Ucap Hana
"Cantik sekali sayang anak ku"Ucap Arka
"Tapi di pasti bakal bangga punya Papah kaya aku sayang"Ucap Arka
"Bangga kenapa?"Ucap Hana
"Karena aku tampan lah"Ucap Arka dengan bangganya
"Tampan?coba liat kamu sekarang honey,kamu sekarang kurus tau gak kaya sebelum kamu masuk rumah sakit"Ucap Hana
"Tapi tetap tampan kan sayang?"Ucap Arka
"Bisa diam gak?dia lagi nyusu tau"Ucap Hana
"Iyah-iyah sayang"Ucap Arka dan dia kembali menatap anaknya
Suster datang dia ingin mengambil bayi Hana kembali untuk dimandikan
"Maaf Nona dan tuan?bayi kalian mau kalian beri nama apa?"Ucapnya
Arka tersenyum manis sambil menatap anaknya didalam pelukan suster
"ROSE GABRIEL PUTRI DHEKSON!"Ucap Arka
"Nama panggilan nya Gabriel"Ucap Arka lagi
Hana dan yang lainnya tersenyum mendengar nama bayi Arka
"Baby Gabriel!"Ucap Nissa
"Baiklah saya bawa dulu yah"Ucap suster itu dan pergi membawa baby gabriel
"Kenapa ada nama Rose nya? padahal Kaka Hana gak suka bunga?"Ucap Indah
"Dia seperti bunga mawar yang indah namun memiliki duri itu melambangkan Gua,Om Riko dan temen-temen gua apalagi sekarang ada Willy,kami semua duri itu sekaligus pelindung dia"Ucap Arka
"Indah sekali"Ucap Hana
"Tentu untuk putri ku"Ucap Arka
"Tapi sebelum kamu koma honey kamu udah nyuruh aku buat kasih nama anak kita itu"Ucap Hana
"Padahal kita belum tau loh jenis kelaminnya"Ucap Hana
"Gak tau sayang, akhir-akhir itu aku emang kepikiran buat kasih nama anak kita cewe bahkan aku gak kepikiran buat kasih nama anak kita cowo malah cewe aku pikirin aja"Ucap Arka
"Tapi itu bagus sekali Honey"Ucap Hana
"Kamu sekarang istirahat aja yah sayang,aku bisa liat wajah kamu itu cape banget"Ucap Arka
"Tapi aku masih pengen liat kamu honey"Ucap Hana
__ADS_1
Arka tersenyum dan mengelus rambut Hana
"Om Riko aku butuh bantuannya yah,aku mau sekamar sama istri aku,aku gak mau beda ruangan sama dia apalagi diruang yang banyak alat tadi"Ucap Arka
"Karena alat itu lu bisa bertahan hidup"Ucap Bagus
"Emang Iyah?emang aku mau mati?"Ucap Arka pada Hana
"Bahkan lebih parah honey"Ucap Hana dengan tatapan hangatnya
"Hah lebih parah?"Ucap Arka
"Hey kenapa tatapan mu seperti itu sayang?"Ucap Arka
"Tidak honey,aku Hanyar bersyukur saja ternyata Tuhan mengabulkan permohonan ku untuk kamu bangun lagi"Ucap Hana
"Maafkan sayang"Ucap Arka dan menggenggam tangan Hana
"Gak papa honey asal kamu disini dan kamu bisa saksikan aku melahirkan anak kita"Ucap Hana
"Iyah sayang"Ucap Arka
Malam tiba
Arka sudah bisa seruangan dengan Hana walaupun dokter belum ngizinkan tapi Arka tetap ingin satu ruangan dengan Hana dan dokter dengan terpaksa mengiyakan
Teman-teman perempuan sudah pulang hanya tertinggal laki-laki
Disisi Willy
Hampir 15 menit lamanya dia ruangan bayi dimana anak Arka diletakkan
Sejak tadi dia berdiri sambil menatap baby Gabriel yang tertidur
"Kamu mirip Mamahmu yah?semoga saja ketika kamu besar,kamu tidak mirip Mamah mu,saya takut jatuh cinta lagi"Ucap Willy
"Lucu juga sih kalau kamu jadi jodohku?"Ucap Willy dan dia tertawa kecil dengan pikiran anehnya
Disisi Arka lagi
Arka mengepalkan tangannya setelah mendengar kan cerita Riko
"Om tau posisinya dimana kan?"Ucap Arka
"Tentu Arka?kan saya selalu pantau dia"Ucap Riko
"Bagus om!tapi tunggu kok om gak mau balas dendam gitu buat Tante?"Ucap Arka
"Tentu ingin bahkan kalau saya ingin,saya ingin sekali membuatnya malu sampai dia mati sendiri"Ucap Riko
"Tapi Rasanya kurang kalau kamu gak ikut ambil andil dalam menghukum Ela"Ucap Riko
"Tunggu kalian mau apain Ela?ingat honey dia adik wanita kamu,kamu satu gen sama dia"Ucap Hana
"Dia mau bunuh Tante sayang!bahkan aku sendiri mau mati dibuatnya?"Ucap Arka
"Tapi ini terlalu kejam honey,Kaka kalau kalian dia mati,aku gak mau Kaka dan suami ku jadi pembunuh!apalagi dia itu termasuk keluarga kita,dia cuma tersesat"Ucap Hana
"Hey!jangan membela orang yang salah Hana!Tante tau kamu baik tapi kebaikan kamu salah dan Tante gak dukung itu"Ucap Tante Lala
__ADS_1
"Dia pasti akan berbuat apapun asal dia bahagia,bahkan dia akan mencelakakan kita lagi?apa kamu mau suami kamu koma lagi dibuat nya"Ucap Tante Lala
Hana menggelengkan kepalanya
"Aku dan Arka gak bakal bunuh dia kok Raihana tapi kami bakal buat dia jera aja"Ucap Riko
"Kalau umur nya masih ada"Sambung Arka
"Oh ya gak ngomongin itu dulu lah,tapi Willy mana?"Ucap Arka mengalihkan pembicaraan
"Oh ya gua baru sadar"Ucap Gio
"Katanya tadi mau ketoilet sih"Ucap Bagus
Pintu terbuka dan yang masuk adalah Vira dan teman-teman nya
"Hana!!!!!"Ucap mereka bersamaan sedangkan Tia dengan perut yang mulai membuncit
"Mana baby nya?aku mau liat"Ucap Vira
"Dia ruangan bayi"Ucap Hana
"Gak sama kamu?"Ucap Tia
Pintu terbuka lagi dan yang masuk adalah suster sambil mendorong kereta baby Gabriel dan Willy juga ada dibelakang
Mereka bertiga histeris melihat anak Hana
"Ini anak kamu Hana?"Ucap Tia
"Iyah"Ucap Hana
"Cantik banget!coba liat kaya bule tau"Ucap Vira
"Iyalah kan Papahnya ada keturunan Eropa"Ucap Hana dan menatap Arka yang tersenyum
"Ih gemes banget sih?"Ucap Vira
"Nona silahkan berikan ASI-nya"Ucap Suster
"Baik suster"Ucap Hana dan suster menyerahkan baby Gabriel kepada Hana
Teman-teman Hana terus menatap baby Gabriel sambil sesekali mentoel pipinya
"Ah pengen punya baby cantik gini"Ucap Tia
"Emang anak kamu jenis kelamin nya apa?"Ucap Hana pada Tia
"Laki-laki"Ucap Tia
"Wah bisa tuh dijodohin ya kan?"Ucap Vira
"Gak boleh!"Ucap Willy dan semuanya menatap Willy
"Lu kenapa?kan Bapak nya gua?"Ucap Arka
Willy diam dia juga bingung kenapa bisa menjawab spontan
"Masa iya Gabriel baru juga lahir mau dijodohin aja?"Ucap Willy
__ADS_1
"Betul juga sih!yah aku gak mau juga kalau dia dijodoh-jodohkan"Ucap Arka
Willy tersenyum dengan jawaban Arka