
Arka kesekolah lagi tapi dia tidak menemukan Bila ataupun indah dia pun bergegas pergi lagi menuju rumah Bila terlebih dahulu dan pas sekali Bila sedang didepan rumahnya dia membeli bakso gerobak keliling kesukaannya
Arka langsung turun dari mobilnya dan mendekati Bila
"Bila"Panggil Arka sambil berjalan mendekati Bila
Bila langsung menoleh ke Arka dan dia tersenyum seakan-akan tak terjadi apapun
"Gua mau ngomong sama lu"Ucap Arka
Bila menatap wajah Arka yang babak belur dan dia langsung menangkup wajah Arka
"Wajah kamu kenapa Arka?"Ucap Bila khawatir
"Gak penting!gua mau tanya tentang kejadian tadi!"Ucap Arka langsung tanpa basa-basi
"Kamu harus diobatin dulu Arka"Ucap Bila
"Gua gak butuh obat gua butuh penjelasan Bila"Ucap Arka
"Gak enak ngomong disini kalau didalam aja gimana?"Ucap Bila
"Dimobil aja!"Ucap Arka
"Oke"Ucap Bila
"Bang bakso skip aja dulu dan uang tadi ambil aja buat Abang"Ucap Bila
"Oke non"Ucap Abang bakso
Arka dan Bila sudah berada didalam mobil
"Apa yang lu lakuin Bila ke Hana ha?"Ucap Arka setengah berteriak
Bila menjadi takut bahkan badannya seketika bergetar hebat
"Aku gak lakuin apapun ke dia"Ucap Bila gugup
"Bohong!gak mungkin Hana bisa jatuh sendiri?dan lu tau hah karena kejadian ini gua hampir kehilangan Hana dan anak gua!"Ucap Arka masih nyaring
Bila diam bahkan dia tak berani menatap Arka
"Jawab gua Bila?Apa yang lu lakuin ke Hana?atau gak gua bakal bertindak kasar ke lu"Ucap Arka
"Bukan aku yang lakuin Arka tapi indah dan teman-teman nya tadi"Ucap Bila
"Gak mungkin indah lakuin ini Bila!"Ucap Arka yang tak percaya
"Kamu gak percaya apa karena dia udah gak ngejar kamu lagi?apa kamu percaya?dia musuh dalam lipatan Arka!"Ucap Bila
Arka menggeleng-gelengkan kepalanya
__ADS_1
"Aku juga tadi baru masuk ketoilet Arka dan aku liat istri kamu udah dalam keadaan kayagitu dan disana ada indah dan teman-teman nya"Ucap Bila
"Mungkin Indah yang keroyok istri kamu"Ucap Bila
Arka mengepalkanya tangannya dia benar-benar marah sekarang
"Bahkan aku mau nolong istri kamu malah ditampar oleh Indah,coba liat pipi aku bengkak kan?"Ucap Bila sambil memperlihatkan pipi nya yang memang terlihat bengkak
"Dia bilang ke aku jangan ikut campur dalam masalah dia"Ucap Bila
"Gua gak percaya Bila indah kayagitu dia udah janji gak bakal ganggu hubungan gua sama Hana bahkan dia dukung hubungan gua"Ucap Arka
"Dia lebih terobsesi sama kamu ketimbang aku Arka makanya dia lakuin ini,dia cuma ambil hati kamu dan buat kamu seakan-akan gak percaya dengan apa yang dilakukan ya kayagini"Ucap Bila
Arka diam sambil mengacak-acak rambutnya sedangkan Bila tersenyum tipis karena dia berhasil menghasut Arka
Tanpa sepengetahuan Bila Arka langsung menyalakan mobilnya dan membawa nya
"Kita mau kemana?"Tanya Bila
"Kita kerumah indah gua benar-benar gak habis pikir bisa-bisa dia bermuka dua kaya gini"Ucap Arka
Bila menjadi gugup bahkan tangannya menjadi gemetar hebat
"Arka aku mau pipis nih,boleh nanti berhenti sebentar"Ucap Bila bohong padahal dia ingin melarikan diri
"Nanti aja dirumah Indah kan bisa?"Ucap Arka
"Tapi aku udah gak tahan"Ucap Bila
Bila langsung gelabakan tapi dia berusaha untuk tetap tenang
"Gak aku beneran mau pipis ini"Ucap Bila
"Gua bilang nanti ya nanti!paham gak sih?"Bentak Arka
Arka dan Bila melewati pertigaan jalan yang seharusnya arah rumah indah adalah kanan tapi Arka malah lurus
"Rumah indahkan seharusnya belok kanan Arka?"Ucap Bila
"Gua mau kasih lu tempat yang bagus dan mungkin tempat ini gak bakal lu lupain karena lu udah bantu gua buat kasih tau siapa yang udah celakain Hana"Ucap Arka dan bahkan dia tersenyum
Bila menjadi tersenyum melihat senyum Arka
"Benarkah?jadi gak jadi ke rumah indah kita?"Ucap Bila dan dia juga menjadi lega
"Buat apa juga kan?kalau ditanya pasti dia mengelak juga"Ucap Arka
Bila benar-benar senang dia sangat lega karena Arka percaya padanya
Akhirnya mereka pun sampai dan Arka turun terlebih dahulu bahkan Arka membukakan pintu untuk Bila dan Bila benar-benar melayang akan sikap manis Arka
__ADS_1
Tapi dia heran buka tempat romantis atau tempat bagus melainkan gedung tua yang sudah tak digunakan lagi
"Kok kita kesini Arka?"Ucap Bila
"Lu kan tau gua bukan orang yang romantis atau gimana gitu"Ucap Arka
"Sebenarnya ini udah gua siapin buat Hana tapi karena lu baik ke gua jadi gua kasih ke elu aja"Ucap Arka
"Benarkah?serem juga yah kamu Arka kasih kejutan kaya gini"Ucap Bila
"Biar beda aja sih"Ucap Arka dan dia berjalan masuk dan Bila mengikuti langkah Arka
Gedung tua berjumlah 4 lantai bahkan gedung itu sangatlah kumuh Bila terus saja memeluk tangan Arka selama naik keatas
"Lu kenapa sih?"Ucap Arka
"Aku takut tau Arka?"Ucap Bila
"Takut apa sih?sebentar lagi bakal senang kok soalnya kejutannya ada diatas"Ucap Arka
Arka dan Bila sekarang berada diatas gedung itu dan Bila menatap sekitar mencari kejutan yang Arka maksud
"Mana kejutannya Arka?"Tanya Bila
"Coba liat deh pemandangan dari atas sini dan lu liat kebawah"Ucap Arka
Bila menatap kebawah tapi dia menjadi takut tapi Arka malah mendekati Bila
"Arka jangan dekat-dekat nanti aku jatuh"Ucap Bila
Arka tak menghiraukan ucapan Bila dia terus mendekati Bila dan Bila sudah berada ditepi gedung badannya gemetar hebat karena dia melihat kebawah
Arka tersenyum sinis dan Bila melihat itu dan dia semakin takut
"Arka kamu mau ngapain?"Ucap Bila
"Seandainya lu mati disini bagaimana Bila?"Ucap Arka santai
"Maksud kamu?"Ucap Bila dia benar-benar takut bahkan ingin lari tapi Arka memegangi tangan Bila
"Ya lu kan yang sudah buat Hana seperti ini? jawab gua!"Ucap Teriak Arka
Bila ketakutan melihat Arka yang sekarang
"Aku sudah bilang kan bukan aku!"Ucap Bila
"Gak ngaku?oke gua bakal nekat jatuhin lu dari sini kebawah!"Ucap Arka
"Kamu jangan gila Arka kalau aku kenapa-napa kamu bakal masuk polisi"Ucap Bila
"Gua gak perduli tentang gua sekarang yang penting lu jawab pertanyaan gua sekarang"Ucap Arka
__ADS_1
Bila diam dan itu membuat Arka semakin geram dan diam mendorong Bila semakin ketepi Gedung itu
"Jawab gua tau lu mati sia-sia sama seperti lu mau ngehabisin calon anak gua dan istri gua"Ucap Arka dengan emosi yang menggebu-gebu