
Mereka pulang kerumah masing-masing begitupun Hana dan Arka, sepanjang perjalanan Arka hanya diam sembil menyetir mobil,sebelum mereka pulang tadi Arka menyuruh bodyguard nya membawakan mobil dan membawa motornya pulang
"Honey"Ucap Hana sambil meraih tangan Arka
Arka menatap Hana sebentar dan kembali menatap jalan
"Kok diam aja?aku salah yah?"Ucap Hana
"Menurut kamu?"Ucap Arka tanpa menatap
"Biasanya kalau kamu diam kamu marah atau ngambek"Ucap Hana
"Terus?"Ucap Arka
"Kamu marah sama aku honey?"Ucap Hana
"Jelaslah!"Ucap Arka tegas,Hana langsung menelan ludahnya mendengar nada suara Arka
"Honey"Ucap Hana
"Apa?kamu pikir pergi kerumah sakit pakai motor dalam keadaan hamil besar itu gak bahaya hah?"Ucap Arka
"Kamu seharusnya mikirin keadaan kamu,jangan seakan-akan cuma aku yang perduli sama kamu sedangkan kamu aja gak peduli dengan diri kamu sendiri"Ucap Arka
"Setidaknya pikirin anak kita yang ada didalam perut kamu"Ucap Arka
"Ngerti gak?"Ucap Arka
Hana hanya diam sambil menunduk,Hana tidak berani jika Arka sudah tegas pada nya
"Kamu harus ingat keadaan kamu sama anak kita itu lemah sayang setidaknya kamu perhatiin itu"Ucap Arka
__ADS_1
"Panik boleh, khawatir sama Bila boleh asal jangan lupa diri kamu sendiri"Ucap Arka
"Maaf honey"Ucap Hana pelan
"Aku gak butuh kata maaf tapi kesadaran kamu sayang"Ucap Arka
"Perut kamu udah buncit banget masa kamu gak mikirin kamu sama dia sih?apa cuma aku yang perduli sama kalian berdua?kamu gak?"Ucap Arka
"Aku lupa honey"Ucap Hana pelan
"Selalu itu yang keluar dari mulut kamu?gak ada gitu sikap buat berubah?"Ucap Arka
"Kurang dari 3 bulan lagi kamu bakal ngelahirin tapi kalau kamu selalu gini aja,aku bakal selalu marah sama kamu"Ucap Arka
Hana menatap Arka
"Honey......"Ucap Hana dengan manja agar Arka berhenti mengomeli nya biasanya dengan cara ini ampuh membungkam mulut cerewet Arka
"Aku marah,aku ngomel,aku cerewet itu buat kamu dan juga calon anak kita paham?"Ucap Arka
Hana kembali menunduk dan *******-***** tangan nya Arka melihat itu dia tau pasti Hana akan menangis
"Udah kamu istirahat aja"Ucap Arka dan dia kembali fokus menyetir mobil
Hana diam sambil terus menunduk dan meremas tangan nya sampai ada air menetes ke tangan nya karena Hana menangis
Arka mengintip sedikit ketika dia tau Hana menangis Arka menjadi merasa bersalah karena mengomeli istrinya habis-habisan
Tangis Hana semakin menjadi bahkan terdengar sesegukkan
Arka menjadi benar-benar merasa bersalah apalagi membuat Hana menangis
__ADS_1
Arka menjadi tidak tega dan dia menepikan mobilnya untuk berbicara lagi pada istri hamilnya itu
Arka berhenti ditempat yang sepi dan dia langsung meraih tangan Hana tapi Hana menepisnya
"Sayang"Ucap Arka lemah lembut
Hana menatap Arka dengan tajam dengan mata yang penuh air mata
"Aku keterlaluan yah?"Ucap Arka
"Suka kan liat aku nangis?suka kan ngomelin aku karena hal sepele?"Ucap Hana dengan suara serak gara-gara menangis
"Gak gitu sayang"Ucap Arka
"Aku sakit hati sama kamu"Ucap Hana dan matanya kembali mengeluarkan air mata dengan deras
"Aku marahin kamu itu juga karena salah kamu"Ucap Arka dan dia ingin menghapus air mata Hana tapi Hana menepisnya
"Tapi nyatanya aku selamat kan?gak kenapa-napa?kamu nya aja yang berlebihan"Ucap Hana
Arka diam dan menatap Hana dengan tatapan hangatnya
"Aku berlebihan karena aku aku sayang kalian sayang,aku gak mau kalian kenapa-napa,aku ngelarang karena aku gak mau apa yang aku pikirkan itu terjadi"Ucap Arka
"Musibah itu bisa datang kapan aja bahkan kita didalam rumah sekalipun"Ucap Hana
Arka menyandarkan dirinya dikursi mobil sambil menatap Hana
"Aku mohon sama kamu jangan buat aku takut sayang,aku gak kalian kenapa-napa bahkan pergi dari aku"Ucap Arka
"2 kali aku kehilangan orang yang sangat berharga bagi aku dan aku mohon jangan buat aku takut jangan buat aku khawatir"Ucap Arka
__ADS_1
Hana diam dan menatap lekat Arka yang juga sama menatap dirinya