
Salon Tante Lala sudah tutup kali ini Arka langsung pulang kerumahnya dengan wajah yang begitu kusut karena pesan yang dia kirim ke Hana dari tadi tak kunjung dibaca dan lihat oleh Hana
Disisi Hana dia sedang berdiri didepan jendela kamarnya dia benar-benar kecewa dengan Arka karena foto yang dikirimkan oleh Willy kepada nya
"Aku kecewa Arka sama kamu"Ucap Hana
"Kamu bilang gak bakal dekat-dekat lagi sama dia tapi difoto itu kamu kasih dia buah"Ucap Hana
"Bahkan kalian gandengan tangan"Ucap Hana
"Aku bodoh kenapa bisa percaya perkataan laki-laki bocil seperti Arka bahkan memberikan semuanya padanya"Ucap Hana
"Aku bosan Arka menahan cemburu gini,aku bosan overthingking ke kamu tapi foto itu jelas bahkan mungkin baru sebagian nya"Ucap Hana
Hana mulai lelah berdiri dan dia ingin berusaha tidur tapi sebelumnya dia mengaktifkan ponsel nya kembali pesan dari Arka lah yang pertama masuk dengan begitu banyak dan juga telpon tak terjawab nya
Hana membuka video yang Arka kirimkan kepadanya
Entah kenapa Hana tertawa melihat video yang Arka kirimkan padanya
"Ada-ada aja sih?bukannya lagu romantis malah lagu anak-anak yang kamu kirim ke aku sih?"Ucap Hana
Hana mendengarkan ucapan serius Arka diakhiri Vidio itu
"Ucapan mu manis sekali Arka sampai aku bisa terlena dan bahkan percaya tapi untuk sekian kalinya kamu buat aku kecewa setelah kamu berjanji padaku"Ucap Hana
"Ucapan mu bisa membuatku luluh Arka tapi sikap dan berbuatan mu membuatku selalu kecewa"Ucap Hana
"Apa aku salah memilihmu?apa aku salah memberikan semuanya padamu tapi kamu selalu membuat ku kecewa"Ucap Hana
Dan Hana kembali menonaktifkan ponselnya dia takut jika Arka menelponnya
Disisi Arka dia baru saja selesai mandi dan dia langsung melihat ponselnya dia tersenyum semua chatnya dibaca oleh Hana tapi senyum Arka tiba-tiba pudar karena Hana tak membalas satu pun pesannya
Arka hanya menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya dengan perlahan
Arka pun masuk keruang ganti bajunya dia hanya memakai baju pendek putih dan celana pendek hitam dia
Suasana hatinya sangat kacau dia kebawah berniat ingin menghibur diri dengan memainkan piano
Arka juga merekam dirinya sambil memainkan piano dia juga menyanyi tapi dia menyanyi sambil melihat lirik diponselnya karena dia merekam lewat kamera
Sewindu sudah
Ku tak mendengar suaramu
Ku tak lagi lihat senyumanmu
Yang s'lalu menghiasi hariku
Sewindu sudah
Kau tak berada di sisiku
Kau menghilang dari pandanganku
Tak tahu kini kau di mana
Ternyata belum siap aku
Kehilangan dirimu
Belum sanggup untuk jauh darimu
__ADS_1
Yang masih s'lalu ada dalam hatiku
Sewindu sudah
Kau tak berada di sisiku
Kau menghilang dari pandanganku, oh-oh
Tak tahu kini kau di mana, ho-oh
Ternyata belum siap aku
Kehilangan dirimu
Belum sanggup untuk jauh darimu
Yang masih s'lalu ada dalam hatiku
Tuhan, tolong mampukan aku
'Tuk lupakan dirinya
Semua cerita tentangnya yang membuatku
S'lalu teringat akan cinta yang dulu hidupkanku
Ho-ho
(Sewindu sudah)
Hu-hu (hu-ha)
Ho-oh
Kehilangan dirimu
Belum sanggup 'tuk jauh darimu
Yang masih s'lalu ada dalam hatiku
Tuhan, tolong mampukan aku
'Tuk lupakan dirinya (lupakan dirinya)
Semua cerita tentang dirinya yang membuatku
S'lalu teringat akan cinta yang dulu
S'lalu teringat akan cinta yang dulu
Arka menyanyi dengan penuh penghayatan karena dia benar-benar merindukan Hana saat ini
Arka berhenti bernyanyi dia juga mematikan kamrenya dan dia memikirkan sesuatu
"Gua bodoh banget sih sekarang"Ucap Arka
"Gua benar-benar takut kehilangan Hana,gua gak mau dia pergi begitu aja dalam hidup gua"Ucap Arka
"Apa gua susulin aja yah ke luar kota sana"Ucap Arka
"Tapi dimana gua gak tau"Ucap Arka
Arka menyalin video tadi ke ponselnya dan dia memposting nya disosial media nya dan berharap Hana melihatnya tapi malah orang yang mengomentari postingannya tapi dia tidak menghiraukan nya
__ADS_1
Pagi tiba seperti biasa Arka akan pergi kesekolah
Seperti biasa Arka akan latihan dengan Ela seperti biasanya sebenarnya dia sangat ingin bolos hari ini
Setelah latihan dia tidak langsung kekelas melainkan ke kantin dan dia bertemu Willy,dia menatap tajam Arka sedangkan Arka hanya bertingkah santai karena dia sibuk dengan pikirannya sendiri
Willy menghampiri Arka dan langsung memukul wajah Arka bertubi-tubi,tiga kali wajah Arka terkena pukulan Willy dan dia berhasil bisa lepas dari pukulan Willy
"Lu apaan hah!"Ucap Arka sambil memegangi luka karena kantin sepi hanya ada mereka dan ibu kantin disana
"Kalian kenapa berkelahi"Ucap ibu kantin dengan panik
Willy diam dan ingin kembali memukul Arka tapi dengan cepat Arka membalas pukulan Willy tepat mengenai hidungnya membuatnya mengeluarkan darah
Willy tersenyum sinis sambil memegangi hidungnya
"Lu harus siap kehilangan Ana Arka setelah ini"Ucap Willy
"Berhentilah memanggil nya ana!"Ucap Arka dengan amarah
"Oh apakah aku harus memanggilnya Honey juga?"Ucapnya sambil tersenyum mengejek
Arka mengepalkan tangannya bahkan giginya pun menggeretak
"Kau....."Ucap Arka geram
"Kenapa?atau aku memanggilnya sayang? Atau bahkan baby?"Ucap Willy
Bug!
Arka langsung memukul wajah Willy sampai jatuh kelantai
Arka menarik kerah baju Willy dan membawanya berdiri
"Lu jangan pernah berharap kalau Hana mau sama lu!"Ucap Arka
"Benarkah?tapi gara-gara sikap lu yang bakal buat Ana pergi dari lu!dan disaat dia pergi dari lu gua bakal datang buat sembuhin luka yang lu buat"Ucap Willy
"Kalau lu gak bisa setia biarin ana pergi jangan lu buat dia jadi koleksi"Ucap Willy
Arka diam sampai satpam datang untuk memisahkan mereka karena ibu kantin yang memanggilnya
"Awas lu dekatin Hana Willy lu bakalan tau akibatnya"Ucap Arka
"Gua gak takut"Ucap Willy
"Gua bakal terus rebut ana dari lu"Ucap Willy
"Stop memanggilnya Ana"Ucap Arka
"Oke gua bakal berhenti manggil dia Ana ketika dia jadi milik gua dan gua bakal manggil dia sayang"Ucap Willy
"Kau...."Ucap Arka geram tapi satpam memegangi Arka membuatnya tidak bisa bergerak
Willy tersenyum sinis melihat Arka yang begitu emosi padanya
Willy pergi sedangkan Arka masih dipegangi oleh satpam tapi dia diam
"Gua gak bakal biarin Hana pergi dari gua begitu aja"Batin Arka
"Lepasin aku pak"Ucap Arka yang mulai melembut
Satpam pun melepaskan Arka dan langsung pergi bahkan dia memutuskan pulang saja
__ADS_1