Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
28


__ADS_3

Gon dan Zayn sudah hampir setengah jam menunggu Theo dan Mikayla yang sedang berganti pakaian, sampai membuat kedua orang itu berbicara hal-hal aneh yang ada di otak kecilnya.


“Aku yakin mereka tadi sedang bercinta.” Ucap Gon membuat Zayn kesal mendengarnya, sementara Gon terkejeh sendiri mengingat betapa kaku sahabatnya itu.


Dilihat dari wanita-wanita bayaran yang ia pilihkan untuk Theo, pria itu sama sekali tidak pernah berani menatap tubuh sexy wanita bayaran. Apalagi tubuh tegang dan kaku saat di sentuh wanita itu, Gon jadi terus membayangkan bagaimana cara Theo bercinta dengan Mikayla.


“Berhentilah berpikir yang aneh-aneh Gon, Mika bukan wanita yang pantas kamu bayangkan seperti wanita yang biasa kamu tiduri.” Ucap Zayn kecut. Dia kesal pada sahabatnya itu, dan entah mengapa dia juga benci saat melihat Theo yang baru bangun tidur dengan wanita secantik Mikayla.


“Untuk apa kalian datang pagi-pagi ke Apartku?” Tanya Theo saat keluar dari kamarnya, Gon dan Zayn tidak memperdulikan pertanyaan sahabatnya itu, mereka malah melihat Mika yang juga ikut muncuk dari belakang Theo dan hendak pergi ke arah lain.


“Kamu mau kemana Mika?” Ucap Gon dengan segera ia menghadang jalan yang akan di lalui wanita itu.


Theo menatap kesal kedua sahabatnya yang tidak memperdulikan ucapanya dan mereka malah mendekati wanitanya.


“Mika apa kamu ada waktu? Kami ingin mengajak mu main.” Ucap Zayn sambil tersenyum tulus pada wanita itu. 

__ADS_1


Entah mengapa hati Zayn selalu melembut saat melihat Mika, ia ingin sekali mengenal wanita itu lebih dalam lagi.


“Apa maksud kalian?” Ucap Theo sambil berjalan mendekati wanitanya dan menarik pinggang Mikayla agar lebih dekat dengan tubuhnya.


Zayn terlihat tidak suka saat melihat Theo yang terlalu posesive pada Mikayla.


“Jadi kalian datang ke sini bukan untuk menemuiku? Tapi untuk menemui wanitaku?” Tanya Theo dengan sorot mata tajam.


Mikayla pun sedikit mendongakan wajahnya untuk menatap pria yang menyebut dirinya adalah wanitanya. 


“Mika, apa kamu suka pantai?” Tanya Gon pada wanita yang kini tersenyum menatapnya.


“Tidak dia tidak suka pantai.” Ucap Theo dengan cepat. 


Mika yang hendak menjawab kini dia terdiam dengan senyuman yang meredup saat mendengar jawaban Theo.

__ADS_1


“Aku nanya dia bukan kamu!” Kesal Gon. “Kami akan mengajak mu berpesta di pantai pribadi milik Zayn, dan kamu harus ikut.” Ucap Gon sambil menunjuk Mikayla, niat Gon dan Zayn saat ini adalah mengajak Mikayla melupakan semua sakit yang telah di lakukan sahabatnya, mereka berdua memang pria jahat yang suka bergonta-ganti wanita.


Tapi tidak pada wanita baik-baik seperti Mikayla, dan kedua orang itu sangat kecewa pada Theo yang menurutnya lebih kejam dan mereka berdua.


“Benarkah? Kapan? Di mana? Apa aku boleh ikut?” Ucap Mikayla dengan sangat antusias, Mikayla lebih leluasa mengekpreaikan dirinya di depan kedua sahabat Theo di banding dosenya sendiri.


“Tidak boleh.” Tegas Theo.


“Kami tidak perduli, kamu mau ikut atau tidak yang jelas dia tetap ikut dengan kami!” Ucap Zayn, mereka berdua langsung menarik Mikayla berlari keluar Apart itu.


Theo melotot sempurna melihat kelakuan kedua sahabatnya itu. 


“Zayn! Gonzales!!” Pekik Theo dengam eajah murkanya.


.

__ADS_1


To be continued…


__ADS_2