Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
61


__ADS_3

Mikyla menyeka air matanya sebelum ia masuk ke dalam ruang kerja dosen bernama Theo itu, karena beberapa saat lalu Theo memanggilnya dan mau tidak mau Mikayla harus datang menemuinya.


Mikayla harus mengesampingkan rasa sakit hati yang sedang di alaminya, perlahan ia membuka pintu ruangan itu.


“Kenapa lama sekali?” Tanya Theo dengan tidak sabaran ia berjalan ke arah Mikayla yang baru membuka pintu itu.


Mikayla terkejut karena tubuhnya tiba-tiba di tarik kedalam pelukannya dengan sedikit lebih erat sampai membuat wanita itu sesak.


“Apa yang kamu lakukan dengan Farel? Kenapa dia berani menyentuhmu?! Bukan kah sudah ku katakan jika kau tidak boleh dekat dengan pria manapun!” Sentak Theo tiba-tiba. Theo menarik dagu Mikayla agar kembali menatapnya, walau sedikit kaget dengan mata sembabnya ia sampai tidak sempat menanyakan apa yang terjadi pada wanita itu karena rasa cemburu sedang menyelimuti dirinya.


Pasalnya Farel adalah pria yang sempat dekat dengan Mikayla, Theo tidak mau melihat Mikayla berdekatan dengan pria itu apalagi sampai bersentuhan. Walau seujung jaripun, Theo tetap tidak terima.


“Kami hanya berteman.” Jawab Mikayla singkat.


“Bohong!” Pekik Theo sambil mencengkram wajah Mikayla agar kembali menatapnya.


Rasa sakit hati yang Mikayla rasakan saat ini belum sembuh, di tambah sikap Theo yang kembali kasar membuat dada wanita itu semakin sakit.

__ADS_1


Ia pun mendorong tubuh Theo dengan sekuat tenaga, ia lelah dengan sikap Theo yang selalu berubah-ubah. Mikayla pikir pria ini sudah sedikit berubah dari sebelumnya, tapi nyatanya dia salah. Theo tetaplah Theo yang dulu.


“Aku sudah katakan jika aku tidak memiliki hubungan spesial dengannya!” Pekik Mikayla dengan sedikit menjerit, matanya terasa sangat perih dan panas bersamaan.


Ia pun bergegas meninggalkan Theo, namun lengan pria itu menahan pintu yang hendak di buka Mikayla.


Tubuh Mikayla menegang karena dengan gerakan cepat Theo menghimpit tubuhnya di balik pintu.


“Beraninya kau membentakku, Mikayla!” Pekik Theo.


Mikayla memejamkan matanya dengan air mata yang menetes, ia akhirnya tak kuasa menahan air mata itu. Perlakuan Theo yang membuat Mikayla terlihat seperti seorang jjallang membuat hatinya semakin terluka.


“Apa yang kamu lakukan!” Bentak Mikayla saat roknya di tarik ke atas dan menarik ke samping kain tipis berbentuk segitiga itu.


Theo yang sudah terbawa emosi tidak memikirkan apapun selain membuat wanita ini menjadi miliknya, bahkan dia tidak memikirkan perasaan wanitanya.


“Diamlah! Kau hanya perlu melayaniku! Jangan pernah berani sedikitpun bersentuhan dengan orang lain kau mengerti!” Pekik Theo dia hendak mengarahkan miliknya pada milik Mikayla.

__ADS_1


“Dadar brengsk!” Pekik Mikayla.


Mikayla dengan cepat mendorong pira itu hingga terjatuh dan membuatnya meringis nyeri.


“Mikayla!” Pekik Theo.


Mikayla berlari sambil merapihkan rok yang tadi sempat terangkat. Ia bahkan tidak mau melihat wajah Theo yang membuat dirinya terluka, Mikayla pergi berlari dengan sekuat tenaga agar tidak di kejar oleh Dosen gilanya itu.


Sesekali ia menyeka air matanya yang sejak tadi menetes di pipinya, Mikayla sangat kecewa. Dia merutuku dirinya sendiri yang sempat menyukai pria jahat itu.


“Bodoh! Kau tetap jallang di matanya Kay! Kau tidak pantas bersama dengan pria badjingan itu!” Pekik Mikayla dalam hatinya sambil menggigit bibir bawahnya sekuat tenaga seiring dengan langkah kaki yang semakin cepat. Bahkan ia tidak memperdulikan seseorang yang memanggilnya sejak tadi.


“Aku tidak peduli! Aku harus pergi menjauh darinya!” Ucap Mikayla lagi dengan tangisan yang semakin pecah.


.


To be continued…

__ADS_1


__ADS_2