Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
75


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Mikayla tidk menyangk jika Theo benar-benar menuruti keinginan dirinya, tidak ada kata-kata kasar dan tidak memperlakukan Mikayla denga seenaknya. Pria itu selalu meminta ijin setiap ingin melakukan sesuatu pada kekasihnya itu, namun hal itu mulai membuat Mikayla merasa menyesal.


“Sayang apa lebih baik kita diam saja di apartemen?” tanya Theo yag sjak tadi memeluk lengan kekasihnya.


“Tidak kita sudah terlalu lama tidak hadir, lebih baik tetap pergi ke kampus.” Ucap Mikayla, karena ia sendiri tidak mau banyak tertinggal mata kuliah.


“Kalau begitu boleh aku menciummu lagi?” Tanya Theo, ia ingin mencium Mikayla sebagai tanda perpisahan karena akan berpisah saat sudah samapi di kampusnya.


“Iya boleh.” Jawba Mikayla Theo pun mencium bibir Mikayla dengan sangat lembut, sampai membuat Mikayla kesal sendiri karena dirinya sudah terbiasa dengan ciuman kasar yang di lakukan Theo dulu.


“Boleh cium lagi?” Tanya Theo lagi saat Mikayla memutus ciuman itu. Mikayla baru menganggukan kepalanya, Theo sudah mulai menciumi bibir ranum itu.


Akhirnya Mikayla pun mnedorong tubuh Theo agar sedikit menjauh karena merasa tidak enak pada Ronal yang sejak tadi diam mengendarai mobil yang mereka tumpangi.

__ADS_1


“Sayang aku masih ingin—“


“Berhentilah meminta ijin, langsung cium saja tanpa harus bertanya lebih dulu.” Ucap Mikayla dengan kesal, karena hampir setiap hari dan setiap detik Theo terus meminta ijin kepadanya membuat Mikayla pusing sendiri.


“Sayang apa kamu marah?” Tanya Theo dengan wajah sedihnya. Mikayla yang masih kesal pun langsung mendorong tubuh Theo dan bergegas duduk di atas pangkuan pria itu. “Kay…” panggil Theo dengan raut wajah tidak percaya jika Mikayla memulai ciuman itu.


Kini Mikayla yang lebih dulu mencium Theo dengan sedikit lebih kasar, ia bahkan menghisap kuat bibir Theo sampai pria itu tidak sempat membalas perbuatan wanitanya.


Kedua lengan Mikayla menyentuh rahang prianya, dan membawa ciuman itu jauh lebih dalam. Lidah keduanya saling melilit satu sama lain, bibir bawah Theo pun sesekali Mikayla hisap dengan gemas sampai membuat Theo melenguh karena nikmat dan sakit yang muncul bersamaan.


Lengan Theo mulai bermain-main di bapik pakaian Mikayla, menyentuh dan mengusap lembut kulit mulus Mikayla.


“Euh, aku tidak bisa meneruskannya.” Ucap Mikayla sambil mendorong tubuh Theo agar tubuhnya menjauh dari godaan ini. Jujur saja Mikayla sangat merindukan sentuhan Theo, sejak berpacaran Theo sama sekali tidak menyentuhnya lebih dari sebuah ciuman dan pelukan.

__ADS_1


“Kenapa?” Tanya Theo dengan raut wajah sayu dan rasa kecewa karena Mikayla menghentikan kegiatannya dengan mendadak.


“Kita harus segera masuk, orang akan curiga jika kita lama di dalam mobil.” Ucap Mikayla.


“Maksudku, kenapa kamu sekarang jago ciuman?” Tanya Theo lagi, karena selama ini yang ia tau jika Mikayla hanya menerima ciuman darinya dan tidak pernah mau memimpin ciuman panas seperti tadi.


Mikayla membelelek, ia sendiri tidak tau apa yang sedang di laukannya. Mikayla bergegas keluar dari mobil itu, Theo yang belum mendapat jawaban langsung mengejar Mikayla.


“Sayang, jawab aku? Kenapa sekarang kamu sangat pandai berciuman?” Tanya Theo sambil mengekori Mikayla, ia bahkan tidak memperdulikan orang lain yang menyapa dirinya. “Sayang! Jawab dulu!” Teriak Theo dengan frustasi.


Mikayla yang di panggil sama sekali tidak menoleh ke arah kekasihnya, ia semakin cepat berjalan dan menjauh dari pria itu.


.

__ADS_1


To be continued…


__ADS_2