Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
76


__ADS_3

Mikayla terus berlari sampai tidak sengaja menabrak seseorang, wanita itu terjatuh di tepat di depan Mikayla.


“Kakak! Apa kamu tidak bisa melihatku yang cantik ini?” Ucap Sherena dengan kasal, karena sudah jelas dia berada di depannya bahkan sempat memanggil namanya.


Mikayla menatap Sherena dengan terkejut, ia segera mengulurkan tanganya untuk membantu wanita itu berdiri.


Sherena pun menerima uluran tangan Mikayla dan segera berdiri, tepat saat Theo memanggil nama Mikayla. Sherena dan Mikayla pun menoleh ke arah sumber suara.


“Kamu apakan Mikayla?” Tanya Theo sambil menepes lengan Sherena yang saling bertautan dengan tangan Mikayla.


Sherena membelalak, tidak biasanya Kakak pertamanya itu marah kepadanya. Bukan kah biasanya Theo akan marah pada orang lain ealau sudha jelas Sherena yang salah, pikirnya.


“Kakak! Aku adikmu, apa kakak lupa?” Tanya Sherena untuk memastikan. “Lagian kan aku yang jatuh karena Kak Kayla yang menabrak ku, kenapa aku yang kena marah?” Keluh Sherena kesal.


“Makanya kalau berdiri jangan di tengah jalan.” Ucap Theo lagi pada adiknya itu.


Mikayla yang merasa tidak enak langsung menyentuh ujung lengan baju Theo, sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Bukan Sherena yang salah Pak, aku yang menabraknya karena tidak melihat keberadaannya.” Ucap Mikayla agar adik kakak itu tidak bertengkar.


“Tidak tetap saja Sherena yang salah.” Ucap Theo.


Sherena makin membelalak dengan mulut yang menganga, dia tidak habis pikir seorang Theo mempunyai sisi egois seperti itu, padahal selama ini Theo selalu membelanya dalam keadaan apapun.


Bahkan pria itu nyaris tidak pernah marah padanya dan selalu memanja dirinya, tapi Sherena terdiam saat melihat interaksi kedua orang di hadapannya yang kini saling pandang. Apalagi saat melihat wajah hawatir kakaknya pada teman sepupunya itu.


“Aku dari tadi mencari mu kak, aku dengar Kak Chelsea akan bertemu dengan Kakek.” Ucap Sherena dengan sengaja ia berbicara di depan Mikayla.


Sherena mengulum senyum saat melihat perubahan dari raut wajah keduanya. “Oh ya ampun, aku paling peka pada hal seperti ini.” Ucap Sherena dalam hatinya.


“Bukan kah kakak senang karena itu artinya kalian akan segera di restui, buktinya kakek setuju untuk bertemu.” Ucap Sherena lagi semakin membuat Theo terlihat panik.


“Tidak aku tidak akan menemuinya, aku ada kelas. Ayo Kay kita harus pergi.” Ucap Theo, ia bergegas menarik lengan Mikayla agar tidak mendengar lebih banyak lagi cerita dari adiknya yang nakal itu.


Mikayla menahan lengannya. “Tidak perlu biar aku sendiri yang pergi, lebih baik bapak ikut bersama Sherena.” Ucap Mikayla. Namun Theo menggelengkan kepalanya, dia tidka mau membuat Mikayla cemburu atau marah kepadanya.

__ADS_1


“Selsesaikan lah urusan bapak lebih dulu, bukan kah itu lebih baik?” Ucap Mikayla dengan sorot wajah serius sampai membuat Theo terdiam.


“Kalau begitu aku pergi dulu.” Ucap Theo lalu menarik lengan adiknya itu. “Ikut denganku.”


“Aku gak mau! Aku akan ikut dengan Kak Leon.” Ucap Sherena.


“Leon? Dia tidak ada, kamu harus ikut aku dan bertanggung jawab atas apa ayng akan terjadi kepadaku!” Ucap Theo dengan kesal karena dia tau mungkin saja setelah ini Mikayla akan kembali marah kepadanya.


“Jangan ganggu dia! Masalahmu itu urusan mu Theo.” Ucap Leon yang kini menahan pergelangan tangan Sherena.


“Tidak dia harus ikut aku.” Ucap Theo sambil kembali menarik Sherena. Keduanya pun saling tarik menarik, sampai Theo melihat Mikayla yang pergi begitu saja sambil mebghentakan kakinya dengan kesal.


“Kay!” Panggil Theo saat Mikayla pergi, ia pun malah di tarik balik oleh Sherena agar tidak pergi mengejar Mikayla.


“Mau kemana? Ayo kita pergi.” Ucap Sherena.


Ck! Theo pun berdecak frustasi.

__ADS_1


.


To be continued…


__ADS_2