Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
46


__ADS_3

Sudah hampir dua jam Theo memandang wajah Mikayla yang tertidur, ia juga bahkan sempat membereskan tugas kuliah Mikayla yang tadi sempat tertunda.


Lengannya tak henti memainkan rambut panjang Mikayla, Theo tersenyum saat melihat pergerakan tubuh Mikayla namun senyuman itu kembali hilang karena rupanya wanita cantik ini masih belum ingin membuka matanya.


Theo perlahan menyentuh rambut yang terjatuh ke wajah Mikayla sampai membuat wanita itu bergumam tidak jelas dengan wajah yang terganggu, Theo tertawa tanpa suara melihat tingkah Mikayla.


Tubuhnya menegang saat Mikayla tiba-tiba memeluk dirinya, bahkan kaki wanita itu masuk di antara kedua kaki Theo.


“Setelah meninggalkanku apa kamu juga akan menyiksaku?” Gumam Theo sambil menatap mata yang masih terpejam, Theo menelan salivanya susah sampai berkali-kali. Bahkan rasanya tenggorokanya sampai kering, pria itu malah di buat frustasi karena tubuh keudanya yang saling menempel tanpa sehelai benangpun.


Perlahan mata dengan bulu mata lentik itu terbuka, Mikayla menatap lekat wajah Theo yang ada di depannya. 


Mata yang selalu menatapnya dengan sorotan tajam dan jijik, kini terlihat lembut. Theo yang di tatap lekat seperti ini membuat jantungnya bergerumuh hebat, ia pun menyentuh dadanya sendiri sambil merasakan debaran-debaran aneh yang melandanya. 


Matanya tak putus menatap Mikayla, kini wajah wanita itu perlahan mendekat membuat Theo semakin berdebar-debar. 

__ADS_1


Theo memejamkan matanya saat Mikayla menempelkan bibirnya, hatinya menghangat saat lidah hangat Mikayla masuk menelusuri rongga mulutnya. 


Sungguh Theo tidak tau Mikayla melakukanya dengan sadar atau tidak, namun kini ciuman itu semakin menuntut karena gaiirah Theo kembali muncul. 


Mikayla tiba-tiba mendorong tubuh Theo. “Oh ya ampun, aku lupa kalo masih ada tugas kuliah yang belum aku selesaikan.” Ucap Mikayla, ia bergegas bangkit dan menjangkau gaun tidurnya. 


Dalam perasaan berdebar-debar sebisa mungkin Mikayla bersikap biasa, padahal di dalam hatinya ia sedang merutuki dirinya sendiri karena sudah melakukan hal bodoh. 


Sementara Theo yang terpaksa bangun dari gaiirahnya, ia menatap Mikayla dengan tatapan sayu yang sedang memakai gaun tidurnya.


“Sayang, mau kemana?” Tanya Theo dengan nada kecewa.


Theo berjalan ke arahnya dengan rasa kecewa, ia duduk di samping wanita itu sambil menunjukan buku milik Mikayla.


“Aku sudah menyelesaikan tugasmu.” Ucap Theo. 

__ADS_1


“Hah? Makasih sayang.” Ucap Mikayla dengan antusias bahkan ia sampai memeluk Theo, lalu melepaskan pelukan itu dan kembali melihat bukunya, ini pertama kalinya ada yang membantu dirinya menyelesaikan tugas kuliah. 


Tentu saja itu membuat Mikayla senang, itu artinya ia tidak perlu lagi menyelesaikan tugasnya dan bisa kembali tidur. 


“Sama-sama.” Ucap Theo sambil menahan senyum bahagia, dia tidak menyangkal hal seperti ini bisa membuat Mikayla senang. Apalagi sampai memanggil dirinya sayang, bahkan wanita itu terswnyum girang dan memeluk dirinya. 


Mikayla lalu menatap ke arah Theo. 


Deg! Dia baru sadar apa yang di lakukannya barusan, lagi-lagi ada apa dengan dirinya. 


Theo hendak memeluk Mikayla, namun di urungkanya saat wanita itu bertanya. 


“Mau minum secangkir teh?” Tanya Mikayla. 


“Teh?” Theo mengulum senyum, itu artinya Mikayla tau minuman kesukaanya. Dengan cepat Theo mengangguk, Mikayla pun segera menjauh dari Theo agar tidak terus berdekatan dengan pria itu Mikayla sengaja menawari Theo minuman kesukaanya.

__ADS_1


.


To be continued…


__ADS_2