
Theo mendekatkan wajahnya dan hendak mencium wanita yang sangat di rindukanya, namun Mikayla mendorong tubuh Theo dengan sangat kuat.
Mikayla tidak mau di cium dan di sentuh lagi oleh pria itu, dadanya berdebar sangat cepat. Ia takut jika Theo kembali marah padanya karena telah mendorong pria itu, dengan cepat Mikayla beranjak dari ranjang dan berlari keluar dari kamar itu.
“Kayla berhenti di sana!” Pekik Theo, keningnya berkeringat. Dengan cepat ia ikut berlari mengejar Mikayla, ia bahkan mengesampingkan rasa pusing dan lelah yang di rasakannya.
“Nona Mikayla ada di sana.” Teriak salah satu bodyguard yang ada di lantai bawah, ia menunjuk Mikayla yang berlari keluar dari kamar.
Beberapa bodyguard yang ada di sana hendak menangkap tubuh mungil Mikayla yang berlari ke arah tangga, namun Theo dengan cepat melarangnya.
“Berhenti! Jangan sentuh dia!” Pekik Theo sampai membuat dua bodyguard yang akan menangkapnya langsung mengangkat kedua tanganya karena mendengar perintah dari sang Tuan. “Tutup mata kalian bodoh!” Pekik Theo lagi, dia tidak mau seluruh pria yang ada di villa itu menatap tubuh indah wanitanya.
Karena Mikayla kini berlari hanya mengenakan kain tipis yang menjiplak tubuhnya dan memperlihatkan keindahan tubuh wanitanya itu.
__ADS_1
“Aaarrgghh sial!” Pekik Theo kesal karena dia tidak bisa mengejar Mikayla, sementara dia juga tidka bisa menugaskan para bodyguard itu untuk mengejar wnaitanya.
Bodyguard itu kebingungan dengan apa yang terjadi, mereka bahkan tidak berani membuka matanya jika Tuannya tidak mengijinkan mereka untuk membuka mata.
Theo kini berlari menuju pantai, ia mengikuti Mikayla yang berusaha menjauh darinya.
“Kay berhentilah! Kamu tidak bisa keluar dari pulau ini!” Teriak Theo karena memang pulau ini hanya di kelilingi laut.
Theo yang hampir kehabisan napas dan kelelahan karena tidak tidur dan nyaris tidak makan selama tiga hari ini, karena makanan yang di makannya hanya sedikit bahkan ia sampai memuntahkan makanan yang sempat masuk ke dalam mulutnya.
“Kembalilah, percuma saja kamu pergi sejauh apapun kamu tidak bisa lepas dari ku.” Ucap Theo ia berjalan pelan mendekati Mikayla dengan napas yang terengah-engah.
Mikayla membalikan wajahnya dan menatap sendu Theo, ia terluka dengan ucapan Theo. “Kenapa aku tidak bisa lepas darimu dan harus berada di antara kalian?” Tanya Mikayla sambil berteriak frustasi, Mikayla menangis. Jika takdirnya harus berada di belakang Chelsea sebagai wanita simapnan Theo, tentu saja Mikayla akan menolak.
__ADS_1
Karena itulah ia berjalan mundur sambil menatap Theo dengan sendu.
“Kay! Apa yang kamu lakukan?!” Tanya Theo sambil berteriak, ia berlari mengejar Mikayla yang kini berlari dan masuk ke dalam air laut.
“Kayla! Aku mohon jangan lakukan itu.” Pekik Theo saat melihat Mikayla menenggelamkan tubuhnya di dalam laut. Theo yang cukup jauh masih berusaha mengejar Mikayla, ia bahkan menyelam masuk ke dalam laut yang cukup dalam.
Ronal dan bodyguard yang lainya berlarian saat sampai di lokasi terakhir Tuannya. “Cepat tolong mereka!” Teriak Ronald.
Beberapa orang pun segera ikut masuk menyelam ke dalam lait, dan sebagian bodyguard lainnya Ronal tugaskan untuk memanggil dokter bahkan apapun yang bisa menyelamatkan kedua orang itu.
.
.
__ADS_1
To be continued…