
Tangisan Mikayla semakin menjadi saat pria lain yang Lilac sebut, dia sendiri bingung harus menjelaskannya seperti apa. Tapi Mikayla takut akan terjadi masalah jika Lilac sampai tahu kalau sepupu suaminya menjadi kekasihnya walau hanya sebatas kontrak.
“Mikayla… ayolah jangan menangis, kamu semakin membuat ku panik.” Ucap Lilac smabil memeluk tubuh kecil sahabatnya itu. “Ada apa cerita padaku? Aku akan memasang badan untukmu jika terjadi apa-apa padamu.” Ucap Lilac.
Mikayla yang sedang menangispun akhirnya terkekeh pelan, ia lalu menatap sahabatnya. “Aku sebenarnya…” Mikaylapun menceritakan semuanya pada sahabatnya itu, ia tidak tahan lagi karena tidak tau harus bicara pada siapa. Mikayla akhirnya menceritakan semua kejadian yang menimpanya, neneknya yang sakit dan kejadian detail mengenai hubungan kontraknya. Namun satu yang ia tidak bicarakan pada Lilac, yaitu pria yang menyewanya sebagai kekasih kontraknya.
“Kurang ajar! Pria mana yang tidak punya rasa manusiawi seperti dia?!” Pekik Lilac dengan lantangnya, sampai membuat Theo yang tertidur harus menggaruk telinganya karena tiba-tiba terasa gatal.
“Tapi sayangnya aku sepertinya menyukai pria yang tidak punya rasa manusiawi itu.” Gumam Mikayla dengan menundukan wajahnya kerena malu. “Harusnya aku tidak boleh menyukainya.” Ucap Mikayla lagi sampai membuat Lilac merasa iba.
“Apa kamu yakin kamu menyukainya, Kay?” Tanya Lilac sambil menarik tubuh Mikayla masuk kedalam pelukanya.
“Aku tidak tau, tapi rasanya sakit saat melihat dia berpelukan dengan wanita lain.” Ucap Mikayla jujur, kini dadanya kembali sakit saat mengingat kejadian semalam. “Atau mungkin mereka semalam bercinta?” Tanya Mikayla pada Lilac yang jelas tidak tau apa-apa.
__ADS_1
Mikayla kembali terlihat muring dan sedih, ia berkali-kali menghapus air matanya.
“Kalau begitu buatlah dia jatuh cinta padamu, Kay.” Ucap Lilac akhirnya, segimana jahat dan bejadnya pria itu jika Mikayla sudah mencintainya tidak ada yang bisa Lilac lakukan selain menyuruhnya membuat pria itu jatuh cinta kepadanya.
Mikayla menatap sahabatnya. “Tapi wanita yang di cintainya bukan aku, tapi dia.” Ucap Mikayla lagi.
“Kay, apa kamu ingat jika kamu pernah bilang padaku sesuatu yang membuat aku tersadar satu hal?” Tanya Lilac.
“Memangnya apa yang pernah aku katakan?” Tanya Mikayla bingung.
Dan ternyata kata-kata itu kembali pada pemiliknya.
“Kamu tau kan bertapa cintanya Alterio pada istrinya dulu? Dia bahkan enggan tidur denganku walau sudah sah menjadi isterinya, apalagi menyentuhku.” Ucap Lilac mengingat masa-masa di mana awal pernikahan mereka. “Ku rasa kasusmu sama denganku, jika kekasih kontrakmu itu tidak menyukaimu dia pasti tidak akan berani bercinta denganmu Kay karena dia sangat mencintai wanita itu.” Ucap Lilac.
__ADS_1
Mikayla pun menganggukan kepalanya dengan percaya diri, dia yakin dia bisa mendapatkan hati pria itu.
“Buatlah dia jatuh cinta kepadamu, dan lama-lama kekasihmu itu akan seperti dia.” Ucap Lilac sambil menunjuk seseorang yang sedang berlari ke arahnya sambil membawa buket bunga dan satu paperbag dengan brand ternama.
Mikayla terkekeh pelan. “Apa suamimu melakukan kesalahan lagi?” Tanya Mikayla karena biasnaya Alterio membawa buket untuk meminta maaf kepada isterinya.
“Iya, dia menitipkan kedua anakku pada sepupunya dan membuat kegaduhan.” Ucap Lilac masih kesal dengan kejadian semalam di mana ia menitipkan si kembar kepada Sherena. Tentu saja Sherena membuat kegaduhan sampai memanggil Theo dan Daniel dan berpura-pura jika dirinya jatuh agar kedua kakaknya itu datang menemuinya.
Namun yang membuatnya semakin kesal adalah saat seluruh keluarganya mendengar Sherena jatuh dan bergegas datang ke kediamanya untuk membawa Sherena pergi ke rumah sakit.
.
To be continued….
__ADS_1
*Besok jangan ada yang nyariin aku yah**🤭🤭*