Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
41


__ADS_3

“Nenek kenapa? Apa Zayn melakukan sesuatu?” Tanya Theo dengan raut wajah hawatir, Nenek menatap Theo dengan tersenyum.


“Tidak apa-apa Nak Theo, Nenek baik-baik saja.” Ucap Ratna sambil menyentuh kedua pipi Theo.


Ratna sangat senang dengan Theo, karena selama ia tidak sadarkan diri. Theo sudah banyak membantu Cucu kesayanganya. Apalagi sejak seminggu lalu saat dirinya sadarkan diri, Theo selalu menemani Mikayla mengurus dirinya.


Theo bahkan jauh lebih perhatian, dia jauh lebih sigap dari Mikayla sampai membuat Mikayla kebingungan sendiri karena semua Theo yang mengurusnya. Padahal di sana juga ada dua perawat yang khusus Theo sewa untuk merawat Neneknya.


“Di mana Kayla, Nek? Kenapa dia ninggalin nenek?” Tanya Theo karena setaunya Mikayla tidak pernah mau lepas dari Neneknya.


“Dia sedang beli roti untuk Nenek, kemarilah dengarkan Nenek.” Ucap Nenek Ratna dia menarik lengan Theo dengan lembut dan membuatnya duduk di tepi ranjang menghadap dirinya.


“Ada apa Nek?”


“Theo dengarkan Nenek baik-baik.” Ucap Ratna membuat Theo menatap ke arahnya dengan serius. “Nenek mau kamu terus menemani Mikayla, jaga dia baik-baik. Nenek takut jika suatu saat nanti—“

__ADS_1


“Cukup Nek!” Ucap Theo dengan sedikit nada tinggi, dia langsung memeluk Ratna. “Jangan bicara aneh-aneh, Nenek harus tetap sehat dan hidup lama bersama kami.” Ucap Theo karena ia tau arah pembicaraan Neneknya.


Ini sudah ke tiga kalinya Nenek Ratna mengucapkan itu, dia terlihat sangat ketakutan jika meninggalakn Mikayla seorang diri.


“Loh, nenek ko gak peluk aku juga.” Ucap Mikayla dengan wajah sedihnya saat masuk ke dalam kamar inap neneknya, Ratna hanya tersenyum dan merentangkan tanganya untuk menyambut kedatangan cucunya.


Satu yang Theo baru tahu, jika Mikayla adalah wanita manja. Ia baru tahu setelah satu minggu ini melihat interaksi Mikayla dan Neneknya.


“Kak Zayn mana?” Tanya Mikayla saat melepas pelukanya.


Mikayla mengerucutkan bibirnya. “Yah ko gak pamitan, padahal aku sudah melikan roti kesukaanya.” Ucap Mikayla, ia membeli roti yang biasa neneknya belikan untuk Zayn dulu.


Theo melirik ke arah Mikayla, ada rasa tidak suka saat mendengar Mikayla tau makanan apa yang Zayn suka.


Nenek Ratna hanya tersenyum saat melihat perubahan reaksi Theo, dia lalu menatap ke arah Mikayla.

__ADS_1


“Sebaiknya kalian pulang, nenek tidak perlu di jaga lagi.” Ucap Nenek Ratna, ia sebelumnya juga sering menyuruh kedua orang itu pulang. Namun Mikayla tetep ngotot untuk menemani dan merawat neneknya.


“Tapi Nek, aku masih—“


“Tidak ada tapi-tapian! Kamu pulang dan pokus belajar, nenek harus hidup dengan tenang selama masa pemulihan.” Ucap Nenek Ratna. Dia berjarap Theo lebih dekat lagi dengan Mikayla, karena Ratna sangat menyukai Theo untuk menjadi pendamping Mikayla.


Nenek Ratna juga tau jika selama ini Theo membantu membiayai dirinya dan memberi tumpangan tempat tinggal untuk Mikayla. Namun satu yang dia tidak tau, Mikayla tidak memberi tahu masalah kontrak itu.


Ia hanya bilang jika dirinya membantu Theo untuk mengurus semua pekerjaan Theo sebagai gantinya Theo membantu dirinya.


“Nenek mu benar, Kay. Kamu sudah ijin kuliah selama seminggu ini, lebih baik kembali pokus pada pendidikan mu.” Ucap Theo akhirnya, dia tidak mau melihat Mikayla jatuh sakit karena kelelahan.


Nenek Ratna kembali tersenyum, dia sangat bersyukur karena Mikayla bertemu dengan orang baik seperti Theo.


.

__ADS_1


To be continued…


__ADS_2