
“Sial! Lepaskan brengsek!” Pekik Chelsea saat di tarik paksa oleh dua pria berpakaian serba hitam, mereka pasti orang suruhan Theo.
Chelsea mendengus tidak suka, bagaimana pun ia adalah aktris terkenal. Apa jadinya jika semua orang melihat dirinya sedang di tarik paksa keluar dari ruang kerja seorang pria.
“Kalau begitu cepat pergi dari sini.” Ucap salah satu bodyguard itu, Chelsea pun menyipitkan matanya kesal lalu beranjak dari tempat itu saat kedua orang bertubuh tinggi itu melepas kedua lenganya.
Kaki Chelsea di hentakan kuat seiring kakinya yang berjalan, dia terus bergerutu kesal.
“Kenapa Theo sekarang berubah? Aku tidak terima, ini semua pasti gara-gara wanita itu.” Ucap Chelsea saat mengingat wajah wanita yang tadi sempat di pandang lama oleh Theo saat turun dari mobil.
“Hah! Kebetulan sekali!” Gumam Chelsea saat di lorong itu ia melihat beberapa wanita yang berjalan, salah satunya adalah wanita yang ia temui di acara ulang tahun pernikahan salah satu pengusaha ternama.
__ADS_1
“Nona Chelsea? Apa aku boleh minta tanda tanganmu.” Ucap salah satu tema Mikayla. Chelsea yang sejak tadi menekukan wajahnya, kini senyuman manis tiba-tiba muncul menyapa penggemarnya.
“Maaf, aku sedang tidak ada waktu. Boleh aku pinjam teman mu sebentar?” Tanya Chelsea dengan sangat ramah sambil menunjuk ke arah Mikayla yang sejak tadi hanya diam.
Ke empat temanya itu terdiam, lalu menatap ke arah Mikayla. Mereka heran bagaimana Chelsea bisa mengenal temanya, namun mereka segera mempersilahkan dan beranjak dari tempat itu membuarkan Chelsea dan Mikayla berduaan.
“Jadi kau ternyata masih anak ingusan?” Tanya Chelsea, dia menyunggingkan bibirnya dengan perasaan senang karena itu artinya keluarga Theo jelas akan melarang hubungan Theo dengan wanita ini. “Aku kira kau siapa sampai berani berpacaran dengan kekasihku!” Pekik Chelsea.
Mikayla mengangkat wajahnya untuk menatap Chelsea saat mendengar jika Theo adalah kekasih wanita itu, bibirnya bergetar tak mampu bertanya lebih dalam lagi.
Ucapan Chelsea sama sekali tidak bisa membuat Mikayla membuka mulutnya, kenyataan jika dirinya memang pernah di tolak sudah menjadi jawaban jika ucapan wanita yang ada di depan nya itu benar.
__ADS_1
“Dan ingat, jangan pernah berharap menjadi Nyonya Theo! Jadi bersenang-senanglah sebelum aku kembali pada posisi mu sekarang!” Ucap Chelsea sambil mendorong pundak Mikayla dengan dua jarinya sampai membuat wanita itu tersandar di dinding, akhirnya Chelsea pun berlalu sambil tersenyum.
Tubuh nya merosot ke bawah dengan kedua telapak tangan yang menutup wajahnya, perlahan tubuhnya bergetar beriringan dengan isak tangis yang keluar dari matanya.
“Sebelum berjuang ternyata aku sudah kalah.” Gumam Mikayla di sela-sela tangisanya. “Kalah dalam berbagai hal.” Lanjutnya sampai akhirnya tangisan nya pun semakin pecah.
Mikayla melampiaskan rasa sakitnya dengan menangis sekencang mungkin, suasana yang sepi membuat Mikayla semakin leluasa. Namun mau tidak mau ia menghentikan tangisan nya karena sejak tadi ponselnya tidak berhenti berdering, Mikayla menatap layang ponsel itu.
“Aku ingin pulang, Nek.” Ucapnya lagi membuat tangisanya semakin pecah saat melihat nama Theo tertera di layar ponselnya.
.
__ADS_1
To be continued…
Nanti aku crazy up nya kalau udah tamat Novel sebelah yah🤭