Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
81


__ADS_3

Theo mengusap lembut punggung Mikayla sambil menatap langit-langit di kamarnya.


“Kay, apa kamu percaya kalau aku mencintaimu?” Tanya Theo, namun Mikayla tak kunjung menjawab pertanyaannya. Theo pun menatap wajah Mikayla yang rupanya sudah tertidur lelap. “Lagi-lagi aku di tinggal tidur.” Gumamnya kesal, walaupun begitu Theo merasa gemas pada wanita nya itu.


Theo mengelus perut Mikayla yang rata sambil tersenyum. “Satu-satunya cara agar aku dapat restu keluargaku, jika tidak kamu harus siap kawin lari denganku Kay.”


Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya, Theo cukup kesal pada Mikayla yang sudah berani meninggalkan dirinya tidur lebih dahulu.


Terlebih apa yang sudah ia ucapkan, walau terdengar sederhana saat bilang jika dirinya sudah mencintai wanita itu, bagi Theo sangat sulit di ucapkan karena harus menurunkan harga dirinya dan rasa malunya.


Theo pun ikut tertidur sambil memeluk erat wanitanya setelah tadi menghujani kecupan di seluruh wajah wanita cantiknya.


Satu jam kemudian Mikayla terbangun saat mendengar dering ponselnya yang terus berbunyi, ia mengangkat panggilan telpon yang ternyata dari adik pria yang kini tengah memeluknya erat.


“Aduh, gak kakak gak adik sama saja.” Ucap Mikayla saat selesai menerima panggilan itu, Mikayla bergegas mandi dan mengganti pakaianya ia bahkan sempat mengecup pria yang sudah berkali-kali berhasil memuaskannya lalu pergi menuju lokasi yang Sherena minta.

__ADS_1


“Ka Kay, aku di sini!” Teriak Sherena di ujung ruangan cafe itu, teriakan Sherena sampai membuat seluruh orang yang berada di sana sampai menoleh ke arahnya, Mikayla pun bergegas pergi menuju meja Sherena.


“Ada apa? Di mana yang lain?” Tanya Mikayla karena rupanya hanya ada Sherena, ia kira Lilac dan Penelope pun akan datang.


“Aku sendiri makanya aku memanggilmu, Kak Lilac lagi sibuk ngurus Kak Al dan si kembar, sementara Kak Lope dia sedang kencan buta.” Ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


“Kencan buta? Dengan siapa?” Tanya Mikayla dengan terkejut, karena setaunya Penelope sangat malas berurusan dengan seorang pria.


“Ih jangan bahas itu dulu, aku memanggilmu karena ingin cerita Kak aku sedang galau Kak Kay harus dengerin ceritaku.” Ucap Sherena dengan wajah sedihnya.


“Jadi apa masalahnya? Kenapa kamu galau? Pasti Kak Leon yang bikin kamu galau kan?” Tanya Mikayla bertubi-tubi sampai membuat Sherena semakin kesal.


“Kekasihku?” Tanya Mikayla dengan jantung yang berdegup kencang.


“Iyah, karena Kak Theo aku jadi di hukum gak boleh ketemu sama Kak Leon selama dua minggu. Bagaimana ini aku tidak tahan jika tidak bertemu dengan pria setampan Kak Leon.” Ucap Sherena dengan panjang lebar, ia pun sampai meneteskan air matanya dan merengek seperti anak kecil.

__ADS_1


“Ya ampun jangan sedih.” Ucap Mikayla sambil mengusap-usap punggung gadis manja di depannya. Sejujurnya Mikayla penasaran bagaimana Sherena tau jika ia berpacaran dengan Theo, tapi melihat Sherena yang seperti ini pasti tidak mau membahas masalah lain selain Theo.


“Iya aku sedih, bagaiman ini? Kalau aku kangen sama Kak Leon gimana? Aku harus apa? Bagaimana kalau ada wanita lain yang mendekatinya?” Tanya Sherena, air matanya semakin deras. Gadis itu terlalu jauh memikirkan hal yang mungkin saja tidak akan terjadi, pikir Mikayla.


“Tenang Sherena. Kak Leon mu tidak akan di ambil wanita lain, kamu sendiri kan yang bilang jika Kak Leon sangat mencintaimu?” Ucap Mikayla berusaha menenagkan gadis kecil itu.


Ya walaupun dalam hati Mikayla masih dongkol karena ulah Sherena yang memanggil Theo malam itu jadi membuat dirinya salah paham jika Theo pergi bermalam dengan Chelsea, padahal ia di panggil Sherena untuk membantunya menjaga Bintang dan Jasmine. Ya untung nya ia segera mengetahui itu semua dari riwayat panggilan dan Chat yang di kirimkan Mikayla kepada Theo.


“Karena itulah kak, aku minta tolong padamu.” Ucap Sherena sambil menggenggam kedua tangan Mikayla dan menatapnya intens, Mikayla ynag di tatap malah terlihat ketakutan dengan permintaan Sherena yang pasti di luar nurul.


“A-apa yang harus aku bantu?”


“Buat Kak Theo merestui hubunganku dengan Kak Leon, dengan begitu aku akan membantumu juga agar mendapat restu dari keluargaku.” Ucap Sherena dengan sangat serius.


.

__ADS_1


To be continued…


Jan di cari lagi yah, biasa sabtu minggu aku sibuk ngelayanin suami yang banyak mau nya karena libur kerja suka bikin rese wkwkkw🤭🤭 bye😘


__ADS_2