Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
71


__ADS_3

“Theo Felix!” Pekik Mikayla sambil menarik kerah baju pria brengsek itu dan mengguncangnya agar tetap terjaga, namun pria itu sudah tidak sadarkan diri.


Leon dan Ronal berlarian menuju sumber suara saat mendengar teriakan seorang wanita dari arah kamar.


“Dasar brengsek! Harusnya bicara dulu yang jelas kenapa malah pingsan!” Pekik Mikayla dengan kesal. Menurut Mikayla semuanya akan lebih jelas jika Theo menjelaskan apa yang terjadi, namun hanya sebuah ponsel yang pria itu berikan kepadanya.


Leon menghela napasnya kasar saat melihat Theo yang tergulai lemas di atas pangkuan Mikayla, jika saja bukan kakak dari wanita yang di cintainya sudha pasti Leon lebih memilih pergi sejak tadi.


“Apa kamu baik-baik saja, Nona Mikayla?” Tanya Ronal dan bergegas membantu Leon mengangkat tubuh Theo.


“Tentu saja tidak baik-baik saja, dia memberiku ponsel ini tapi bagaimana aku bisa membuka ponselnya jika dia tidak sadarkan diri Kak Ronal.” Pekik Mikayla kesal, kenapa pria itu bisa sampai pingsan dan terlihat lemah seperti ini pikirnya.


“Benar juga, kamu bisa menanyakannya nanti pada Tuan Theo saat dia sadar.” Ucap Tonal tanpa solusi. Leon yang sedang memeriksa kondisi Theo pun seketika menoleh ke arah Mikayla, Mikayla yang di tatap hanya diam membeku saat sadar jika ada orang lain yang dia kenal di sini.

__ADS_1


Ya Mikayla tau jika Leon adalah pria yang di kejar-kejar Sherena adik kandung dosen nya.


“Berikan padaku ponselnya.” Ucap Leon sambil mengulurkan tanganya, Mikayla tak mampu menjawab dan hanya mengulukan ponselnya ke tangan Leon.


Ronal dan Mikayla langsung menatap apa yang akan di lakukan Leon, rupanya pria itu membuka ponsel Theo dengan Face ID. Ronal langsung tertawa mengingat kebodohannya.


“Hahah benar juga.” Ucap Ronal.


Mikayla lalu menatap ponsel yang di berikan Leon, dia menunduk lalu pergi begitu saja sambil menatap ponsel milik dosennya.


.


Ronal menatap intens wajah Tuannya itu, dia bingung kenapa pria ini terlihat snagat tampan. “Astaga, apa aku sudah gila.” Gumam Ronal karena sudah mengagumi wajah sesama jenis. Ia pun menggidik ngeri.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan!” Pekik Theo dengan tama membulat karena posisi wajah Ronal yang sejajar dengan wajahnya. Dengan cepat Ronal pun mengangkat wajahnya smabil menggaruk tengkuknya yang sedikit berkeringat.


“Anu… itu…” gumamnya bingung harus berbicara apa.


Theo bangun dari tidurnya, ia memijat pelipisnya yang terasa nyeri. Lalu mengedarkan pendanganya di seluruh sudut ruangan ini saat mengingat sesuatu.


“Di mana Mikayla?!” Pekik Theo langsung menarik kerah baju Ronal yang ada di dekatnya. Pria itu pun terkejut dan hampir menumburk tubuh Theo yang terduduk di atas ranjang. “Kenapa kamu tidak menjaganya dengan baik selama aku pingsan! Ah sial kenapa aku pingsan!” Pekik Theo dengan kesal.


Di saat-saat penting seperti itu dia malah pingsan, dan menunjukan sisi lemahnya di depan wanita yang ia sukai.


“Anu Tuan, tolong lepaskan.” Pinta Ronal.


“”Bawa Mikayla kemari sekarang juga! Cari dia sampai dapat Ronal! Bodoh!” Pekik Theo dengan kesal, ia sudah berhasil mendapatkan wanita itu tapi Ronal justru melepaskannya dengan mudah.

__ADS_1


.


To be continued…


__ADS_2