
Mikayla meyakinkan dirinya sendiri untuk mengejar Theo, ia merasa lebih baik dari sebelumnya saat sudah menceritakan semua beban yang di tanggung dirinya sendiri belakangan ini.
“Aku bawa isteriku dulu.” Ijin Al pada Mikayka yang sejak tadi duduk di taman yang tidak jauh dari tempatnya memarkirkan mobil.
Mikayla hanya mengangguk dengan bibir yang tersenyum lebar, dari hati yang paling dalam dia sangat ingin mempunyai suami yang sipatnya seperti Alterio yang selalu berkata-kata manis dan memperlakukan isterinya dengan sangat baik.
“Lilac di bawa pergi suaminya lagi?” Tanya Farel yang baru saja duduk di samping Mikayla yang sejak tadi menatap ke pergian sahabatnya itu.
Mikayla menatap ke arah Farel pria yang selama ini dekat denganya bahkan hubungan keduanya nyaris berganti status, sayangnya Mikayla tiba-tiba jarang masuk kelas dan tidak pernah membalas pesanya lagi.
“Kemana aja? Kenapa gak balas pesanku?” Tanya Farel pada gadis cantik di depanya itu, wanita yang biasanya sangat cerewet.
“Ini untuk ku?” Tanya Mikayla saat melihat yakul yang sedang di pegang pria itu, dia tau jika yakul itu pasti di beli untuk dirinya.
“Tentu saja.” Ucap Farel.
__ADS_1
“Terima kasih.” Ucap Mikayla dan langsung mengambil yakul itu.
“Mikayla, apa malam ini kamu ada waktu?” Tanya Farel yang kini menatap dirinya lekat dari samping, namun yang di tatap malah menatap ke arah lain dengan tubuh yang membeku.
Mikayla menatap ke arah parkiran, di sana ada Theo yang baru keluar dari dalam mobil dan menatapnya dengan tatapan tajam.
“Pak Theo…” gumam Mikayla dalam hatinya, namun sedetik kemudian dadanya terasa sangat sakit saat melihat sosok wanita cantik yang ikut keluar dari mobil yang baru di tumpangi pria itu.
Di sisi lain dada Theo juga sangat panas saat melihat Mikayla yang hanya diam saja saat rambut wanita itu di sentuh oleh Farel bahkan pria itu merapihkan rambut yang masuk ke dalam bibir wanitanya, rahang Theo mengeras rasanya ia sangat ingin meninju wajah Farel detik itu juga.
“Sayang, sedang apa ayo masuk.” Ucap Chelsea sambil bergelendot manja di lengan Theo yang bahkan tidak sedikitpun melirik ke arah Chelsea.
Theo pun berjalan meninggalkan tempat itu dan membuat Chelsea bersuaah payah mengimbangi langkah kaki Theo yang sangat cepat dan lebar.
“Sayang tunggu aku.” Ucap Chelsea dengan wajah yang tersenyum dan melambaikan tanganya karena menyapa beberapa orang yang menyapa dirinya dan tentu saja memotret aktris itu.
__ADS_1
“Bukankah kamu sangat menyukai aktris itu? Kamu tidak minta foto bareng?” Tanya Farel saat mengingat betapa antusiasnya Mikayla dulu saat menggemari pemain sinetron ‘cinta satu malam’ itu.
Mikayla lalu menatap ke arah Farel yang sekarang terkekeh mengingat kelakuanya dulu, ia berdiri dengan wajah kesal.
“Aku benci pada aktris itu, dia tidak lebih dari seorang *******!” Pekik Mikayla sampai membuat Farel terkejut, Mikayla langsung pergi begitu saja meninggalakn Farel.
“Kay? Mikayla? Bagaiaman dengan janji kita nanti malam?” Teriak Farel yang memang belum mendapatakn jawabanya. “Kenapa dia cepat sekali berubah pikiran, kemarin Mikayla suka sekali dengan aktris itu.” Gumamnya bingung, namun dia langsung menggidik ngeri saat membayangka jika Mikayla juga akan berubah pikiran dan tidak jadi melanjutkan masa PDKT mereka berdua.
Mikayla berusaha menahan tangisanya, ia baru sadar jika bukan hanya Chelsea yang merupakan wanita jal*lang tapi juga dirinya ternyata adalah seorang ******* yang bahkan di pakai oleh dosen nya sendiri.
“Mungkin dia jauh lebih baik dari ku yang hanya seorang pemuas.” Ucap Mikayla, tangisanya pun pecah begitu saja saat mengingat statusnya sekarang yang hanya seorang kekasih kontrak yang di bayar untuk memuaskan hasrat dosen nya.
.
To be continued….
__ADS_1