
“Sial!” Pekik Zayn saat mendapat kabar jika Theo sejak tadi sudah menuju Villa di pulaunya. “Kenapa baru bilang?” Tanyanya.
“Maaf, tadi sudah mau menghubungimu tapi ponselnya malah mati.” Ucap Gon jujur. “Sudah lah berhenti kucing-kucingan, pria itu sudah cukup parah mendapatkan balasannya.” Pinta Gon lagi pada Zayn yang memang niatnya ingin menyiksa sahabatnya itu.
“Itu belum cukup, aku belum puas.” Ucap Zayn lalu mematikan ponselnya. Ia bergegas berjalan ke arah dapur di mana Nenek Ratna berada.
“Nenek, ikut aku kita harus segera pergi dari tempat ini.” Ucap Zayn sambil merangkul Nenek Ratna dan mengajaknya berjalan sedikit lebih cepat.
“Willy! Kamu di bawa kemana wanita tua ini?” Tanya Nenek Ratna, dia lagi-lagi mengeluk karena Zayn seenaknya membawa dirinya tanpa seijinya sama seperti pertama kali Zayn menyuruh orang suruhannya untuk menjemput dirinya dan membawanya ke pulau yang paling dia benci di masa lalu.
Zayn menatap ke arah jendela, dimana rombongan orang berpakaian hitam berjalan menuju villa itu. Zayn dengan cepat membawa Nenek ke pintu belakang.
“Aku akan menjelaskannya nanti, sebaiknya kita bergegas.” Ucap Zayn, dia tidak mau membuat Nenek Ratna yang sudha mulai menerima kehadirannya itu tiba-tiba ketakutan karena Theo membawa beberapa orang.
Apalagi mungkin Nenek akan melihat pertengkaran yang akan terjadi, Zayn lebih memilih membawa Nenek pergi.
__ADS_1
“Tapi, Kayla masih ada di atas di kamarnya.” Ucap Nenek.
“Tidak apa-apa, dia akan pulang bersama Theo.” Ucapnya lalu membawa pergi Nenek dari Villa itu.
Sementara Theo masih berjalan dengan sempoyongan, ia membuka pintu utama Villa itu.
“Cepat cari di setiap ruangan di villa ini.” Ucap Ronal dengan bergegas ia juga ikut mencari.
“Tuan, sepertinya tadi ada seseorang di sini.” Ucap Salah satu bodyguard yang di bawa Theo. Karena melihat beberapa bahan makanan yang sedang di olah dan di tinggalakn begitu saja.
Dada Theo berdebar kencang, ia takut jika saat membuka pintu kamar itu Mikayla tidak ada di dalamnya.
Perlahan Theo pun membuka pintu itu.
“Aku mohon.” Gumamnya sambil memejamkan matanya dan berdoa supaya Mikayla ada di dalam kamar itu.
__ADS_1
Mata Theo pun terbuka, ia bisa bernafas dengan lega saat melihat Mikayla yang masih tertidur di atas ranjang. Dengan cepat pria itu menghampiri Mikayla, dadanya terasa nyeri mengetahui fakta jika Mikayla berada di villa milik Zayn.
Dia takut jika Zayn dan Mikayla dekat lebih dari seorang teman, pria itu langsung ikut masuk kedalam selimut dan merebahkan tubuhnya yang sangat lelah di samping wanitanya.
Di peluknya dengan erat tubuh ramping Mikayla, Theo menghisap aroma tubuh yang snagat ia rindukan.
“Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi.” Ucap Theo sambil berbisik di samping telinga wanita yang tengah tertidur itu.
Kening Mikayla mengerut saat sadar jika tubuhnya terasa berat, matanya perlahan terbuka. Lalu ia menatap lengan besar yang melingkar di perutnya, Mikayla pun menatap ke belakang untuk melihat siapa yang sudha berani memeluknya dari belakang.
“Kau?!” Pekik Mikayla dengan tatapan tajamnya.
.
.
__ADS_1
To be continued…