
Mikayla memang sedih saat tau Nenek nya lebih memilih tinggal bersama adiknya di kota yang berbeda, namun ia juga takut jika hubungan Mikayla dan Theo ketahuan neneknya.
“Jangan menangis, Nenek jadi sedih jika lihat kamu menangis seperti ini.” Ucap Nenek Ratna saat melihat cucunya menangis. Mikayla kembali memeluk Neneknya untuk yang ke sekian kalinya.
“Apa nenek tidak mau tinggal denganku di sini?” tanya Mikayla lagi. Nenek menggelengkan kepalanya.
“Kita sudah banyak merepotkan, Nak Theo. Nenek tidak mau lagi mereponkanya, nenek minta tolong pada mu Nak. Titip Mikayla dengan baik.” Ucap Nenek Ratna.
Theo tersenyum lalu mengangguk. “Tentu saja Nek, Nenek jangan hawatir.” Ucap Theo. Nenek pun beralih memeluk pria muda yang selama ini selalu bersikap baik padanya.
“Nenek harus segera berangkat, jaga dirimu baik-baik.” Ucap Nenek pada Mikayla. Mikayla pun akhirnya melepas kepergian Nenek nya.
Ia tidak mau pergi sebelum mobil yang di kendarai Ronal benar-benar menghilang dari pandanganya, Mikayla benar-benar sedih karena harus tinggal berjauhan dengan neneknya.
“Apa masih ingin berdiri di sini?” Tanya Theo yang sejak tadi merangkul pundak Mikayla. Wanita itu pun menoleh ke arah Theo, ia tidak tau apa yang akan terjadi padanya setelah kepergian neneknya. Mikayla hanya berharap jika Theo tidak berubah seperti sebelumnya.
“Lebih baik kita makan dulu.” Ucap Theo sambil melirik ke arah kiri dan kanan untuk melihat cafe terdekat di rumah sakit itu.
“Aku tidak lapar.” Ucap Mikayla, namun sedetik kemudian perutnya berbunyi membuat Theo terkekeh geli dan membuat wajah Mikayla seketika merona karena malu.
__ADS_1
“Yakin tidak lapar?” Tanya Theo lagi namun lenganya langsung menarik lengan Mikayla untuk menuju suatu tempat yang ia lihat. Theo membawa Mikayla ke salah satu Cefe besar yang tidak jauh dari rumah sakit itu, mereka berjalan masuk ke dalam Cafe itu.
“Jangan sedih, kita bisa main ke tempat nenekmu saat libur semest— ah!” Pekik Theo saat tubuhnya tiba-tiba di dorong menjauh dari tubuh Mikayla. Theo menatap tajam pada Mikayla yang sedang terlihat panik, untung saja pria itu terjatuh tepat di atas kursi kosong di cafe itu. “Apa yang kamu lakukan, Kay!” Pekik Theo yang hendak berdiri.
Namun Mikayla kembali mendorong tubuh Theo agar tetap duduk dan memberi kode jika tidak jauh dari sana ada Sherena yang juga sedang makan di cafe itu bersama seorang pria.
“Kak Mika!” Teriak Sherena saat tidak sengaja menatap ke arahnya, Mikayla pun menegang lalu menoleh ke arahnya.
Sementara Theo langsung berdiri dan dengan sengaja berjalan ke arah adiknya itu, Mikayla langsung terkejut karena Theo lebih dulu menghampiri Sherena.
“Bagaimana ini? Bagaimana kalau ketahuan!” Pekik Mikayla dalam hatinya, ia tidak mau pertemananya rusak saat mengetahui hubungan palsu dengan kakaknya.
“Sial, ada kak Theo!” Pekik Sherena dia perlahan menurunkan tubuhnya dan bersembunyi di bawah meja. Leon yang sejak tadi berada di meja yang sama dengan dirinya hanya terkekeh pelan melihat kelakuan gadis di depanya.
“Aku tidak mau, dia pasti marah dan melarangku mengganggumu.” Ucap Sherena jujur.
“Memang harusnya kamu tidak menggangguku yang sedang sibuk ini, Sherena.” Ucap Leon.
“Kak Leon, sejak kapan kakak sibuk?” Tanya Sherena karena mengingat pria itu selalu ada untuk nya.
__ADS_1
“Sherena! Keluar cepat!” Pekik Theo dengan kesal.
“Please kak jangan marah padaku!” Pekik Sherena kesal, ia bahkan kini tidak mau keluar dari bawah meja itu.
“Kalau begitu, Leon cepat kamu pergi dari sini.” Ucap Theo sambil menatap datar sepupunya itu.
“Jangan! Aku akan keluar! Biarkan ka Leon makan dulu, dia baru selesai jadwal operasi Kak Leon butuh tenaga.” Ucap Sherena, ia terpaksa harus keluar dari bawah kolong meja, dari pada melihat pria nya yang harus di usir.
Sherena menatap Theo yang kini sedang menatap tajam ke arahnya, Sherena hanya mampu menundukan kepalanya.
“Leon, setelah pertunanganmu yang ke dua gagal karena bocah ini. Apa kamu belum kapok juga?” Tanya Theo pada sepupunya itu, karena sepertinya Leon sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Sherena.
Leon hanya tersenyum. “Kalau begitu jaga baik-baik adik mu agar tidak menggangguku.” Ucap Leon tidak mau kalah, bukanya menjawab pertanyaan sepupunya Leon malah menyuruh sepupunya menjaga adiknya.
Sherena yang melihat kedua orang itu mulai memanas, dengan cepat ia menarik Mikayla yang sejak tadi berdiri tidak jauh darinya.
“Kak Mika lebih baik kamu makan bersama kami.” Ucap Sherena berusaha mencairkan suasana.
“Kak Theo juga, duduklah. Kenalkan dia temanku aku kenal karena Kak Mika sahabat Kak Lilac.” Ucap Sherena, ia berbasa basi untuk mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
.
To be continued…