Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
33


__ADS_3

Tubuh Theo tergulai lemas di atas lantai, begitu juga dengan Zayn yang terlihat lelah memukul sahabatnya.


Dengan menahan nyeri, Theo berusaha bangun dan mengangkat tubuhnya agar bisa berdiri. Ia menatap ke arah Zayn yang terduduk di lantai sambil menyenderkan punggungnya di dinding.


“Ku harap kau sudah puas karena sudah memikulku, jadi mulai sekarang Mikayla mikilku.” Ucap Theo dia membalikan tubuhnya dan pergi menaiki anak tangga.


“Sial! Beraninya kau bilang begitu!!” Pekik Zayn dia bangun dan hendak mengejar Theo untuk kembali memukulnya, namun Gon segera memeluk peut pria itu dengan setengah berdiri.


“Cukup Zayn! Apa yang kau lakukan!” Pekik Gon.


“Lepaskan sialan! Aku harus menghajar pria brengsek itu!” Sentak Zayn terus memberontak di dalam pelukan Gon.


Zayn semakin menggila dan makin membuat Gon frustasi, akhirnya tangisan Zayn pun pecah begitu saja.


Bagaimana mungkin dia harus bertukar wanita hanya dengan sebuah pukulan, sudah jelas pukulan itu ia lakukan atas sikap dan perlakuan jahat Theo kepada tunganya.


Tubuhnya melemah dan terduduk di atas lantai, karena tidak tahan menopang bobot tubuhnya.


“Sialan dasar munafik!” Pekiknya dengan suara yang meninggi namun lemah karema Zayn sudah mengerahakns emua tenaganya untuk memukul Zayn. “Mikayla itu Princes, tunanganku yang selama ini aku cari Gon.” ucap Zayn sambil meremat rambut kepalanya kesal.


“Mikayla? Kau yakin?” Tanya Gon lagi namun seketika ia terdiam saat mengingat percakapan dengan Mikayla beberapa saat lalu. “Apa?! Jadi Mikayla tunanganmu yang kamu cari selama ini? Wanita yang Theo sakiti itu adalah Mikayla tunanganmu?” Tanya Gon dengan mata melototnya ia membolak balikan pertanyaanya.

__ADS_1


Gon kembali terdiam. “Theo yang merampas kesucian Mikayla?!Tunanganmu?” Gumamnya dengan nada tinggi sambil terkejut dengan ucapanya sendiri.


“Sialan! Kenapa kau mengingatkan ku lagi!” Pekik Zayn kesal karena amarahnya kembali naik.


“Aarrgghh!! Kenapa kau menjambak rambutku!” Pekik Gon berusaha menahan lengan Zayn yang kini menjambak kuat rambutnya.


Akhirnya Zayn pun melampiaskan kekesalanya pada pria yang ada di hadapanya.


“Sial! Aku bukan Theo!” Pekik Gon lagi.


*


“Pak…” Lirih Mikayla dengan hawatir, ia berlari mendekati pria itu dan menyentuh leher pria itu dengan kedua tanganya. “Kenapa wajahmu terluka?” Tanya Mikayla.


Hati Theo melembut, rasa senang melandanya saat melihat wanitanya hawatir melihat dirinya yang terluka.


“Sebentar aku akan cari obat—“


“Jangan pergi,” ucap Theo ia menarik Mikayla dan memeluk wanita itu. Theo bahkan menenggelamkan wajahnya di lekuk leher wanitanya, wanita yang sudah mau membuatnya membiarkan wajahnya terluka.


Mikayla pun ahirnya diam saja, ia lebih memilih mengelus punggung rapuh Dosenya itu. Walau sejujurnya ia sudah tidak tahan ingin mengobati luka di wajah Theo.

__ADS_1


Dalam hati Mikayla penuh tanya, siapa orang yang berani melukai pria ini.


Walau Theo adalah pria arogan, di mata Mikayla pria ini sangat terlihat rapuh.


“Jangan tinggalkan aku,” ucap Theo.


Deg.


Dada Mikayla berdebar sangat kencang, pria itu kini menatap Mikayla dengan lekat. Dan mendekatkan wajahnya lalu menempelkan bibir kenyal Theo di bibir basah Mikayla.


Ciuman lembut itu terasa begitu asin, Theo meringis kesakitan sampai membuat Mikayla melepaskan ciuman singkat yang di lakukan Theo.


“Sakit, tapi aku masih ingin menciumu.” Ucap Theo dengan nada manjanya dan sesekali meringis memperlihatkan rasa sakitnya di depan Mikayla.


.


To be continued…


Siapa yang ngira Zayn dan Mikayla sodaraan??? 🤭🤭kamu kamu kamu???


Gimana nih? Besok crazy up lagi gak🤭

__ADS_1


__ADS_2