
Malam ini Theo dan Mikayla datang di acara ulang tahun pernikahan Tuan Abraham, mereka cukup lama berbincang sampai membuat Mikayla bosan karena kelaparan.
“Boleh aku pergi mencari makanan?” Bisik Mikayla pada Theo yang masih sibuk berbicara dengan beberapa orang, Mikayla sungguh tidak mengerti arah pembicaraan para orang dewasa sampai membuat dirinya ngantuk dan lapar secara bersamaan.
“Iya, tapi jangan sekali-kali berani memberikan nomor ponselmu lagi pada pria lain!” Ucap Theo dengan tegas walau dengan suara berbisik, sejak tadi siang saat kejadian Theo memeriksa ponsel Mikayla pria itu terus menerus berkata seperti itu.
Bahkan Theo mengancam untuk tidak mengijinkan Mikayla memegang ponselnya, pria itu sangat tidak suka saat melihat banyaknya nomor baru yang menghubungi wanitanya.
Walapun Mikayla tidak meladeninya sedikitpun, hal itu tetap membuatnya sangat marah dan tidak suka.
“Aku mengerti sayang,” ucap Mikayla sambil tersenyum manis, ia tidak mau membuat semua orang mengira jika mereka sedang bertengkar.
Dengan cepat Mikayla berjalan ke arah meja hidangan, perutnya sangat lapar padahal sebelum berangkat dirinya sudah mengisi perutnya lebih dulu.
Ia mengambil beberapa jenis kue, lalu melahapnya dengan antusias. Entah mengapa Mikayla sangat suka memakan makanan manis saat di pesta, karena semua jenis makanan ada di sana.
__ADS_1
Bahkan saat ini perutnya hampir penuh mulutnya tetap ingin mengunyah, dari kejauhan Theo tetap mangawasi Mikayla walau bibirnya terus berbicara dengan rekan kerjanya tapi Mikayla tidak sedikitpun lepas dari pandanganya.
Theo terkekeh karena melihat Mikayla yang sedang tersedak dan buru-buru meminum air, pria itu bahkan menghiraukan lawan bicaranya hanya karena melihat tingkah konyol Mikayla.
Senyumanya hilang seketika saat melihat sosok orang yang ia kenal sedang menyapa wanitanya.
“Bukankah kau wanita yang waktu itu?” Tanya Alex saat hendak mengambil kue untuk Chelsea. Chelsea menekuk wajahnya kesal saat kekasihnya menyapa wanita lain di depanya.
“Sayang siapa dia?” Tanya Chelsea sambil menatap sinis ke arah Mikayla, ia sengaja bergelantung manja di lengan kekasihnya itu.
Dengan segera Mikayla menelan habis makanan yang ada di dalam mulutnya dan hendak menyapa kedua bintang papan atas itu.
Namun seseorang dari belakang tiba-tiba merangkul perutnya, seketika pipinya merasa basah saat mendapat kecupan dari arah belakang tubuhnya.
“Sayang, siapa mereka?” Tanya Theo seolah tidak mengenali kedua orang itu.
__ADS_1
Mikayla yang di tanya pun kebingungan, Theo jelas tau siapa wanita itu karena Chelsea pernah datang ke apartementa dan memeluk Theo.
“Apa dia sedang bersandiwara? Atau mereka sedang bertengkar?” Tanya Mikayla dalam hatinya.
Sementara itu, Chelsea kini meremas kuat lengan Alex yang sejak tadi di peluknya sampai membuat Alex menatap ke arahnya.
Alex melihat sorot mata kesal dari Chelsea yang terus memandang Theo, ia tersenyum karena bisa membuat alasan agar bisa putus dengan wanita ular ini.
Dada Chelsea terasa sangat nyeri, ia sangat ingin mengamuk detik itu juga saat melihat Theo berani mencium pipi seorang wanita. Theo yang dia tau tidak pernah menyentuh wanita manapun, bahkan pria itu selalu menjaga dirinya agar tidak tersentuh.
Tapi berani-beraninya wanita ini membuat Theo mau mencium pipinya, Chelsea menatap tajam pada Mikayla.
.
To be continued…
__ADS_1