Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
55


__ADS_3

Mikayla menyentuh dadanya yang entah mengapa terasa sangat sakit, rasanya seperti teriris benda tajam. Ia lalu bersembunyi di balik dinding, dengan perasaan campur aduk.


“Kay… ada apa dengan dirimu?” Gumam Mikayla dalam hatinya, ia meremat dadanya sendiri untuk menghilangkan rasa sakit itu. tapi sayang rasa sakit itu berada di tempat paling dalam di lubuk hatinya.


Matanya mulai memanas, ia lalu menoleh kembali ke arah pintu masuk apartemen nya tepat saat suara pintu itu tertutup.


DEG!


Air mata Mikayla pun terjatuh saat melihat Theo dan Chelsea pergi bersama dari apartemen nya itu. Air matanya pecah, Mikayla berlari ke atas ranjangnya dan menutup tubuhnya dengan selimut.


“Tidak aku tidak boleh sedih!” Ucap Mikayla berusaha menenangkan dirinya sambil terus menyeka kasar air matanya. “Orang yang di cintai Pak Theo memang artis itu, aku hanya kekasih kontraknya.”


Bukanya mereda justru tangisan Mikayla semakin menjadi saat mendengar ucapanya sendiri, fakta bahwa dia adalah kekasih kontraknya membuat Mikayla sadar jika cepat atau lambat ia akan di buang begitu saja.


Sementara di luar sana Chelsea sedang protes pada Theo yang kini membawanya keluar dari apartemen pria itu, padahal tujuannya malam ini ingin mengajak Theo tidur bersama.


“Sayangku Theo? Kenapa kita keluar?” Tanya Chelsea dan kembali memeluk tubuh kekar itu.


“Berhentilah menyentuhku!” Pekik Theo dengan kesal bahkan raut wajahnya terlihat sangat jijik melihat wanita yang dengan mudahnya bergelendot manja di tubuh pria.


Chelsea membelalak, ia baru pertama kali melihat sorot benci dari raut wajah Theo. Chelsea kembali berusaha memeluk prianya namun Theo kembali menepis lengannya.

__ADS_1


“Ada apa ini? Dia tidak sedang main-main kepadaku kan?” Pekik Chelsea kesal karena perubahan sikap Theo. “Sayang? Kamu tidak benar-benar mencintai wanita itu kan? Kamu hanya memanfaatkan wanita itu kan?” Chelsea pun akhirnya mempertanyakan hubungan Theo dengan wanita yang ia kira hanya sebagai alat agar Kakek Theo tidak menjodohkan pria itu.


“Itu bukan urusan mu, lebih baik kamu pergi dan jangan menemuiku lagi!” Ucap Theo dengan tegas, pertama kalinya Theo mengusir wanita ini. Wanita yang selama ini ia nantikan, namun rupanya satu hal yang Theo sadar saat ini adalah…


Pakta bahwa Chelsea bukan wanita yang baik untuknya, karena ia sangat yakin setelah melihat banyaknya bukti yang asistenya berikan kepadanya.


“Theo! Apa kamu sadar dengan ucapanmu? Kamu yakin mengusirku sayang?” Tanya Chelsea sambil menggelengkan kepalanya dengan kedua mata yang kembali menangis. “Kamu pasti terpengaruh oleh wanita itu, sayang kamu harus sadar dia bukan wanita yang baik untuk mu.” Ucap Chelsea dengan tergesa-gesa sambil menggelengkan kepalanya.


Chelsea takut jika prianya akan berpindah hati dna tidak bisa menerimanya lagi kapan pun dia membutuhkan Theo.


“Berhentilah berbicara! Aku muak dengan mu.” Ucap Theo dengan sangat datar, tidak ada raut wajah iba lagi padanya, bahkan tidak ada rasa kasian pada wanita yang sudah mulai menjual kesedihanya itu.


“Iya sepertinya tidak mungkin.” Ucap Theo sambil menatap wajah Chelsea yang terlihat sangat ketakutan karena dirinya mulai berubah diringin pada wanita itu, andai Chelsea takut kehilanganya sejak dulu.


Tapi semua sudah berlalu, Theo menyadari satu hal yang ia tau pada dirinya jika ia memang sangat bodoh mencintai wanita seperti Chelsea selama bertahun-tahun lamanya.


“Iya sayang, itu tidak mungkin.” Ucap Chelsea dan kembali memeluk Theo namun pria itu kembali mendorong tubuh Chelsea.


Theo hanya menatapnya dengan datar, lalu menatap ke arah Ronal dan beberapa bodyguard yang baru datang menghampirinya.


“Cepat! Kalian lambat sekali!” Pekik Theo yang sudah tidak tahan dengan tingkah Chelsea yang terus menyentuh tubuhnya.

__ADS_1


“Maaf tuan.” Ucap ketiga bodyguard itu dengan segera membawa wanita itu dari hadapan Theo, Chelsea tidak terima dan terus meronta.


Bagaimana mungkin ia di tolak pleh dua pria sekaligus di malam yang sama, sungguh mau di taroh di mana muka aktris internasional itu.


“Theo! Aku mohon jangan seperti ini!” Pekik Chelsea sebelum akhirnya di bekap oleh salah satu pria berpakaian hitam itu.


Ronal tersenyum dengan lebar. “Akhirnya Tuanku sadar juga.” Ucap Ronal, dan langsung mendapat tatapan tajam dari tuannya.


Beberapa hari lalu Ronal rekaman-rekaman Chelsea dengan pria yang berbeda-beda di setiap vidionya, Ronal menyimpan vidio itu karena hanya mendengar kabar Chelsea yang berpacaran dengan pria saja sudha membuat tuanya prustasi sampai merusak barang-barang yang ada di sekitarnya. Karena itu juga Ronal tidak berani memberikan bukti jika Chelsea selama ini membodohinya dengan berpura-pura pacaran hanya untuk menaikan popularitasnya, padahal wanita itu ingin menikmati semua pria tampan berpropesi sebagai aktor dan penyanyi di negara ini.


Ronal hanya bisa mengumpulkan bukti dan berharap suatu saat nanti ia bisa memberikanya pada Theo, hingga munculnya Mikayla dan mengalihkan semua perhatian pria itu dari Chelsea.


Karena jika sejak lama ia memberikan pakta itu, Ronal yakin jika Theo akan sangat depresi. Melihat sekarang Theo terlihat baik-baik saja membuat Ronal bisa bernafas dengan lega, dan ia hanya tinggal berharap pada Mikayla.


“Semoga Mika yang bisa merubah hati pria ini.” Ucap Ronal dalam hatinya sambil menatap Theo yang balik menatapnya.


Theo merogohkan ponselnya dari saku celana yang ia kenakan. “Sherena?” Ucap Theo saat melihat panggilan masuk dari adiknya.


.


To be continued…

__ADS_1


__ADS_2