
Kini Mikayla bisa bernapas dengan lega, karena wajah sembabnya sudah sedikit berkurang. Mikayla dan Zayn tengah duduk di salah satu Cafe yang ada di rest area.
“Apa Theo yang membuatmu menangis?” Tanya Zayn tiba-tiba, Mikayla yang sedang menyeruput Mie langsung berhenti begitu saja saat nama itu terucap dari bibir Zayn.
Ia lalu menyenderkan tubuhnya denagn lemas sambil menyeka atas bibirnya yang berkeringat karena pedasnya mie yang baru saja ia makan.
“Aku rindu nenek dan ingin pulang.” Elak Mikayla dengan wajah yang sedikit tersenyum agar Zayn tidak hawatir kepadanya.
“Kay, apa kamu tau jika kita di jodohkan waktu kecil?” Tanya Zayn tiba-tiba.
“Di jodohkan? Dengan kakak?” Tanya Mikayla kaget, dia sama sekali tidak ingat bahkan tidak pernah mendengar kabar itu.
Zayn mendengus, tentu saja wanita di hadapanya tidak akan ingat karena wanita itu terlalu muda saat itu. Zayn juga sempat menolak karena umur keduanya yang sangat jauh, namun saat melihat langsung wanita yang sering di panggil princes itu. Zayn mulai menyukainya, entah mungkin karena ia tidak punya adik perempuan pada saat itu atau mungkin karena Mikayla memang sangat menarik.
__ADS_1
“Iya dengan ku, apa kita bisa melanjutkan pertunangan itu?” Tanya Zayn dengan pelan, dia tidak mau membuat Mikayla kaget.
Mikayla terdiam mendengar ucapan Zayn, entah mengapa dadanya terasa nyeri. “Tapi aku—“
“Aku tau jika hubungan kalian hanya sebatas kontrak.” Potong Zayn, pria itu meraih kedua lengan Mikayla dan menatap mata wanita itu dengan sangat lekat.
Deg.
Dada Mikayla berdegup sangat kencang, ia kira semua orang percaya dengan akting yang tidak seberapa itu. Namun nyatanya dia memang tidak jago berpura-pura pacaran dengan Theo.
Mikayla terdiam, harusnya dia senang melihat pria tampan dan juga kaya sedang menyatakan cinta padanya, namun dadanya teranya nyeri mengingat ketika dirinya terus membayangkan wajah Theo.
“Kayy. Aku mohon beri aku kesempatan.” Mohonnya lagi, Zayn menatap Mikayla dengan sendu.
__ADS_1
“Aku sepertinya sudah menyukai seseorang.” Ucap Mikayla tanpa sadar sambil menatap kosong pada lengan yang sedang di genggam Zayn.
Ya, Mikayla sudah menaruh hati pada Theo pria brengsek yang selalu menyakiti hatinya dan melukai batinya. Itu adalah hal terbodoh yang pernah dia lakukan, sudah jelas jika Theo bukan pria yang baik untuknya namun hatinya berkata lain.
Mata Mikayla kembali memanas dan memerah, ia menundukan wajahnya.
“Apa pria itu Theo? Kamu mencintai pria yang belum bisa lepas dengan masa lalunya?” Ucap Zayn. Ucapan Zayn membuat Mikayla tidak bisa lagi menahan air matanya. Kini tangisan wanita itu semakin menjadi saat mengingat fakta jika Theo selama ini hanya mencintai Chelsea bukan dirinya.
Zayn menghela napasnya pelan, ia menarik kepala Mikayla pelan dan menyenderkanya di dada bidang miliknya.
“Katakan jika suatu saat nanti hatimu sudah berubah, aku hanya akan menyerah jika kalian bisa bersatu.” Ucap Zayn akhirnya dengan dada yang terasa sesak. Ia mendongakan kepalanya menatap langit-langit cafe itu sambil memeluk Mikayla dan berusha menahan air matanya.
.
__ADS_1
To be continued…