Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
44


__ADS_3

Theo keluar kamar mandi dengan rambut yang masih basar, ia bertelanjang dada sambil menggosok-gosok rambutnya dengan handuk putih. Theo berjalan ke dalam kamar, bibir nya tersenyum saat melihat Mikayla yang kini tengah sibuk duduk di sofa dengan beberapa lembar kertas di tanganya.


“Kamu sedang apa?” Tanya Theo sengaja ingin memperlihatkan otot-otot lengan dan perutnya.


“Aku sedang mengerjakan tugasku yang tertinggal.” Jawab Mikayla tanpa menoleh ke arah pria itu.


Theo mengerutkan keningnya kesal, wanita di hadapanya bahkan tidak melirik ke arahnya.


“Mau aku bantu?” Tawarnya berkarap dia Mikayla menatapnya dan menerima bantuanya.


“Tidak usah, terima kasih aku bisa mengerjakanya sendiri.” Jawab Mikayla dia malah semakin menundukan wajagnya ke atas meja dan menulis di lembar kertas itu.


Theo menghela nafasnya kasar, percuma ia tidka akan bisa jadi pahlawan di depan wanita pintar seperti Mikayla. Karena tentu saja Mikayla pasti bisa memecahkan soal-soal yang menurut orang lain susah.


Theo beranjak dari hadapan Mikayla dengan kesal, namun beberapa detik kemudian dirinya kembali dengan wajah yang semakin kesal karena wanita itu membiarkan dirinya pergi begitu saja.

__ADS_1


“Kamu yakin tidak butuh bantuanku?!” Tanya Theo lagi untuk yang terakhir kalinya. “Jadi wanita itu harus membiasakan diri ketergantungan dengan kekasihnya!” Ketus Theo sampai membuat eanita di hadapanya mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Theo.


Theo yang tiba-tiba di tatap seperti itu membuatnya mati gaya, awalnya ia ingin terlihat sexy di depan wanitanya. Namun karena perasaanya yang berubauh menjadi kesar ia jadi salah tingkah.


Theo mengalihkan pandanganya ke arah lain, karena ia tidak tahan ingin mengulumsenyum saat di lihat dengan sangat intens oleh wanitanya. Sementara Mikayla tanpa sadar wanita itu terpana oleh pesona Theo, pria itu nampak semourna di mata Mikayla dengan postur tubuh yang atletis dan wajah bak dewa yunani.


“Jadi? Mau aku bantu?” Tanya Theo lagi untuk menghilangkan rasa canggungnya. “Atau mau terus menatap tubuhku?” Sindir Theo walau dalam hatinya sangat senang karena keinginannya tercapai.


Mikayla yang di tanya seperti itu terlihat gelagapan, ia langsung mengulurkan selembar kertar. Lalu Theo mengambilnya dan duduk di samping wanita itu sambil mengamati soal matematika yang sedang Mikayla kerjakan.


Kedua alisnya mengerut. “Kamu yakin tidak bisa memecahkan soal ini?” Tanya Theo.


Mikayla mengangguk.


“Apa kamu sedang berbohong?” Tanya Theo. Karena tidak mungkin Mikayla tidka bisa memecahkan soal ini, dia bahkan dapat nilai bagus saat kuis denganya di kelas.

__ADS_1


Mikayla spontan menatap ke arahnya, ia kaget karena ketahuan berbohong, Theo menyunggingkan sebelah bibirnya. Lalu ia menarik tubuh Mikayla naik ke atas pangkuanya.


“Apa kamu sedang mencari perhatianku agar aku duduk di dekat mu?” Tanya Theo sambil menarik pinggangnya menyatukan kedua tubuh mereka.


“Ti-tidak, aku tidak tau soal itu. Aku lupa.” Ucap Mikayla bohong, ia memalingkan wajahnya saat berbohong.


Theo menarik wajah itu dan membuat Mikayla menatap ke arahnya. “Benarkah? Padahal aku suka jika kamu memang berbohong agar bisa berdekatan denganku.” Ucap Theo.


Wajah Mikayla menunduk malu, Theo menarik kedua lengan Mikayla dan menempelkanya di kedua dada miliknya.


“Kamu boleh menyentuhnya sebanyak yang kamu mau,” ucap Theo sambil tersenyum evil.


Mikayla menalan salivanya susah saat menyentuh otot dada milik Theo, pinggang nya tiba-tiba terhentak saat Theo menarik kuat kedua paha wanita itu sampai menimbulkan gesekan.


“Euhh…” lenguh Mikayla sampai membuat tubuh Theo meremang seketika.

__ADS_1


.


To be continued…


__ADS_2