Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
38


__ADS_3

Esok harinya saat Zayn terbangun dari tidurnya ia bangun dan sedikit meringis, nyeri di kepalanya tak kunjung hilang karena sudah menghabiskan berapa botol minuman keras untuk menghilangkan rasa kesalnya.


“Di mana Mikayla?” Orang yang pertama ia tanyakan saat bangun dari tidurnya.


Bodyguard yang sejak semalam menjaga Zayn hanya menggelengkan kepalanya.


“Sial! Di mana Theo?” Tanya Zayn lagi ia bangkit dari tidurnya, namun ia kembali meringis karena rasa skait di kepalanya.


“Mereka sudah pulang sejak semalam, Tuan.” Jawab Bodyguard itu.


“Sial!” Pekik Zayn, ia memaksakan dirinya untuk berjalan menuju kamar dimana tempat Theo dan Mikayla tidur kemarin sore.


Ia membuka laci-laci di kamar itu, dan menemukan sebuah kotak di mana kitak itu berisi pengaman untuk berhubungan.


“Aaarrgggh!!” Pekiknya kesal dia meremas kuar kotak kecil itu, lalu melemparnya dengan kuat.


Sudah menjadi rahasia umum jika Zayn menyimpan 1 kotak pengaman itu di setiap kamar, Zayn semakin marah saat tau jika pengaman itu sama sekali tidak Theo gunakan.


“Dasar brengsek! Dia pasti sengaja tidak menggunakanya!” Pekik Zayn kesal.

__ADS_1


Karena tidak mungkin jika dua pasang pria dan wanita berada di kamar yang sama dan tidak melakukan apapun, tebakan Zayn pasti benar.


“Cari tahu kemana perginya mereka.” Ucap Zayn pada seorang pria yang sejak tadi mengikutinya.


*


Beberapa heri kemudian, Mikayla tetap datang ke rumah sakit untuk mengurus Neneknya walaupun Theo sudah memberi dua perawat khusus untuk mengurus Neneknya.


Salah satu perawat itu masuk mendekati Mikayla yang sedang berbincang dengan sang Nenek, Mikayla menoleh saat dirinya di panggil.


“Nona, ada seseorang yang ingin menemuimu di luar.” Ucap Perawat itu. Mikayla bingung, jika bukan itu Theo kenapa tidak langsung masuk karena Nenek dan Theo sudah mulai akrab. Namun jika orang lain siapa yang tau dirinya sedang ada di rumah sakit.


Mikayla keluar dan melihat siapa orang yang datang menemuinya, ia sedikit terkejut rupanya Zayn pria yang sedang duduk sambil menunduk di lorong itu.


“Kak Zayn, sedang apa di sini?” Tanya Mikayla. “Maaf aku tidak langsung berpamitan denganmu malam itu.” Ucap Mikayla.


“Tidak apa-apa aku mengerti,” ucap Zayn. Karena dia sendiri juga tidak langsung datang menemuinya saat tau alasan Theo dan Mikayla pulang.


“Apa luka kakak sudah sembuh?” Tanya Mikayla sambil menatap setiap inci wajah Zayn.

__ADS_1


Zayn yang di tatap malah menunduk malu, ia malu setiap bertemu dengan gadis kecil yang dulu sering menggoda dirinya.


Walau mungkin Mikayla sudah tidak ingat masa-masa itu karena Mikayla baru berusia 10 tahun.


Memang sangat gila, Zayn yang saat itu usianya 19 tahun malah jatuh cinta pada anak SD.


Ia jatuh cinta pada sosok gadis yang di kenalkan kedua orang tuanya, mereka mengenalkan Mikayla sebagai tunanganya saat berpiknik di pulau pribadinya.


Pada pandangan pertama, Zayn langsung jatuh cinta pada sosok ceria gadis itu.


“Wajahku baik-baik saja,” jawab Zayn, ia memberanikan diri menatap Mikayla. Gadis manis yang sangat ceria, walau keceriaan itu sudah tidak terlihat lagi di wajah gadis ini karena mata sembab dan bengkak itu terlihat jelas jika ia sudah menangis.


“Malam itu Pak Theo juga terluka, apa kalian bertengkar? Kenapa?” Tanya Mikayla membuat senyuman Zayn seketika menghilang begitu saja.


“Kami…”


.


To be continued…

__ADS_1


Gimana ini? Kalian setuju Mikayla sama Theo apa sama Zayn?


__ADS_2