
Tak perlu menunggu lama, Theo berhasil mengeluarkan Mikayla dari dalam laut yang memang belum sampai tengah laut. Namun ombak yang tidak bersahabat itu cukup membuat Mikayla terbawa ombak lebih jauh, sampai membuat Theo kesulitan mendapatkan Mikayla.
Apalagi pria itu trus berteriak untuk melarang para bodyguardnya agar tidak menyentuh wnaitanya, dalam kondisi seperti ini pun Theo tidak terima jika wanitanya di sentuh pria manapun.
“Ku bilang tutup mata kalian!” Pekik Theo dengan kesal, dengan tubuh gontai pria itu memaksakan dirinya untuk mengangkat tubuh Mikayla dengan tanganya sendiri. Sampai membuat para bodyguard yang hendak membantunya kembali melangkah mundur dan segera menutup matanya.
Ronal berlari sambil menutup matanya dengan cepat ia membalut tubuh Mikayla dan Theo dengan selimut yang dibawanya.
“Nona Mikayla sudah tertutup selimut tebal, jika anda tidak—“
“Sudah ku bilang, biar aku yang mengurusnya!” Pekik Theo ia segera membaringkan tubuh Mikayla di atas pasir di pantai itu dengan segera ia berusaha memberi napas buatan pada wanitanya itu. “Cepat panggil dokter!” Titah Theo saat Mikayla terbatuk sambil mengeluarkan air dari mulutnya, wanita itu kembali tidak sadarkan diri.
.
.
__ADS_1
Leon yang baru selesai memeriksa seorang gadis yang entah siapa, karena diirnya tiba-tiba di bawa dengan paksa menuju sebuah pulau yang ternyata sepupunya sendirilah yang menyuruh orang-orang ya untuk membawa dirinya.
Leon menatap ruangan yang sangat berantakan dengan kaca yang berserakan, Leon lalu menatap Theo yang sedang duduk di ujung sofa dengan tangan yang menremas kuat rambutnya dan kepala yang menunduk.
“Theo, apa yang sudah terjadi?” Tanya Leon, dia tidak tau situasi apa yang sedang ia lihat namun yang jelas ia sangat menghawatirkan sepupunya itu.
“Pergilah sebelum Sherena menyusulmu ke sini.” Ucap Theo tanpa menoleh ke arah sepupunya.
“Dia tidak bisa datang kesini, aku meninggalkannya di dermaga.” Jawab Leon jujur. Sebenarnya bukan sengaja di tinggalkan, hanya saja saat Leon sudah berada di tengah laut Sherena mengabarinya jika wnaita itu hampir menyusulnya dan menunggunya di dermaga.
“Bukankah kamu menyuruhku untuk menjauhinya?” Jawab Leon, Theo langsung melepas cengkramannya pada kerah baju Leon. Dia sendiri sedang pusing dengan nasibnya, mendengar adiknya di tinggalakn sendirian semakin membuatnya pusing.
“Siapa wanita yang ada di dalam sana?” Tanya Leon penasaran, karena sepertinya wanita itu pernah ia lihat.
“Bukan urusanmu, pergilah.” Ucap Theo, dia sudah tidak membutuhkan sepupunya lagi saat mendengar jika Mikayla baik-baik saja.
__ADS_1
“Jika kamu mencintainya, bersikaplah yang baik padanya. Kau malah terlihat seperti bajingan saat ini.” Ucap Leon jujur karena melihat betapa arogan nya calon kakak iparnya itu.
Leon sampai berpikir dua kali jika calon kakak iparnya seperti Theo.
Theo menatap tajam ke arah Leon. “Tau apa kau sampai mengatakan itu padaku.” Ucap Theo semakin kesal.
Leon menyunggingkan sebelah bibirnya. “Kau bahkan tidak bisa membuat wanitamu tetap berada di siaimu, di hatimu saja masih ada wanita lain.” Sindir Leon dengan sengaja saat melihat Mikayla berdiri di ambang pintu.
Jangan tanya kenapa Leon tau apa yang tengah terjadi pada kakak wanitanya itu, karena Leon selalu mengawasi pergerakan kedua kakak laki-laki wanitanya itu.
.
.
To be continued…
__ADS_1
Btw bentar lagi tamat🤭🤭