
Alexander berdeham untuk mencairkan suasana. “Tidak mungkin anda tidak tau siapa saya, Tuan.” Ucap Alex dengan percaya diri. “Atau mungkin anda mengenal kekasihku? Biasanya kalangan pria mengenal Chelsea.” Ucap Alex lagi.
Alex curiga jika Chelsea memiliki hubungan dengan pria yang ada di depannya, di lihat dari sikapnya saat ini. Chelsea terlihat seperti wanita yang sedang cemburu melihat kekasihnya bersama wanita lain.
Theo yang sejak tadi menatap Alex kini pandanganya beralih menatap ke arah Chelsea, lalu ia pun tersenyum dan semakin posesive merangkul pinggang wanitanya bahkan lenganya sesekali mengelus pinggang itu.
Chelsea yang menyaksikan itu semakin panas dan murka, nafasnya memburu seolah menahan sesuatu yang hendak meledak.
“Maaf aku harus bawa kekasihku pergi.” Ucap Theo tanpa mau menjawab pertanyaan Alex sebelumnya.
Alex hanya bisa tersenyum sambil diam-diam melihat reaksi kekasihnya Chelsea. “Kalau begitu silahkan.” Ucap Alex. “Nona…” panggil Alex lagi saat Theo hendak membawa pergi Mikayla, ketiga orang itu pun menatap Alex dengan rasa penasaran.
“Jika kita bertemu lagi untuk yang ke tiga kalinya, itu tandanya kita berjodoh.” Ucap Alex dengan senyum manisnya membuat Theo dan Chelsea seketika melayangkan tatapan benci padanya.
__ADS_1
Mikayla hanya tersenyum kaku, dia bingung harus menjawab apa.
“Aku pastikan tidak ada pertemuan ke tiga!” Pekik Theo dengan tatapan tajamnya, sorot mata benci terlihat jelas dari mata elangnya.
“Ayo sayang.” Ajak Theo dengan perlahan membawa Mikayla pergi dari kedua orang itu.
“Maksud kamu apa Alex! Kenapa kamu bicara seperti itu, aku ini kekasihmu!” Pekik Chelsea dengan kesal.
“Sudahlah, ayo kita pulang.” Ucap Alex dia lebih dulu berjalan meninggalkan Chelsea yang masih kesal karena ulahnya.
“A-apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Mikayla takut karena Theo membawanya ke tempat sepi dengan posisi yang sangat intim.
Nafas Theo memburu karena kesal, dia tidak ingin wanita ini terus di dekati pria lain selain dirinya. Rasa serakah mulai melandanya, Theo menempelkan keningnya di pundak mulus Mikayla.
__ADS_1
“Aku bilang jangan berdekatan dengan pria! Kenapa kemanapun kamu pergi semua pria menatap ke arahmu!” Pekik Theo dengan sangat frustasi, dia tidak bisa marah karena sudah berjanji untuk tidak bersikap kasar lagi padanya. Namun dia sangat ingin marah dan bahkan ingin berteriak di hadapan semua orang jika wanita ini miliknya.
“Aku tidak sengaja bertemu denganya.” Ucap Mikayla.
“Apa kalian saling kenal sebelumnya? Di mana kamu berkenalan denganya? Apa dia juga memberi pesan padamu?” Tanya Theo bertubi-tubi. Namun seketika ia langsung berdeham saat sadar sikapnya sedikit ke kanak-kanakan. Dia pun melepaskan lengan Mikayla yang sedang menatapnya bingung.
“Di pesta pembukaan hotel baru kak Zayn kemarin aku tidak sengaja bertemu denganya. Kami tidak banyak bicara selain membicarakan kue.” Ucap Mikayla jujur.
“Aku tidak mau tau kalian membicarakan apa.” Ucap Theo namun hatinya merasa lebih lega dari sebelumnya saat Mikayla berkata seperti itu itu artinya tidak ada obrolan yang lebih dari sekedar kue, ia pun membuka jasnya lalu kembali menatap ke arah Mikayla.
Mikayla yang bingung hanya bisa berdiam diri, karena ia tidak mau membuat Theo kembali beremosi.
“Pilihan yang salah membawa mu ke tempat ramai seperti ini, ayo kita pulang.” Ucap Theo sambil memasangkan jas miliknya di pundak wanitanya itu.
__ADS_1
.
To be continued…