
Nenek Ratna tersenyum pahit, anak yang sudah lama di anggapnya cucu rupanya sama sekali tidak tahu apa-apa.
“Sebaiknya kau tanyakan pada kedua orang tuamu,” ucap Ratna. Ia memalingkan wajahnya malas karena tidak mau menatap raut wajah sedih Zayn, karena jujur rasa sayang Ratna masih besar pada Zayn yang selama ini ia banggakan.
“Kedua orang tuaku bilang jika kalian pergi tanpa kabar dan memutus hubungan agar tidak jadi menjodohkan ku dengan Mikayla.” Ucap Zayn dengan dada yang terasa nyeri, selama ini Zayn berubah karena penolakan yang di lakukan Mikayla padanya.
Nenek Ratna melirik ke arah Zayn dengan wajah tidak terima karena di tuduh seperti itu.
“Nenek tau sendiri kan jika aku sangat menyukainya, bahkan setiap nenek menemuiku… Aku selalu menanyakan kabarnya.” Ucap Zayn. Dia merasa kecewa pada orang yang sangat tau isi hatinya itu.
Namun orang itu malah melukai hatinya dengan menjauhkan dirinya dan Mikayla.
“Hah! Kau salah Willy! Tanya pada kedua orang tuamu, siapa orang yang membatalkan pertunangan hanya karena mendengar keluarga kami bangkrut!” Sentak Nenek Ratna dengan nada tinggi, ia memegang dadanya sambil melayangkan tatapan tajam pada Zayn.
Deg.
Dada Zayn berdebar tidak karuan.
__ADS_1
“Ma-maksud nenek, keluargaku?” Tanya Zayn dengan terbata-bata.
“Ya! Keluarga kalian menjauh saat anakku bangkrut, keluarga kalian bahkan menghilang saat kami butuh bantuan! Di mana titik kesalahan kami? Apa salah jika kami jadi miskin? Selama anakku hidup, dia bahkan selalu membantu Ayah mu sampai sukses! Tapi di mana kalian? Di mana?” Ucap Nenek Ratna dengan histeris, ia kembali teringat masa-masa di mana putra pertamanya itu depresi karena kariernya hancur.
Zayn merasa sesak, dia tidak tau jika keluarganya lah yang meninggalkan keluarga Mikayla.
“Anakku bahkan sampai depresi setelah kehilangan segalanya, dan sahabatnya? Dia malah menutup mata dan telinganya. Kalian semua sama saja!!” Teriak Nenek Ratna lagi.
“Nek…” lirih Zayn dengan kelopak mata yang sudah memanas.
Lebih baik jika Zayn tidak menemuinya dari pada dia harus teringat lagi pada anaknya yang depresi karena kehilangan segalanya, dia jelas tidak mau membuat Mikayla dekat lagi dengan keluarga yang sewaktu-waktu akan meninggalkanya sama seperti dulu saat William meninggalkan anaknya.
“Nek, maafkan aku. Aku tidak—“
“Pergi!!” Teriak Nenek Ratna dengan hiateris.
Brak!
__ADS_1
“Nenek?!” Pekik Theo, dia sampai berlari saat mendengar teriakan Nenek dari dalam kamarnya.
“Ada apa? Apa nenek sakit? Aku panggil Dokter dulu.” Ucap Theo dia bertanya penuh rasa hawatir, tanpa sadar jika di dalam kamar itu ada orang lain.
Nenek langsung menarik pundak Theo dan memekuk pria itu. “Tidak usah, nenek hanya ingin memelukmu.” Ucap Nenek Ratna, Theo pun membalas pelukan Nenek wanitanya itu.
Matanya perlahan menatap ke sosok pria yang tengah berdiri dan menatapnya sendu.
“Zayn?” Lirih Theo dengan suara kecilnya, ia menautkan kedua alisnya bingung.
Zayn tersenyum kecil sambil meneteskan air matanya, ia pergi keluar dari kamar inap Nenek Ratna tanpa sepatah katapun.
Sungguh, ini pertama kalinya ia merasa kecewa pada keluarganya. Keluarga yang sengaja membohongi dirinya, dan membiarkan dirinya kecewa pada Mikayla padahal merekalah yang sudah membuatnya kecewa.
.
To be continued…
__ADS_1