
Beberapa minggu telah berlalu, Chelsea akhirnya bisa menghirup udara segar di Indonesia. Ia baru saja turun dari pesawat bersama dengan kekasihnya Alexander.
“Sayang, tolong pegang dulu ini.” Ucap Chelsea sambil menyodorkan tasnya pada kekasihnya itu, namun Alex tanpak tak suka dan hanya diam enggan menenteng tas kekasihnya itu.
Chelsea yang sejak tadi menatap ponselnya kini beralih menatap Alex yang tak kunjung membawa tas kecil miliknya.
“Sayang, kenapa diam saja. Cepat ambil aku ingin mengunggah foto di sosmedku.” Ucap Chelsea.
Alex pun menghela nafas kesal, ia sudah sangat muak dengan sikap Chelsea yang sangat ingin di ratukan oleh dirinya. Andai saja Kakaknya yang merupakan CEO dari peusahaan yang membesarkan nama baiknya tidak memaksa dirinya untuk merayu Chelsea. Tentu saja Alex enggan berdekatan denganya.
Alex pun mengambil tas itu sambil tersenyum saat kamera di ponsel Chelsea mengarah ke padanya.
“Wah, kita berdua memang sempurna.” Ucap Chelsea saat melihat wajahnya dan wajah kekasihnya yang ada di dalam ponsel miliknya.
Alex terpaksa tersenyum untuk mengiyakan ucapan Chelsea. “Wajahmu tidak seberapa!” Pekik Alex dalam hatinya.
“Sayang? Malam ini kamu akan membawaku apartemen mu kan?” Tanya Chelsea saat mereka berdua memasuki ke dalam mobil.
__ADS_1
“Tidak Honey, lain kali saja. Malam ini aku ada makan malam bersama Kakakku.” Ucap Alex bohong. Sejujurnya ia punya janji dengan wanita lain.
“Kakak mu? Apa kamu tidak mengajakku ikut? Bukankah aku harus ikut, sudah waktunya aku di kenalkan dengan keluargamu.” Minta Chelsea dengan manja.
Alex menarik lenganya yang di rangkul erat oleh kekasihnya itu, sungguh berpacaran dengan wanita ini selama sebulan saja sudah membuatnya pusing.
Setelah ini Alex janji akan menemui kakak nya untuk segera minta menyudahi drama ini, dirinya sudah benar-benar muak.
“Iya sayang, lain kali saja. Mungkin hari ini aku akan kena marah karena sudah melakukan kesalahan, apa kamu tetap mau ikut?” Tanya Alex.
“Tidak terima kasih, aku lebih baik spa di salon.” Ucap Chelsea lalu tersenyum menatap kamera.
Alex memalingkan wajahnya dengan malas, enggan menatap wanita itu yang sedang tersenyum ke arah kamera.
Di apartement, tepat nya di balkon kamar. Theo dan Mikayla sedang membaca buku sambil menunggu matahari terbenam. Kegiatanya beberapa minggu ini selalu menghabiskan waktu berduaan di dalam kamar setelah pulang kerja dan kuliah.
Selain bercinta, mereka sering menonton drama bersama, membantu tugas kuliah Mikayla dan bahkan meminum secangkir teh sambil menunggu matahari terbenam di temani Mikayla yang sedang membaca buku sambil tidur di atas kedua pahanya.
__ADS_1
Theo mengusap pucuk kepala Mikayla dengan sangat lembut, sesekali Theo menyeruput teh hangat buatan Mikayla itu.
“Sayang aku tidak bisa konsentrasi baca bukunya.” Keluh Mikayla karena Theo selalu saja memainkan jarinya di atas dada Mikayla.
Theo terkekeh, dia tidak pernah bisa tahan melihat tubuh wanitanya itu. Pakai baju sexy atau tertutup sekali pun Theo selalu bergaiirah saat berduaan dengan wanita ini.
“Sayang kemarilah.” Ucap Theo dia mengangkat tubuh Mikayla agar duduk di hadapanya.
“Mandi bareng yu.” Ajak Theo.
Mikayla tersenyum karena Theo lagi-lagi selalu mengajaknya mandi, padahal sudah jelas di dalam kamar mandi tidak hanya mandi yang akan Theo lakukan.
“Aduh tiba-tiba tubuhku terasa sakit.” Keluh Mikayla sambil perlahan bangkit dan berusaha menghindari pria itu. Namun Theo yang tau jika Mikayla sedang berbohong, dia langsung menggendong wanita itu masuk ke dalam.
.
To be continued…
__ADS_1