Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
77


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Sherena bergerutu karena kesal harus ikut bersama dengan Theo, padahal hari ini dirinya ingin membawa Leon pergi ke tempat romantis. Namun rencananya harus gagal karena kesalahanya sendiri, sungguh Sherena sangat menyesal.


Sherena menatap kaca spion di sampingnya, melihat betapa malangnya orang yang mengendarai mobil di belakangnya. “Ka Leon pasti kesepian di dalam mobil sendirian.” Ucap Sherena sambil menatap sendu mobil hitam di belakangnya.


“Berhentilah menatap mobil belakang, pokus ke depan agar kita tidak kecelakaan.” Ucap Theo dengan kesal.


“Kak sejak kapan kakak jadi orang bodoh seperti itu?” Tanya Sherena, Theo langsung menatap tajam adik kecilnya itu yang sudah berani bersikap tidak sopan kepadanya.


“Maksudmu apa Sherena?!” Pekik Theo.


“Kakak yang nyetir kenapa pulak kita kecelakaan gara-gara aku tidak menatap ke depan?” Tanya Sherena dengan kesal karena sejak tadi kakaknya itu selalu mengajak dirinya bertengkar, padahal Theo orang yang jarang memarahinya di banding kakaknya Daniel.


“Ck! Kau itu salah dengar.” Ucapnya.


“Apa kakak sedang galau? Aku bisa bantu loh agar kalian berdua di restui.” Ucap Sherena berusaha mendekati kakaknya dengan niat baik agar dirinya pun di restui bersama Leon.


“Tidak usah! Aku tidak membutuhkan restu apapun untuk hubunganku dengan Chelsea.” Ucap Theo to the poin, sambil pokus menyetir.

__ADS_1


“Maksudku dengan Mikayla, kakak suka kan pada Kak Kayla?” Tanya Sherena sampai membuat Theo mengerem mendadak karena terkejut.


Leon pun ikut berhenti mendadak saat mobil yang di ikutinya berhenti di tengah jalan, dia bergegas keluar dari mobil untuk melihat keadaan Sherena. Namun Theo dengan cepat melajukan lagi mobil itu.


“Kak! Kak Leon mau menemuiku! Kenapa kakak malah melajukan mobilnya?!” Pekik Sherena kesla karena Theo meninggalkan Leon yang kini berteriak memanggil namanya karena hawatir.


“Dari mana kamu tau aku suka pada Kayla?” Tanya Theo sambil berdeham, dan melonggarkan dasi yang sejak tadi terpasang rapi di lehernya.


“Aku tau karena aku bisa lihat, aku hanya kaget karena rupannya Kakak bisa lepas dari wanita itu. Aku kira kakak akan menikahi Ka Chelsea.” Ucap Sherena, walau Chelsea selalu memberi oleh-oleh dari luar negeri untuknya tetap saja Sherena dan keluarganya tau wanita yang baik dan gak baik untuk kakaknya.


“Berhentilah berbicara! Mulai sekarang kamu di larang pergi dengan Leon!” Titahnya dengan nada tegas sampai menbuat Sherena seketika merengek di dalam mobil, karena Sherena tau jika Theo sudah berucap tidak akan ada yang bisa membatahnya termasuk ke dua orang tuannya.


Leon bergegas keluar dari mobil dan segera menemui Sherena yang juga baru keluar dari dalam mobil sepupunya itu.


“Kamu baik-baik saja, Sherena?” Tanya Leon dengan wajah hawatir karena tadi mobil yang di tumpangi wanitanya berhenti mendadak.


“Ck! Kalian ini sangat menyebalkan.” Ucap Theo sambil menarik lengan adiknya. “Pergilah, selama dua minggu dia tidak boleh bertemu denganmu!”

__ADS_1


Leon terdiam, ia lalu menatap Sherena yang menangis.


“Theo, jangan seperti itu. Kau tau seperti apa adikmu kan?” Ucap Leon sedikit mengancam. Karena dia lebih hawatir jika Sherena akan melakukan berbagai hal hanya untuk menemuinya, itu lebih buruk dari pada harus bertengkar dengan sepupunya itu.


Theo menatap tajam sepupunya.


“Sayang.” Panggil Chelsea saat keluar dari kediaman Estevan.


Ketiga orang itupun menoleh ke sumber suara.


“Uruslah wanitamu sebelum mengurus-urusan kita.” Ucap Leon sambil mebyunggingkan sebelah bibirnya. Lalu ia menatap dan menyentuh wajah Sherena dengan tatapan sendu.


“Di bagian mana yang sakit? Kamu di apakan Kakak mu?” Tanya Leon dan tidak memperdulikan Theo dan Chelsea yang sedang berbicara.


Sherena menggelengkan kepalanya. “Di sini.” Ucao Sherena sambil menyentuh dadanya dan mengambil kesempatan untuk bersandar di dada bidang pria yang di cintainya.


.

__ADS_1


To be continued…


Udah jan minta up lg buat hari ini ekwkk🤭


__ADS_2