Budak Ranjang Dosen

Budak Ranjang Dosen
79


__ADS_3

Theo mengusap kasar wajahnya, sungguh ia sangat lelah berdebat dengan kakek Albert. Tidak ada satu pun kata yang di ucapkan oleh kakeknya sampai membuat Theo merasa prustasi hanya karena ingin tau apa yang di bicarakan pria tua itu bersama Chelsea.


Tapi satu yang pasti, Theo sudah mengancam sang kakek untuk tidak mencampuri urusannya lagi, dan menolak jika sang kakek menikahkannya dengan Chelsea.


Ya walaupun dulu ia mat-matiian menentang kakeknya agar bisa di beri restu bersama Chelsea. Tapi sekarang telah berbeda, hatinya sudah di penuhi ileh Mikayla.


“Hah! Menyebalkan.” Ucap Theo sambil menghela napasnya kasar, ia menyenderkan tubuhnya di sifa dan menatap langit-langit kamarnya.


Ia menatap ke arah arah pintu saat terdengar suara pintu yang di buka, dan menatap pergerakan Mikayla yang kini berjalan ke arahnya sambil membawa segelas air mineral.


“Minumlah dulu.” Ucap Mikayla dengan hati-hati, sebenarnya ia sangat ingin tau apa yang sudah di lakukan Theo tadi di rumah Kakeknya. Tapi Mikayla tidak mau gegabah bertanya, ia takut jika emosi Theo akan kembali.


Bukannya menerima gelas yang di sodorkan Mikayla, ia malah menarik tangan Mikayla dan menyimpan gelas itu di atas meja.


“Kemarilah, ada yang ingin aku katakan padamu.” Ucap Theo sambil menuntun Mikayla naik ke atas pangkuannya, Mikayla duduk menghadap Theo dengan kedua kakinya yang menghimping paha pria itu.

__ADS_1


“Ada apa? Apa ada masalah yang terjadi?” Tanya Mikayla sambil menyisir rambut Theo dengan jemarinya.


Theo menarik tangan Mikayla dan mengecup telapak tangan wanita itu, sambil memejamkan matanya dan mengeluskan tangan Mikayla di pipinya menikmati betapa lembutnya kulit tangan Mikayla.


“Apa kamu bisa janji padaku? Apa pun yang akan terjadi kedepannya aku minta kamu tetap ada di sampingku, bersamaku?” Tanya Theo, membuat Mikayla seketika terdiam dan menatapnya dengan intens pada pria yang ada di hadapannya.


Jantung Mikayla berdegup sangat kencang, bukannya Theo yang mungkin saja bisa meninggalkannya kapan saja. Tapi di sini pria itu berbicara seolah jika Mikayla lah yang akan meninggalkannya, padahal di dalam lubuh hati Mikayla dia sudah mulai serakah ingin memiliki Theo seutuhnya dan ingin merebut pria itu dari Chelsea.


“Sayang? Aku mohon berjanjilah padaku, sampai kapanpun kamu milikku dan jangan pernah meninggalkanku, apapun yang akan terjadi pada hubungan kita kedepannya. Kamu harus tetap berada di sampingku!” Ujar Theo, walau terlihat merengek tetap saja ucapannya terdengar sangat tegas.


“Iya, aku janji tidak akan meninggalaknmu.” Ucap Mikayla. Sungguh hati Mikayla sangat senang dan berbunga-bunga, sama halnya dengan Theo yang semakin tak rela berjauhan dengan Mikayla.


Theo menarik tubuh Mikayla sedikit lebih jauh agar saling bertatapan, wajah pria itu terlihat sangat sayu dan di selimuti gairah sampai membuat dada Mikayla semakin berdebar-debar tidak karuan.


“Dari pada memelukku, lebih baik melakukan hal yang lain.” Ucap Theo dengan suara seraknya yang terdengar sexy di telinga Mikayla.

__ADS_1


“Kakak ingin melakukan apa?” Tanya Mikayla.


“Pertama jangan panggil aku Kak, Pak atau namaku. Aku ingin panggil aku Mas, Mas Theo.” Ucap Theo, entah mengapa hal itu tiba-tiba muncul di otaknya.


Mikayla hanya terkekeuh geli, namun ia mengangguk sebagai tanda persetujuan.


“Yang kedua, apa boleh aku bercinta denganmu hari ini?” Tanya Theo dengan hati-hati sampai membuat wajah Mikayla merona seketika.


Theo menarik pinggang Mikayla sampai di pangkal pahanya, sampai membuat Mikayla seketika menegang saat merasakan sesuatu yang menekan di bawah sana.


“Burung ku sejak tadi membengkak saat melihatmu, mau kan kamu main denganku? Kasian selama beberapa hari ini dia mati suri karena kamunya kabur-kaburan nonggalin aku.” Ucap Theo dengan wajah memelas, namun tanganya tidak tinggal diam. Dia terus menekan pinggang Mikayla untuk mendapatkan rasa nikmat, dengan mata yang semakin suyu.


Mikayla menelan salivanya susah sambi menggigit bibir bawahnya, mana bisa Mikayla menolak pria tampanya itu.


.

__ADS_1


To be continued…


__ADS_2